Kawan sedang menjelajahi Pulau Sumba bagian barat? Maka singgah ke Air Terjun Lapopu adalah sebuah keharusan.
Terletak di Desa Lapopu Kecamatan Wanokaka air terjun ini berada di dalam kawasan lindung Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang sangat terjaga keasliannya. Berbeda dengan air terjun pada umumnya Lapopu memiliki tipe berundak atau bertingkat yang mengalir deras di atas tebing batu sejauh kurang lebih 90 hingga 100 meter.
Sumber airnya berasal dari pecahan sungai bawah tanah yang muncul melalui gua sehingga sehingga menghasilkan kejernihan air yang luar biasa dengan gradasi warna hijau toska yang menawan.
Sekilas Mengenai Air Terjun Lapopu
Keberadaan air terjun ini sering dianggap sebagai oase bagi para pelancong karena memberikan kesejukan di tengah iklim Sumba yang cenderung panas dan kering. Bentang alam sekitarnya didominasi oleh ngarai kecil dan bebatuan berlumut yang menciptakan suasana magis seperti berada di dunia tersembunyi.
Ketenaran lokasi ini semakin meningkat setelah sempat dijadikan salah satu tempat pengambilan gambar untuk film layar lebar nasional.
Meskipun populer ekosistem di sekitarnya tetap dipertahankan secara alami tanpa banyak konstruksi buatan yang mencolok sehingga sehingga setiap pengunjung dapat merasakan kedamaian simfoni alam yang autentik.
Aktivitas Berenang dan Fasilitas Pendukung di Area Wisata
Aktivitas utama yang paling diminati pengunjung saat berada di Air Terjun Lapopu adalah berenang di kolam alami yang terbentuk di dasar air terjun.
Meskipun aliran air yang jatuh terlihat sangat deras kedalaman kolam di bawahnya cenderung aman untuk aktivitas berenang karena hanya berkisar sekitar dua meter. Air yang sejuk dan segar sangat efektif untuk memulihkan stamina setelah berjalan menyusuri medan bebatuan yang menurun.
Bagi yang tidak ingin basah-basahan duduk bersantai di atas bebatuan besar sambil menikmati piknik adalah pilihan yang sangat nyaman. Suara gemuruh air yang jatuh dan kicauan burung endemik Sumba memberikan atmosfer relaksasi yang maksimal. Di sekitar pos jaga taman nasional telah tersedia fasilitas dasar seperti toilet dan ruang ganti sederhana untuk menunjang kebutuhan wisatawan setelah selesai bermain air.
Perlu diperhatikan bahwa di kawasan utama air terjun belum terdapat penginapan atau hotel sehingga sehingga pengunjung biasanya menginap di Waikabubak dan melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari.
Selain sebagai tempat wisata Air Terjun Lapopu juga memiliki peran vital bagi masyarakat sekitar sebagai sumber air bersih dan memiliki potensi besar sebagai pembangkit listrik tenaga air bagi wilayah pedesaan sekitarnya.
Aksesibilitas dan Cara Menuju Lokasi
Perjalanan menuju Air Terjun Lapopu dapat dimulai dari Waikabubak yang merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Barat atau dari Tambolaka di Sumba Barat Daya.
Kawan perlu menaiki kendaraan pribadi karena belum tersedia transportasi umum yang melayani rute langsung menuju lokasi ini. Jarak tempuhnya sekitar 30 kilometer dari Waikabubak dengan kondisi jalan yang sebagian besar sudah baik namun akan menemui jalur tanah yang belum diaspal saat mendekati kawasan pintu masuk taman nasional.
Karena minimnya rambu petunjuk jalan di sepanjang rute menuju Desa Lapopu sangat disarankan untuk mengajak pemandu lokal atau warga setempat agar perjalanan lebih efisien. Setelah tiba di area parkir atau pos jaga Kawan harus melakukan registrasi dan membayar tiket masuk yang harganya sangat terjangkau sekitar Rp5.000 saja. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki atau trekking ringan sejauh 500 meter menyusuri pinggiran sungai.
Dalam jalur trekking tersebut pengunjung akan melewati sebuah jembatan kayu sederhana yang melintasi aliran sungai. Karena struktur jembatan yang terbatas hanya maksimal dua orang yang diperbolehkan melintas secara bersamaan untuk menjaga keamanan. Setelah melewati jembatan pemandangan megah Air Terjun Lapopu akan langsung terlihat di depan mata dengan segala kemegahannya.
Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung
Kunjungan ke Air Terjun Lapopu paling ideal dilakukan pada musim kemarau antara bulan Mei hingga Oktober.
Pada periode ini debit air cenderung lebih stabil dan tenang sehingga sehingga warna hijau tosca pada kolam alami akan terlihat lebih jernih dan aman bagi aktivitas renang. Sebaliknya saat musim hujan lebat akses menuju lokasi seringkali menjadi lebih menantang dan debit air bisa meningkat secara drastis sehingga sehingga keamanan di sekitar kolam menjadi lebih berisiko.
Kawan disarankan untuk menggunakan alas kaki yang memiliki daya cengkeram kuat seperti sepatu gunung atau sandal outdoor karena medan trekking menuju sungai terdiri dari tanah dan bebatuan yang licin. Pakaian yang dikenakan sebaiknya simpel dan mudah kering agar mobilitas tetap terjaga dengan baik. Membawa perbekalan makanan dan minuman sendiri sangat dianjurkan karena ketersediaan warung di lokasi utama masih sangat terbatas.
Penting juga bagi setiap pengunjung untuk membawa kembali seluruh sampah pribadi dan tidak meninggalkan jejak apa pun di kawasan taman nasional. Pelestarian alam di Lapopu sangat bergantung pada kesadaran wisatawan untuk tetap menghormati habitat burung dan kupu-kupu endemik yang banyak ditemukan di sepanjang jalur sungai.
Ayo Berkunjung ke Air Terjun Lapopu!
Menengok air yang jatuh berundak dari tebing setinggi 100 meter memberikan perspektif baru tentang kekayaan hayati di Nusa Tenggara Timur. Air Terjun Lapopu adalah representasi sempurna dari keindahan alam Sumba yang liar namun tetap mampu memberikan keteduhan bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Jadi kapan Kawan akan merencanakan perjalanan untuk menyaksikan langsung kemegahan Air Terjun Lapopu ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


