Siapa yang bisa menolak cita rasa sedap dan gurih dari nasi Padang? Hidangan andalan masyarakat Minang ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri.
Di Singapura, ada satu restoran nasi Padang yang sangat legendaris, yakni Warong Nasi Pariaman. Warong Nasi Pariaman merupakan salah saturumah makan nasi Padang tertua dan paling ikonik di Negeri Singa.
Berdiri sejak 1948, warung ini telah menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Minangkabau di Singapura. Pelanggannya banyak, bukan hanya warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Singapura, tapi juga masyarakat lokal hingga turis.
Sejarah dan Identitas Kuliner Minang di Singapura
Warong Nasi Pariaman didirikan oleh perantau asal Pariaman, Sumatra Barat, H. Isrin. Nama “Pariaman” diambil dari kota asal H. Isrin berasal.
Mengutip tulisan Marsita Omar di situs daring The National Library Singapore, warung makan ini diyakini sebagai gerai nasi padang tertua di Singapura. Bisnisnya bermula dari warung atau kedai kopi yang kemudian dikelola secara turun temurun oleh keluarga H. Isrin.
Bahkan, pada 1992, Warong Nasi Pariaman dikabarkan menyiapkan 50 sampai 60 kg beras per hari. Resep dan bumbu-bumbu yang dipakai pun masih setia dengan resep autentik yang dibuat sejak warung itu berdiri.
Menariknya, istri H. Isrin dikatakan tidak pernah sekali pun membiarkan orang lain mengurus bahan-bahan selama 47 tahun ia berjualan. Kemudian, pada 1998, anak-anaknya menjalankan bisnis itu dan dipimpin oleh seorang putranya yang bernama Sudirman.
Seluruh hidangan dimasak sejak pukul empat pagi. Kemudian, makanan disajikan pada pukul 10 pagi. Di hari Jumat, Warong Nasi Pariaman akan sangat ramai karena banyak orang Melayu yang datang setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Sultan.
Warung Nasi Pariaman terletak di pojok antara North Bridge Road dan Kandahar Street, tak jauh dari Masjid Sultan di kawasan Kampong Glam yang juga merupakan salah satu distrik budaya Melayu yang termasyhur di kota itu. Posisinya sangat strategis, sehingga amat mudah ditemukan.
Pengakuan Ciamik Warong Nasi Pariaman
Warong Nasi Pariaman sangat beken di Singapura. Bukan hanya menjadi favorit warga lokal, warung ini juga mendapatkan sorotan internasional.
Condé Nast Traveler, sebuah majalah perjalanan terkemuka di dunia, pernah memasukkan Warong Nasi Pariman ke dalam daftar 28 Best Restaurants in Singapore. Majalah itu merekomendasikan warung legendaris ini sebagai salah satu restoran yang layak dicoba oleh pelancong dan pecinta kuliner.
Selain itu, tempat ini juga pernah mengantongi Heritage Heroes Award, penghargaan yang diberikan pada usaha kuliner yang dianggap berjasa dalam melestarikan tradisi makanan lokal dan legasi generasi ke generasi.
Warung ini menjajakan menu-menu khas warung Padang, seperti rendang, ayam gulai, ikan goreng, ikan goreng, ikan gulai, telur, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga set nasi bento dengan bebagai lauk yang menggugah selera.
Harga yang diberikan pun bermacam-macam, tergantung menu. Yang termurah adalah SGD1.20 untuk satu biji telur goreng. Sementara itu, harga tertingginya diberikan pada set bento beraneka menu, yakni SGD13.90.
Kawan GNFI, pada 21 Januari 2026, Warung Nasi Pariaman mengumumkan untuk menutup gerai mereka, di mana pada 31 Januari 2026 menjadi hari terakhir operasional mereka. Dalam akun Instagram resminya, pengelola berterima kasih sekaligus meminta maaf akibat pengumuman yang amat mendadak itu.
“Kami dengan tulus sangat berterima kasih atas seluruh dukungan dan kepercayaan Anda yang tak terhingga selama bertahun-tahun. Kami mohon maaf atas pengumuman mendadak ini dan mohon pengertiannya, karena ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi kami,” tulis @pariamanmasakanpadang.
Warong Nasi Pariaman sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam wisata kuliner Singapura. Selama hampir delapan dekade, warung ini konsisten mengusung cita rasa asli Padang di tanah rantau. Hal ini yang membuatnya dihormati sebagai salah satu warisan kuliner yang autentik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


