Dalam rangka mempersiapkan rangkaian kegiatan Local Volunteer Winter Peak 2025, AIESEC in UPNVY menyelenggarakan Skill Enhancement Bootcamp pada 30 November 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi penting yang bertujuan untuk membekali para Local Volunteer (LV) dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai isu lingkungan sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.
Bootcamp Skill Enhancement dirancang sebagai ruang belajar yang membantu para relawan memahami alasan utama di balik hadirnya project Local Volunteer Winter Peak 2025. Melalui sesi ini, para Local Volunteer (LV) tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tetapi juga diajak untuk melihat kondisi lingkungan di sekitar mereka secara lebih dekat, khususnya permasalahan sampah di Yogyakarta yang hingga kini masih menjadi tantangan besar.
Dalam pelaksanaannya, AIESEC in UPNVY menghadirkan Kak Resa, selaku Coordinator of Earth Hour Yogyakarta, sebagai pembicara utama. Sebagai lulusan Teknik Geologi Universitas Padjadjaran yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan, Kak Resa membagikan pandangannya mengenai situasi pengelolaan sampah di Yogyakarta yang hingga kini masih belum berjalan secara optimal.
Dalam sesi tersebut, Kak Resa secara khusus membahas isu pengelolaan sampah yang terjadi di Yogyakarta. Mulai dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah, kurangnya sistem yang berkelanjutan, hingga dampak lingkungan yang terus bertambah dari waktu ke waktu, seluruh isu tersebut disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami oleh para peserta.
Melalui penjelasannya, Kak Resa mengajak para Local Volunteer (LV) untuk melihat persoalan sampah bukan sekadar sebagai masalah biasa, melainkan sebagai isu sosial yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak.
Hal ini menjadi penting agar para relawan memahami bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, termasuk melalui kegiatan edukasi yang akan mereka lakukan selama program berlangsung.
“Perubahan tidak dimulai dari orang kuat, tetapi dari orang yang berani memulai. Dan itu adalah kita.” ucap kak Resa sebagai penutup Skill Enhancement Bootcamp.
“Melalui sesi bersama Kak Resa, saya menjadi semakin sadar bahwa bumi kita sudah semakin tua dan tidak pernah berhenti bekerja untuk menopang kehidupan. Bumi tidak memiliki waktu untuk beristirahat, sehingga sudah seharusnya kita sebagai manusia lebih peduli terhadap cara kita menjaganya. Saya juga menjadi lebih melek terhadap kondisi darurat sampah di Yogyakarta. Mengikuti project ini membuat saya menyadari bahwa menjadi relawan bukan hanya soal kontribusi sosial dan membangun jejaring internasional, tetapi juga tentang belajar menyayangi dan merawat bumi,” ujar Thania, salah satu Local Volunteer Winter Peak 2025.
Hal ini menjadi penting agar para relawan memahami bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, termasuk melalui kegiatan edukasi yang akan mereka lakukan selama program berlangsung.
Skill Enhancement Bootcamp ini juga membantu para Local Volunteer (LV) memahami dampak yang ingin dicapai melalui project Local Volunteer Winter Peak 2025. Para Local Volunteer (LV) diajak untuk melihat bahwa kegiatan mengajar anak-anak di desa bukan hanya soal menyampaikan materi tetapi juga tentang menanamkan kebiasaan dan kesadaran sejak dini. Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak diharapkan dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan mulai menerapkan kebiasaan sederhana dalam mengelola sampah di kehidupan sehari-hari.
Dengan pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan dan manfaat program, para volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan tetapi juga memahami bahwa setiap aksi yang dilakukan bertujuan untuk memberi dampak positif yang berkelanjutan.
Skill Enhancement Bootcamp menjadi bagian penting dalam persiapan para Local Volunteer (LV) sebelum berkolaborasi dengan Exchange Participant (EP) dari berbagai negara pada program Local Volunteer Winter Peak 2025.
Melalui sesi ini, para relawan dibekali pemahaman yang kuat agar siap bekerja sama dalam lingkungan yang beragam, sekaligus tetap fokus pada isu lingkungan yang diangkat di Yogyakarta.
Pembekalan ini membantu para Local Volunteer (LV) melihat bahwa kolaborasi lintas budaya bukan hanya soal bekerja sama tetapi juga tentang saling belajar dan memahami sudut pandang yang berbeda. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh selama bootcamp, para relawan menjadi lebih siap menjalani setiap kegiatan di lapangan dan berkontribusi secara lebih maksimal.
AIESEC in UPNVY berharap, melalui Bootcamp Skill Enhancement ini, para Local Volunteer (LV) dapat menjadi generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan, berani mengambil peran, dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat serta semangat kolaborasi, para relawan diharapkan dapat menjalani Local Volunteer Winter Peak 2025 dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
Dengan program ini, AIESEC in UPNVY membuktikan bahwa pengalaman internasional tidak harus mahal atau jauh. Local Volunteer membuka pintu bagi anak muda untuk mengalami interaksi global secara langsung.
AIESEC in UPNVY terus mengajak generasi muda untuk berani melangkah, belajar, dan tumbuh bersama demi menciptakan masa depan yang lebih baik. Lihat lebih banyak cerita dan pengalaman para peserta melalui akun Instagram resmi kami di @youthrise.upnvy.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


