Air cucian beras sering dianggap limbah yang tak berguna, padahal cairan keruh ini mengandung pati, asam amino, vitamin B dan E, mineral, dan antioksidan seperti inositol.
Nutrisi yang terlarut selama proses mencuci beras memberi potensi manfaat untuk kecantikan, kesehatan rambut, hingga kesuburan tanaman. Apa saja?
Manfaat Air Cucian Beras
Kandungan Nutrisi dan Mekanisme
Ketika beras dicuci, sebagian zat gizi berpindah ke air. Cairan ini mengandung pati hingga 80%, vitamin B dan E, asam amino, mineral, serta antioksidan seperti gamma‑oryzanol dan inositol. Senyawa tersebut melindungi kulit dari sinar UV dan melawan radikal bebas.
Manfaat untuk Kulit Wajah
Air cucian beras punya reputasi sebagai toner alami. Kandungan gamma‑oryzanol dan vitamin E membantu mencerahkan serta memudarkan bintik hitam, sedangkan inositol bekerja sebagai antioksidan yang menghambat penuaan.
Kandungan dalam gel air beras dapat membantu menekan aktivitas elastase yang berperan dalam menjaga elastisitas kulit dan mengurangi keriput. Manfaat lain termasuk menenangkan iritasi kulit dan mendukung pemulihan eksim. Namun, para ahli menyarankan tetap mengombinasikan dengan perawatan kulit lainnya karena riset masih terbatas.
Manfaat untuk Rambut
Sebagai perawatan rambut, air cucian beras mengurangi gesekan dan meningkatkan elastisitas helai sehingga rambut terasa lebih kuat. Amino acid, vitamin B, C, E, dan inositol membantu memulihkan kerusakan dan merangsang pertumbuhan.
Penggunaannya juga membuat rambut lebih halus dan berkilau. Gunakan sekali atau dua kali seminggu agar rambut tidak kehilangan kelembapan.
Manfaat untuk Tanaman
Air cucian beras adalah pupuk organik yang menyediakan unsur hara makro dan mikro. Penelitian menunjukkan penyiraman 500 ml air beras setiap tiga hari mampu meningkatkan pertumbuhan bibit karet dan kelapa sawit, dan kombinasi pati beras dengan pupuk hayati meningkatkan pertumbuhan nilam.
Air beras fermentasi selama tiga hari menunjukkan potensi meningkatkan bobot kangkung hingga 50-70% dengan luas daun yang lebih besar dibandingkan penggunaan pupuk NPK. Air beras juga memperbaiki populasi bakteri tanah, mendukung fotosintesis, dan meningkatkan ketahanan tanaman.
Cara Pemakaian dan Tips
Kulit: Rendam ½ cangkir beras dalam sekitar 400-600 ml air selama 30 menit, lalu saring dan gunakan airnya sebagai toner atau bilasan wajah.
Sebelum digunakan secara rutin, lakukan uji tempel terlebih dahulu pada area kecil kulit. Jika muncul tanda iritasi atau reaksi tidak nyaman, sebaiknya hentikan penggunaan.
Rambut: Rendam beras yang telah dicuci bersih dalam air selama sekitar 30 menit, lalu saring. Gunakan air rendaman tersebut pada rambut setelah keramas, diamkan selama 15-30 menit, kemudian bilas hingga bersih. Untuk mencegah rambut menjadi kering, batasi penggunaannya hingga 2-3 kali seminggu.
Tanaman: Siram tanaman menggunakan air cucian beras tanpa campuran deterjen setiap beberapa hari. Jika air terlihat terlalu keruh, encerkan terlebih dahulu dengan air bersih. Hindari penggunaan berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan jamur atau menarik hama.
Pemanfaatan air cucian beras menjadi contoh sederhana gaya hidup berkelanjutan yang mudah diterapkan. Kandungan gamma-oryzanol dan vitamin E diketahui membantu menjaga kecerahan serta elastisitas kulit, sementara asam amino dan inositol berperan dalam memperkuat rambut.
Di sisi lain, air cucian beras juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mendukung pertumbuhan dan kesuburan tanaman. Dengan penggunaan yang tepat, limbah dapur ini dapat berubah menjadi solusi alami yang ekonomis, multifungsi, dan ramah lingkungan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


