Jika Kawan mulai merasa susah fokus ketika melakukan sesuatu pekerjaan, sangat bergantung pada media sosial, dan sering mengalami cemas, bisa jadi Kawan sudah terkena Brainrot.
Brainrot ialah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunan kemampuan mental maupun intelektual yang diakibatkan oleh konsumsi konten pendek dan receh secara berlebihan. Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan dibawah ini.
Batasi Screen Time dan Multitasking
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi waktu yang kita habiskan untuk berselancar di internet. Biarkan diri kita merasa bosan untuk mengalihkan perhatian dari sosial media, seperti ketika sedang mengantre, menunggu pesanan datang, atau saat berada di kemacetan.
Sebaiknya, kita juga perlu mengurangi kegiatan ganda yang memecah fokus seperti makan sambil menonton tayangan video.
Buatlah agenda kegiatan harian yang harus dikerjakan pada jam-jam tertentu, agar waktu yang ada tidak dihabiskan dengan scrolling sosial media tanpa tujuan.
Pilih Konten Berkualitas dengan Durasi Panjang
Tanpa sadar, otak kita terbiasa menerima dopamine atau kesenangan instan dari konten-konten berdurasi singkat. Kita bisa mengganti tontonan dengan durasi yang lebih panjang, seperti konten edukasi, podcast informatif, tayangan berita, ataupun membaca artikel online.
Kita dapat menemukan konten-konten tersebut di berbagai platform seperti YouTube, Spotify, ataupun kanal berita lainnya.
Dengan demikian, otak akan terbiasa untuk kembali fokus pada suatu hal dengan jangka waktu yang lebih lama.
Latih Otak untuk Berpikir Kritis
Kita bisa mengasah kembali otak untuk lebih effort dalam memperoleh kesenangan dan berpikir kritis dengan membaca buku, mempelajari keterampilan baru, dan memainkan game tantangan. Membaca buku membuat otak bekerja lebih keras, karena dituntut untuk memahami sesuatu secara lebih mendalam.
Dengan mempelajari hal baru, otak juga akan berusaha untuk berpikir lebih kritis saat menerima informasi yang belum ada sebelumnya.
Memainkan game tantangan dapat menghasilkan kepuasan tersendiri ketika berhasil menyelesaikan persoalan dalam permainan tersebut.
Perbanyak Kegiatan Produktif di Ruang Offline
Secara tidak langsung, scrolling sosial media secara terus-menerus menjadikan kita cenderung mengasingkan diri dari kehidupan sosial.
Kita bisa melawannya dengan berkegiatan di alam terbuka, memperbanyak interaksi sosial dengan mengikuti perkumpulan atau komunitas, serta melakukan olahraga secara rutin baik dilakukan sendiri maupun di keramaian.
Hal ini bertujuan untuk menghabiskan waktu kita dengan hal yang bermanfaat dan mengalihkan perhatian dari keinginan untuk kembali membuka sosial media.
Mengatur Pola Hidup Sehat
Semua usaha yang kita lakukan, harus didukung dengan pola hidup yang teratur dan sehat agar menunjukan hasil yang maksimal. Kita bisa mulai dari mengatur jam tidur dengan durasi 7—9 jam dimulai dari sekitar pukul 21.00—23.00.
Hindari penggunaan handphone kurang lebih 30—60 menit sebelum dan sesudah tidur serta usahakan untuk tidak tidur di atas jam 00.00. Imbangi dengan pola makan teratur, disertai dengan komposisi makanan yang sehat. Hindari konsumsi kafein dan gula berlebih, agar tidak mengganggu metabolisme tubuh.
Dengan membiasakan hal-hal di atas, setidaknya kita telah melakukan detox digital yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Data dari Komdigi menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 221 juta pengguna atau setara dengan 79,5% dari total populasi Indonesia.
Angka tersebut tentulah cukup mengkhawatirkan, mengingat perkembangan digital memang selalu menuntut manusia untuk cepat beradaptasi.
Namun, jangan sampai kita terlena oleh kecanggihan teknologi yang semakin maju dan mengabaikan standar hidup yang baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


