Pemerintah Indonesia secara resmi memulai langkah besar dalam transformasi estetika pemukiman melalui program gentengisasi nasional.
Inisiatif yang diperkenalkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 ini bertujuan untuk menghapus pemandangan atap seng seluruh pelosok negeri, menggantinya dengan material genteng yang lebih tahan lama, sejuk, dan artistik.
Kebijakan ini bukan sekadar soal keindahan visual, melainkan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Presiden menekankan bahwa kondisi atap seng yang mengalami korosi merupakan simbol kemunduran yang harus segera ditinggalkan.
Untuk memastikan keseragaman estetika gentengisasi, pemerintah memperkenalkan standar visual palet warna gentingisasi yang disebut Nusantara Horizon.
Palet warna ini dirancang khusus untuk mencerminkan identitas alam dan modernitas Indonesia. Dalam skema Nusantara Horizon warna biru langit dan navy blue (atau dikenal sebagai biru dongker).
Tidak hanya warna biru, varian warna lain dalam palet ini juga mencakup hijau emerald, abu-abu yang elegan.
Bagi masyarakat yang tetap ingin mempertahankan nuansa tradisional namun tetap modern, pilihan warna terakota hadir sebagai representasi warna tanah liat klasik yang telah menjadi bagian dari budaya arsitektur nusantara selama berabad-abad.
Implementasi gentengisasi nasional ini akan dilakukan secara bertahap dengan dukungan pendanaan yang tengah dikaji melalui APBN maupun skema swadaya koperasi merah putih dan daerah.
Para kepala daerah, mulai dari Bupati hingga Wali Kota, diinstruksikan untuk mulai memetakan wilayah pemukiman yang masih didominasi atap seng guna segera mendapatkan intervensi program.
Melalui standarisasi warna dari palet Nusantara Horizon, setiap wilayah diharapkan memiliki koherensi visual yang kuat.
Penggunaan material genteng juga diklaim mampu menurunkan suhu ruangan di dalam rumah dibandingkan penggunaan seng, sehingga berkontribusi pada efisiensi energi secara nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


