museum kayu tuah himba tenggarong galeri kekayaan flora borneo di kalimantan timur - News | Good News From Indonesia 2026

Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Galeri Kekayaan Flora Borneo di Kalimantan Timur

Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Galeri Kekayaan Flora Borneo di Kalimantan Timur
images info

Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong, Galeri Kekayaan Flora Borneo di Kalimantan Timur


Kawan jika ingin mempelajari kekayaan alam Pulau Borneo secara mendalam maka Museum Kayu Tuah Himba di Tenggarong adalah tempat yang tepat.

Terletak di kawasan Waduk Panji Sukarame Kabupaten Kutai Kartanegara museum ini didirikan pada tahun 1990-an dengan konsep bangunan rumah panggung khas Kalimantan. Nama museum ini diambil dari semboyan Kota Tenggarong yaitu "Tuah Himba Untung Langgong" yang mengandung filosofi menjaga kekayaan hutan agar manfaatnya mengalir secara berkelanjutan.

Daya tarik utama museum ini adalah koleksi jenis kayu perdagangan yang mencapai lebih dari 200 varietas termasuk kayu ulin yang merupakan tanaman endemik Pulau Kalimantan. Bangunan museum seluas 20 x 20 meter ini sepenuhnya menggunakan bahan dasar kayu sehingga sehingga memberikan atmosfer yang sangat menyatu dengan tema yang diusung.

Museum ini juga menjadi pusat informasi mengenai ekosistem hutan Kalimantan yang sangat beragam. Kunjungan ke tempat ini akan memberikan wawasan baru tentang betapa berharganya kekayaan flora yang dimiliki Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

 

Koleksi Unik dari Kayu Ulin hingga Fosil Kayu Ratusan Tahun

Koleksi yang tersimpan di dalam Museum Kayu Tuah Himba sangat bervariasi dan mencakup berbagai bentuk hasil hutan. Kawan dapat menemukan lempengan kayu kapur berdiameter 60 sentimeter yang biasanya digunakan sebagai fondasi bangunan karena kekuatannya.

Selain kayu mentah terdapat ruang khusus yang menyimpan fosil kayu yang telah berumur ratusan tahun dan telah mengalami proses geologi sehingga sehingga berubah teksturnya menjadi sekeras batu.

Selain kayu museum ini juga memiliki koleksi botani berupa sekitar 250 jenis daun yang telah dikeringkan untuk keperluan studi identifikasi pohon. Keberagaman ini menunjukkan betapa detailnya pendokumentasian jenis flora yang ada di hutan Kutai Kartanegara. Setiap koleksi disusun rapi di dalam ruang panggung yang sejuk sehingga sehingga pengunjung dapat mengamati setiap serat dan detail kayu dengan nyaman.

Bagi Kawan yang menyukai sejarah alam kehadiran koleksi biji-bijian dan potongan log pohon besar akan memberikan gambaran tentang kemegahan pohon-pohon di Kalimantan yang mampu tumbuh hingga ketinggian 60 meter. Museum ini benar-benar merangkum perjalanan hidup pohon-pohon raksasa Borneo dalam satu atap bangunan kayu yang estetis.

 

Kerajinan Tradisional Dayak dan Olahan Rotan Khas Kutai

Museum Kayu Tuah Himba tidak hanya memamerkan material alam tetapi juga hasil kebudayaan manusia yang memanfaatkannya.

Di Ruang Ukiran Kawan dapat menjumpai berbagai karya seni khas Dayak Kenyah seperti patung ukiran kayu ulin dan miniatur Rumah Betang yang detail. Terdapat pula koleksi senjata tradisional Mandau dan berbagai alat musik tradisional yang mencerminkan kedekatan masyarakat Kalimantan dengan bahan dasar kayu.

Selain kayu rotan juga menjadi sorotan utama di museum ini melalui berbagai produk fungsional dan dekoratif. Pengunjung dapat melihat berbagai kerajinan anyaman seperti anjat serta perabotan rumah tangga mulai dari kursi, lampu taman, hingga tempat tidur yang terbuat dari rotan pilihan. Semua koleksi ini menunjukkan tingkat kreativitas tinggi masyarakat lokal dalam mengolah kekayaan hutan menjadi barang yang bernilai seni dan manfaat.

Fasilitas pendukung seperti peralatan dapur tradisional dan alat tangkap ikan kuno juga ikut melengkapi koleksi budaya di museum ini. Penataan ruang yang tematik memudahkan setiap orang untuk memahami transisi dari bahan mentah kayu dan rotan menjadi berbagai peralatan pendukung kehidupan sehari-hari masyarakat Kalimantan Timur di masa lalu.

Legenda Buaya Muara yang Diawetkan sebagai Penanda Selamat Datang

Salah satu daya tarik yang paling ikonik dan sering menjadi pembicaraan pengunjung di Museum Kayu Tuah Himba adalah keberadaan dua ekor buaya muara yang telah diawetkan. Terletak di bagian tengah museum sepasang buaya jantan dan betina ini menyambut setiap pengunjung yang masuk. Buaya muara tersebut memiliki panjang mencapai 6 meter dan memiliki sejarah yang cukup mencekam di wilayah tersebut.

Buaya jantan yang diawetkan tersebut merupakan predator yang pernah menelan dua orang korban di wilayah Sangatta sehingga sehingga penangkapannya saat itu menjadi perhatian besar masyarakat. Keputusan untuk mengawetkan buaya ini di museum bertujuan sebagai sarana edukasi mengenai fauna berbahaya yang ada di Kalimantan sekaligus menjadi pengingat akan interaksi antara manusia dan alam liar di sekitarnya.

Kehadiran koleksi fauna ini memberikan nuansa berbeda di antara ribuan koleksi flora kayu sehingga sehingga museum ini tidak terasa membosankan. Banyak wisatawan yang sengaja datang ke museum ini hanya untuk melihat secara dekat kemegahan ukuran buaya muara tersebut yang kini menjadi salah satu ikon pariwisata di Tenggarong.

 

Lokasi Strategis dan Harga Tiket yang Sangat Terjangkau

Museum Kayu Tuah Himba berlokasi tidak jauh dari kawasan Waduk Panji Sukarame tepatnya berjarak sekitar 600 meter dari area waduk tersebut. Lokasinya yang strategis membuat Kawan dapat menggabungkan kunjungan ke museum dengan rekreasi di waduk dalam satu hari perjalanan. Aksesibilitas menuju museum sangat baik dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu singkat dari pusat pemerintahan Kutai Kartanegara.

Harga tiket masuk yang dikenakan oleh pengelola sangat terjangkau sehingga sehingga ramah bagi kunjungan pelajar maupun keluarga. Untuk pengunjung dewasa tiket masuk hanya sebesar Rp5.000 sedangkan untuk anak-anak dikenakan biaya Rp3.000 per orang. Tarif yang ekonomis ini menjadikannya salah satu pilihan wisata edukasi paling favorit di Tenggarong terutama saat akhir pekan atau musim libur sekolah.

Museum ini buka setiap hari dan dikelola di bawah wewenang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Dengan biaya masuk yang murah pengunjung sudah bisa mendapatkan informasi berharga mengenai ekologi hutan Borneo serta menikmati keindahan arsitektur rumah panggung kayu yang asri di tengah lingkungan yang tenang.

 

Ayo Kenali Kekayaan Hutan Borneo di Museum Kayu Tuah Himba

Menelusuri serat-serat kayu ulin dan melihat megahnya buaya muara yang legendaris akan memberikan pengalaman wisata sejarah alam yang sangat berkesan. Museum Kayu Tuah Himba adalah bukti nyata betapa kayanya Kalimantan Timur akan sumber daya alam yang harus terus dijaga kelestariannya.

Jadi kapan Kawan akan merencanakan kunjungan untuk melihat fosil kayu ratusan tahun di Tenggarong ini?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.