lpdp 2026 dibuka dengan skema - News | Good News From Indonesia 2026

LPDP 2026 Dibuka dengan Skema Baru, Dorong SDM Unggul Indonesia

LPDP 2026 Dibuka dengan Skema Baru, Dorong SDM Unggul Indonesia
images info

LPDP 2026 Dibuka dengan Skema Baru, Dorong SDM Unggul Indonesia


Program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali dibuka untuk tahun 2026. Berbeda dari tahun‑tahun sebelumnya, pemerintah meluncurkan skema baru yang dirancang khusus untuk mendorong lahirnya SDM unggul Indonesia generasi yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan sekaligus integritas untuk membawa perubahan.

Nah, bagi Kawan GNFI yang berminat untuk mengikuti beasiswa ini, simak informasi lengkapnya tentang jadwal pendaftaran, persyaratan, dan skema lainnya, ya!

Jadwal Pendaftaran dan Persyaratan

Pendaftaran LPDP 2026 tahap 1 dibuka pada 22 Januari 2026 dan ditutup 23 Februari 2026. Setelah mengunggah berkas, pelamar akan melalui beberapa tahapan:

  • Seleksi administrasi berlangsung 24 Februari—12 Maret 2026, hasil diumumkan 13 Maret 2026. Jika merasa ada kekeliruan, pelamar dapat mengajukan sanggah 14—17 Maret dan menerima jawaban 10 April 2026.
  • Tes bakat skolastik dilaksanakan 15–28 April 2026, pengumumannya pada 30 April 2026.
  • Seleksi substansi berupa wawancara mendalam digelar 4 Mei–12 Juni 2026 dengan hasil pada 22 Juni 2026.
  • Periode perkuliahan bagi penerima beasiswa paling cepat dimulai Juli 2026.

LPDP mengintegrasikan beasiswa S1, S2, dan S3 ke dalam sistem satu pintu sehingga proses pendaftaran dan monitoring lebih efisien.

Sebagai catatan, calon penerima perlu mengunggah Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat yang menyertakan nama peserta, program studi, jenjang, serta jadwal mulai kuliah. LoA dengan syarat tambahan (misalnya sponsor pendanaan) masih diterima, LoA tanpa syarat akademik lainnya lebih diprioritaskan.

Skema Baru: STEM dan SHARE

Tahun 2026 menjadi tonggak perubahan dengan hadirnya dua skema baru: STEM Industri Strategis dan SHARE (Social Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).

Tujuannya jelas, menyiapkan SDM unggul yang seimbang antara kompetensi sains‑teknologi dan pemahaman sosial humaniora.

STEM Industri Strategis

Skema ini difokuskan pada delapan sektor prioritas: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi & industrialisasi, digitalisasi (AI dan semikonduktor), serta material & manufaktur maju.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan hanya sekitar 18,47% lulusan Indonesia berasal dari bidang STEM, jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Melalui beasiswa ini, pemerintah ingin menambah jumlah tenaga ahli di sektor‑sektor strategis guna mempercepat industrialisasi dan ketahanan nasional.

SHARE

Sebagai penyeimbang, program SHARE memberi ruang bagi ilmu sosial, humaniora, seni, agama dan ekonomi. Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak cukup tanpa ekosistem pendukung berupa kebijakan publik, layanan sosial, dan etika.

Oleh karena itu LPDP juga memprioritaskan bidang STEM‑related seperti ekonomi, bisnis, hukum dan kebijakan publik untuk mencetak pemimpin masa depan yang humanis dan berintegritas. Kolaborasi antara sains dan humaniora inilah yang menjadi dasar pengembangan SDM unggul.

baca juga

Program Kemitraan (Co‑Funding) dan Skema Bundling

Selain dua skema baru, LPDP 2026 menghadirkan beasiswa kemitraan atau co‑funding yang bekerja sama dengan universitas mitra luar negeri. Melalui skema indai, biaya pendidikan ditanggung bersama antara LPDP dan perguruan tinggi, sehingga jumlah penerima bisa diperbanyak.

Untuk batch 1 tahun 2026 terdapat 12 program kemitraan, misalnya:

  • LPDP–UNSW (Australia) program doktor
  • LPDP–NUS MSVC (Singapura) untuk master ventura
  • LPDP–NTU MBA (Singapura) untuk studi bisnis
  • LPDP–Tsinghua University (Tiongkok) program master of finance
  • LPDP–University of Dundee (Inggris) program master dan doktor bidang energi serta ilmu hayati

Skema bundling memungkinkan pelamar mendaftar dua program sekaligus, jika gagal di jalur kemitraan, pelamar otomatis masuk seleksi beasiswa reguler STEM atau SHARE.

Karena beban biaya ditanggung bersama, LPDP mampu mengirim dua hingga tiga penerima per beasiswa yang sebelumnya hanya satu.

Pendanaan, Kuota, dan Arah Kebijakan

Pemerintah menyiapkan 5.750 kuota beasiswa LPDP 2026 yang terdiri dari 1.000 kursi untuk program Beasiswa Garuda jenjang S1, 4.000 kursi untuk program magister dan doktor, serta 750 kursi untuk program dokter spesialis.

Untuk dokter spesialis, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan LPDP melalui Fellowship Dokter Spesialis dengan prioritas bidang jantung, stroke, urologi/nefrologi dan kanker; pendaftaran gelombang pertama dibuka 1–12 Januari 2026.

LPDP juga mengubah paradigma pembiayaan menjadi impact‑driven. Lembaga tidak hanya menyalurkan dana, tetapi menilai keberhasilan dari kontribusi alumni terhadap pembangunan nasional.

Upaya ini didukung oleh penambahan dana abadi; pada akhir 2025 pemerintah mengalihkan Rp13,25 triliun hasil penindakan korupsi ke dana abadi pendidikan sehingga total dana LPDP mencapai sekitar Rp25 triliun.

Dana tersebut diinvestasikan agar manfaatnya berkelanjutan, hanya hasil pengelolaan yang digunakan untuk pembiayaan beasiswa. Dengan dana dan kuota yang besar serta penekanan pada dampak, LPDP 2026 diharapkan menjadi mesin pencetak SDM unggul yang mampu bersaing secara global.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IW
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.