gunung padakasih kota cimahi - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Gunung Padakasih, Warisan Alam Hijau di Selatan Kota Cimahi

Mengenal Gunung Padakasih, Warisan Alam Hijau di Selatan Kota Cimahi
images info

Mengenal Gunung Padakasih, Warisan Alam Hijau di Selatan Kota Cimahi


Kota Cimahi telah dikenal sebagai kota militer dengan sejarahnya sebagai pusat pendidikan dan markas militer sejak Hindia Belanda.

Namun, jika Kawan GNFI melipir ke arah selatan, tepatnya di kawasan Cibeber, terdapat sebuah punggungan hijau yang berdiri tegak sebagai penjaga ekosistem perkotaan.

Gunung Padakasih, begitu masyarakat menyebutnya. Gunung ini menjadi salah satu destinasi pendakian oleh wisatawan sejak diresmikan oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, pada tahun 2025.

Tak hanya menawarkan panorama Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat dari puncaknya, kehadiran Gunung Padakasih juga menjadi tumpuan bagi keseimbangan ekosistem di wilayah selatan.

baca juga

Sekilas tentang Gunung Padakasih

Gunung ini terletak di Jalan Kerkof, Gang Padakasih 3, Kelurahan Cibeber, Cimahi Selatan dengan ketinggian 951 meter di atas permukaan laut. Secara geologis, Gunung Padakasih bukanlah sekadar bukit yang berdiri sendiri, melainkan titik tertinggi dari rangkaian Pegunungan Pematang Tengah.

Dilansir dari BandungBergerak.id, pada 19 Desember 2023, Pegunungan Pematang Tengah terdiri atas 20 gunung. Gunung-gunung tersebut sebagian besarkini berada di perbatasan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Ada pun sebagian kecilnya berada di Kabupaten Bandung. 

Kini, peresmian Gunung Padakasih sebagai tempat wisata menyusul tiga tempat wisata yang sudah diresmikan sebelumnya.

Dilansir dari rri.co.id, pada 30 Agustus 2025, Kota Cimahi sudah memiliki tiga desa wisata, yaitu Kampung Adat Cireundeu, Kampung Buyut Cipageran (Kabuci), dan Desa Wisata Legokawi Torobosan Cipageran.

Pengelolaan Gunung Padakasih dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi, warga setempat, dan Tim Jagawana.

baca juga

Langkah Pendakian Gunung Padakasih

Untuk mengakses Gunung Padakasih, Kawan GNFI dapat menggunakan dua akses masuk yakni melalui Gang Padakasih 3 dan Gang H. Akbar.

Gunung Padakasih hanya bisa diakses pada hari Sabtu dan Minggu pukul 05.00–16.00 WIB. Adanya jadwal tersebut bertujuan untuk menjaga harmoni dengan aktivitas petani lokal.

Bagi Kawan GNFI yang merupakan pendaki pemula, jalur ini tergolong ramah dengan durasi pendakian yang singkat, namun tetap menawarkan udara yang menyegarkan. Jarak pendakian sekitar 800 meter dengan waktu tempuh 30-50 menit.

Selama perjalanan, Kawan GNFI akan melewati beberapa tanjakan yang jaraknya tidak terlalu panjang. Di sekitar jalur, pohon-pohon perkebunan tumbuh subur, terutama pohon singkong yang diurus oleh petani lokal.

Terdapat tiga pos selama perjalanan menuju puncak yang masing-masing memiliki nama. Setiba di lahan parkiran, Kawan GNFI akan membayar parkir sebesar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Kawan GNFI baru bisa melakukan registrasi di Pos 1 "Sabda Bumi" dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000 dengan bonus air minum. Sebelum keberangkatan, Kawan GNFI akan ditanya soal benda berpotensi sampah seperti botol air, makanan, dan lainnya. Setelah registrasi, Kawan GNFI dapat mengakses Gunung Padakasih. 

Bila ingin membeli makanan atau minuman, Kawan GNFI dapat mendatangi Pos 2 "Saung Abah Ana" yang merupakan bangunan warung kecil.

Di warung tersebut, terdapat makanan dan minuman yang dijual, bahkan Kawan GNFI bisa menyantap gorengan hangat dan kopi panas di sana. Namun, jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan di Gunung Padakasih

Sebelum melakukan pendakian di Gunung Padakasih, Kawan GNFI perlu memperhatikan beberapa hal. Hal yang paling mendasar adalah kesadaran untuk mematuhi jadwal operasional yang telah ditetapkan.

Mengingat jalur pendakian ini bersinggungan langsung dengan area produktif petani lokal, berkunjung hanya pada hari Sabtu dan Minggu merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap ritme kerja dan mata pencaharian warga sekitar. 

Kawan GNFI juga wajib membawa kembali sampahnya turun dan memastikan tidak ada jejak plastik maupun limbah lain yang tertinggal di jalur pendakian. Hal tersebut akan ditanya petugas sepulang dari puncak.

Upaya membawa perbekalan air minum dalam botol isi ulang sangat dianjurkan. Perihal menjaga lingkungan ini termasuk tidak mengganggu atau memetik tanaman milik warga tanpa izin.

Kesiapan Kawan GNFI juga memegang peranan penting dalam kenyamanan pendakian. Penggunaan alas kaki yang memadai tetap disarankan guna menghadapi kontur tanah yang mungkin licin saat lembap atau setelah hujan.

Pastikan fisik Kawan GNFI berada dalam kondisi segar bugar mengingat kegiatan pendakian ini bukanlah kegiatan serupa jalan santai.

Bagi warga Cimahi dan sekitarnya, Gunung Padakasih adalah warisan hijau yang harus terus dijaga detak jantungnya.

Tujuan menjelajahi puncaknya bukan tentang melepas penat dari hiruk-pikuk kota. Ini adalah tentang membangun kesadaran bahwa kita semua adalah penjaga dari setiap jengkal tanah yang kita pijak. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.