I.League menggelar pertemuan bersama jajaran Tim Nasional Indonesia pada siang hari ini (30/1) sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antara penyelenggara kompetisi liga dan tim nasional. Agenda ini menjadi langkah awal dalam menyelaraskan kepentingan kompetisi domestik dengan kebutuhan Timnas Indonesia ke depan.
Pertemuan yang digelar di Kantor I.League tersebut dihadiri oleh pelatih baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman, yang didampingi Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.
Sementara dari pihak I.League, hadir Direktur Kompetisi Asep Saputra, Deputi Direktur Kompetisi dan Komersial Takeyuki Oya, serta General Manager Kompetisi & Operasional Ronny Suhatril.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kolaborasi antara PSSI dan I.League, khususnya terkait penyelarasan agenda kompetisi domestik dengan program serta kebutuhan Tim Nasional Indonesia.
Diskusi mencakup evaluasi penyelenggaraan kompetisi liga yang saat ini tengah berjalan hingga akhir musim, sekaligus pembahasan awal mengenai perencanaan dan penjadwalan kompetisi pada musim mendatang.
Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menekankan pentingnya kerja sama yang erat dan berkelanjutan antara I.League dan tim nasional.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berkolaborasi dengan I.League. Kami memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat liga dan Tim Nasional secara bersamaan. Empat tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk membangun kerja sama yang lebih erat demi mengoptimalkan potensi kompetisi domestik,” ujar John Herdman.
Kordinasi perlu berjalan baik
Di sisi lain, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa koordinasi dengan PSSI dan Tim Nasional telah dan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinkronisasi antara PSSI dan liga. Bersama Direktur Teknik PSSI, kami secara rutin membahas berbagai aspek teknis pengembangan sepak bola Indonesia, termasuk penyelarasan persiapan kompetisi dan agenda Tim Nasional. Di tengah padatnya kalender kompetisi domestik dan internasional, sinkronisasi jadwal menjadi fokus utama agar seluruh agenda dapat berjalan secara optimal,” kata Asep Saputra.
Melalui pertemuan ini, I.League dan Tim Nasional Indonesia berharap dapat membangun kerja sama yang berkesinambungan, khususnya dalam mendukung pengembangan pemain serta peningkatan prestasi sepak bola Indonesia di level regional maupun internasional.
Safari mencari pemain
John Herdman, resmi memulai langkah strategisnya untuk memperkuat kedalaman skuad Garuda. Pelatih asal Inggris tersebut dijadwalkan segera bertolak ke Eropa guna memantau langsung para pemain diaspora yang merumput di liga-liga top Benua Biru.
Keberangkatan Herdman kali ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia berangkat dengan bekal data komprehensif hasil kolaborasi dengan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Alex Zwiers. Sinergi antara pelatih kepala dan departemen teknik ini menandai babak baru manajemen Timnas yang lebih sistematis dalam urusan rekrutmen pemain keturunan.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa kehadiran Alex Zwiers memberikan dampak signifikan bagi kerja Herdman. Berbeda dengan periode sebelumnya, kini pelatih memiliki panduan data yang lebih valid sebelum turun ke lapangan.
"Sudah (ada data). Dia dapat data juga dari Dirtek. Kehadiran Dirtek punya pengaruh besar dan ada rekomendasi dari Alex," ujar Arya Sinulingga kepada awak media. "Ini beda sama dulu saat kita belum punya Dirtek. Sekarang ada yang mengarahkan John untuk memantau pemain-pemain tertentu secara spesifik," tambahnya.
Dalam misi "safari" Eropa ini, John Herdman dilaporkan telah mengantongi sejumlah nama besar yang diproyeksikan bakal meningkatkan level permainan Timnas. Beberapa nama yang diyakini masuk dalam daftar pantauannya adalah:
• Jay Idzes & Emil Audero (Italia)
• Ole Romeny (Inggris)
• Kevin Diks (Jerman)
• Calvin Verdonk (Prancis)
Langkah menjemput bola ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan komunikasi antara tim pelatih dengan para pemain yang berkompetisi di level tinggi Eropa tersebut.
Meski gencar memburu pemain keturunan, eks juru taktik Timnas Kanada ini tetap menaruh perhatian besar pada kompetisi domestik. Sebelum terbang ke Eropa, Herdman kedapatan aktif memantau laga-laga di BRI Super League, termasuk partai Persija Jakarta vs Madura United serta Persita Tangerang vs Bhayangkara FC.
Dua nama pemain muda lokal pun mencuri perhatiannya: penyerang Persita, Hokky Caraka, dan wingback lincah Persija, Dony Tri Pamungkas. Herdman mengaku sangat antusias melihat bagaimana potensi para pemain muda ini berkembang di masa depan.
"Terlalu dini untuk bicara banyak, tapi saya mencari pemain dengan kriteria yang kompleks. Saya ingin melihat pemain muda seperti Hokky dan Dony, melihat bagaimana masa depan mereka nantinya," ungkap Herdman.
Ia menekankan bahwa ujian sesungguhnya bagi para pemain, baik lokal maupun senior, adalah saat mereka berada di lingkungan Timnas Indonesia.
“Saya ingin melihat bagaimana mereka ketika diuji di lingkungan Timnas. Begitu juga dengan pemain senior, saya ingin melihat kontribusi apa yang masih bisa mereka tawarkan untuk tim ini," pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


