pengalaman seru berkawan gnfi di kotagede x jejak telusur - News | Good News From Indonesia 2026

Pengalaman Seru Berkawan GNFI di Kotagede x Jejak Telusur, Keliling Ibukota Mataram Islam

Pengalaman Seru Berkawan GNFI di Kotagede x Jejak Telusur, Keliling Ibukota Mataram Islam
images info

Pengalaman Seru Berkawan GNFI di Kotagede x Jejak Telusur, Keliling Ibukota Mataram Islam


Kotagede merupakan salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta yang menyimpan jejak penting berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Area ini bukan hanya destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang hidup yang masih menjaga tradisi, arsitektur, dan kuliner khasnya.

Kesempatan untuk menjelajahi Kotagede secara mendalam saya dapatkan melalui kegiatan berKawan GNFI, sebuah event GNFI untuk mengenal keindahan Yogyakarta dan berkumpul, bertukar pikiran bersama teman-teman baru di area Yogyakarta dan Jawa Tengah yang berpartisipasi.

Saya merasa sangat beruntung karena terpilih menjadi salah satu dari 25 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Bersama peserta lain dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, kami diajak mengenal Kotagede melalui sudut pandang sejarah, budaya, hingga kuliner tradisional.

baca juga

Menyusuri Sejarah Ibukota Mataram Islam di Kotagede

Agenda berKawan GNFI kali ini adalah napak tilas Ibukota Mataram Islam dengan berjalan kaki menyusuri kawasan Kotagede. Kegiatan ini dipandu oleh Telusur Jejak, yang memberikan penjelasan mendalam di setiap titik sejarah yang kami kunjungi.

Secara keseluruhan, terdapat 12 titik point bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan ini, yaitu:

  1. Wringin Sepuh
  2. Masjid Kotagede
  3. Makam Raja-raja Mataram
  4. Sendang Seliran
  5. Jebolan Tembok
  6. Sumur Kemuning
  7. Depan Omah Indies
  8. Benteng Cepuri
  9. Makam Hastarenggo
  10. Situs Watugilang
  11. Between Two Gates
  12. Pasar Legi Kotagede

Perjalanan dimulai dari Wringin Sepuh, simbol ruang inti Kotagede di masa lalu. Namun, kunjungan kali ini menjadi momen yang cukup mengharukan karena kami menjadi saksi bahwa pohon beringin sepuh tersebut baru saja ambruk.

Belakangan, cuaca di Yogyakarta memang sedang sangat ekstrem, dengan hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan pohon berusia ratusan tahun itu tumbang.

Meski demikian, nilai historis dan simboliknya tetap terasa kuat, seolah mengingatkan bahwa alam dan sejarah sama-sama memiliki siklusnya sendiri.

Dari Wringin Sepuh, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Kotagede, salah satu masjid tertua di Yogyakarta yang hingga kini masih aktif digunakan dan menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

Tak jauh dari masjid, terdapat Makam Raja-raja Mataram Islam yang menghadirkan suasana khidmat dan sarat nilai sejarah, membuat setiap langkah terasa lebih pelan dan penuh hormat.

Di sela-sela perjalanan, saya juga melakukan kegiatan yang saat ini sedang tren di kalangan muda, yaitu color walking. Saya mencoba menangkap semua objek, detail, dan suasana di Kotagede yang berwarna merah, mulai dari jendela, papan informasi, tangga, cermin cembung yang kerap kali kami temui di gang-gang kecil Kotagede.

Aktivitas ini menambah keseruan, sekaligus membuat saya lebih memperhatikan estetika dan warna-warni hidup yang tersembunyi di balik bangunan bersejarah.

Color Walk Saat BerKawan GNFI di Kotagede
info gambar

Dokumentasi Pribadi | Yunita Sari


Di titik-titik lain seperti Sendang Seliran, Benteng Cepuri, dan Situs Watugilang, kami belajar tentang sistem tata kota, pertahanan, serta filosofi kehidupan masyarakat Mataram Islam. Di Sendang Seliran, perhatian kami tertuju pada ikan lele berukuran sangat besar yang hidup di dalam sendang.

Menariknya, tidak hanya lele berwarna gelap, kami juga melihat lele putih atau albino dengan warna yang cantik dan mencolok.

baca juga

Kehadiran lele-lele ini menambah kesan unik sekaligus memperkaya cerita lokal yang melekat pada sendang tersebut.

Lele AlbinoDokumentasi Pribadi | Yunita Sari

Menariknya, penjelasan yang diberikan tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga padamakna simbolik ruang, gerbang, dan batas wilayah, seperti yang dijelaskan di titik Between Two Gates.

Pendekatan ini membuat kegiatan napak tilas terasa lebih hidup, kontekstual, dan membantu kami memahami Kotagede bukan sekadar sebagai kawasan tua, melainkan sebagai ruang budaya yang penuh makna.

Ruang Bertemu dan Bertukar Cerita Kawan GNFI

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenal sejarah Kotagede, tetapi juga menjadi wadah berkumpul, bertukar pikiran, dan membangun pertemanan. Selama perjalanan, kami berdiskusi ringan, berbagi pengalaman, hingga saling mengenal latar belakang peserta.

Suasana kebersamaan terasa hangat dan cair, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar wisata sejarah, tetapi juga pengalaman sosial yang menyenangkan.

Sebagai penutup acara, peserta dibagi ke dalam kelompok dan diberi tantangan untuk membelanjakan uang Rp30.000 untuk membeli jajanan pasar khas Kotagede di Pasar Legi. Tantangan ini menjadi salah satu momen paling seru dan dinanti.

baca juga

Beragam kuliner tradisional tersedia, seperti kembang waru, kipo, jadah manten, dan legomoro. Jajanan-jajanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai budaya tinggi.

Beberapa di antaranya bahkan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Melalui tantangan ini, kami belajar bahwa kuliner tradisional merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan.

Pengalaman Berkesan Menyusuri Kotagede

Mengikuti berKawan GNFI di Kotagede memberikan pengalaman yang lengkap: belajar sejarah, menikmati kuliner tradisional, dan menjalin pertemanan baru.

Ini juga menjadi pengingat bahwa sejarah bisa dinikmati secara langsung melalui langkah kaki, ruang-ruang kota, dan rasa jajanan pasar yang sederhana, tetapi penuh makna.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.