AIESEC in UPNVY kembali menghadirkan program unggulannya, Local Volunteer (LV) Winter Peak 2025, sebagai wadah bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang berdampak sekaligus mendapatkan pengalaman lintas budaya.
Program ini akan dilaksanakan selama 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 untuk generasi muda yang ingin mengembangkan kepemimpinan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
Local Volunteer Winter Peak 2025 menjadi kesempatan emas bagi para pemuda untuk tidak hanya menjadi relawan tetapi juga memiliki relasi secara global. Melalui program ini, peserta akan terjun langsung ke desa-desa di wilayah Yogyakarta untuk melakukan kegiatan mengajar anak-anak mengenai isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, sekaligus memperkenalkan bahasa asing dan budaya dari berbagai negara. Kegiatan ini akan dilakukan bersama Exchange Participant (EP) dari berbagai negara yang didampingi oleh para Local Volunteer (LV).
Keunikan program ini terletak pada konsepnya yang menghadirkan pengalaman volunteering abroad versi lokal. Peserta tidak perlu pergi ke luar negeri untuk merasakan suasana lintas budaya karena bekerja bersama Exchange Participant (EP) dari berbagai negara membuat kegiatan ini terasa seperti suasana internasional di tengah masyarakat lokal. Interaksi ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim lintas negara, serta empati sosial para peserta.
Selain berkontribusi dalam kegiatan edukasi, Local Volunteer Winter Peak 2025 juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Isu sampah dipilih sebagai fokus utama karena isu lingkungan di Yogyakarta saat ini. Melalui pendekatan yang edukatif dan kreatif, para relawan diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mengajak mereka untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
Sebelum terjun langsung ke lapangan, seluruh Local Volunteer (LV) akan mengikuti rangkaian Bootcamp Persiapan yang dirancang secara khusus untuk membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman lintas budaya. Bootcamp ini menjadi langkah awal penting agar para Local Volunteer (LV) dapat menjalani program dengan lebih siap, percaya diri, dan nyaman dalam berinteraksi dengan sesama relawan maupun masyarakat setempat.
Bootcamp pertama yang dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 adalah Induction Bootcamp yang menjadi pintu awal bagi Local Volunteer (LV) untuk mengenal AIESEC lebih dalam. Dalam sesi ini, Local Volunteer (LV) diperkenalkan dengan AIESEC sebagai organisasi kepemudaan internasional, termasuk tujuan, nilai, serta peran AIESEC dalam pengembangan kepemimpinan pemuda di seluruh dunia. Local Volunteer (LV) juga mendapatkan pemahaman mengenai Leadership Development Model (LDM) yang menjadi kerangka utama pembelajaran kepemimpinan di AIESEC.
Selain itu, Induction Bootcamp juga membahas standar program Local Volunteer, peran dan tanggung jawab sebagai LV, serta pentingnya sikap profesional dan kolaboratif selama program berlangsung. Local Volunteer (LV) turut melakukan pengisian Personal Goal Setting (PGS) sebagai sarana refleksi dan panduan pengembangan diri, sehingga setiap pengalaman selama Winter Peak memiliki makna personal bagi masing-masing relawan.
Dalam Induction Bootcamp tersebut, Kak Yaya selaku pembicara menyampaikan pesan inspiratif yang memberikan gambaran realistis sekaligus motivasi bagi para Local Volunteer (LV).
“Saya tidak bisa menjanjikan bahwa perjalanan teman-teman sebagai Local Volunteer akan selalu mudah atau berjalan mulus. Akan ada masa naik, ada juga masa turun. Tapi justru dari situlah seorang leader terbentuk,” ujar Kak Yaya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan.
“Setelah mengikuti sesi bersama Kak Yaya, saya baru benar-benar menyadari bahwa AIESEC bukan sekadar organisasi yang membuka project volunteering. AIESEC menjadi ruang bagi Local Volunteer untuk mengeksplorasi potensi diri, berani keluar dari comfort zone, dan membangun jejaring internasional yang nyata,” ungkap Zaki, salah satu Local Volunteer Winter Peak 2025.
Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan.
Melalui Local Volunteer Winter Peak 2025, AIESEC in UPNVY berharap dapat melahirkan lebih banyak anak muda yang memiliki kesadaran sosial, kepedulian lingkungan, serta perspektif global, tanpa harus meninggalkan akar lokalnya. Program ini tidak hanya menjadi sarana kontribusi sosial, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berkelanjutan.
Dengan program ini, AIESEC in UPNVY membuktikan bahwa pengalaman internasional tidak harus mahal atau jauh. Local Volunteer membuka pintu bagi anak muda untuk mengalami interaksi global secara langsung.
AIESEC in UPNVY terus mengajak generasi muda untuk berani melangkah, belajar, dan tumbuh bersama demi menciptakan masa depan yang lebih baik. Lihat lebih banyak cerita dan pengalaman para peserta melalui akun Instagram resmi kami di @youthrise.upnvy.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


