Universitas Bina Nusantara (Binus) ialah institusi pendidikan tinggi yang telah dikenal akan reputasinya di Indonesia. Perguruan tinggi swasta ini telah puluhan tahun berkontribusi untuk bangsa melalui para lulusannya yang terlatih berkarya secara profesional.
Kini Binus yang diasuh Bernard Gunawan selaku CEO Binus Group telah memiliki 14 kampus di seluruh Indonesia dan membentuk SATU University sejak tahun 2023 lalu. Tentu ini adalah perkembangan pesat bagi Binus yang berakar bukan dari institusi pendidikan tinggi, melainkan tempat kursus komputer.
Bermula dari Kursus Komputer
“Memang Binus berawal dari sebuah kursus komputer bernama Modern Computer Course pada tahun 1974. Pada saat itu kursusnya memang komputer sebagai sesuatu yang baru untuk Indonesia tentunya. Dari situ kami menyadari bahwa tujuan daripada kursus yang kita siapkan sebenarnya bukan hanya mengajar, tapi punya visi misi untuk membangun manusia Indonesia yang siap berkompetisi,” ucap Bernard kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Konsistensi lalu dijaga tempat kursus komputer tersebut sampai puluhan tahun kemudian Binus berubah menjadi institusi pendidikan tinggi pada 1996. Peningkatan kualitas terhadap pengajaran lalu dikerahkan agar mencetak lulusan terbaik yang berguna di masyarakat.
“Kata kuncinya adalah kualitas sehingga pada saat di awal kita sudah melihat dan mengerti bagaimana meningkatkan kualitas. Kami punya prinsip bahywa kami harus sampai pada sana sehingga kualitas dari student yang kita harapkan bisa bersaing dengan perguruan-perguruan tinggi di luar sana,” katanya lagi.
Ekspansi Binus
Kampus Binus tidak hanya ada di Jakarta dan Tangerang Selatan, tetapi sudah ekspansi ke banyak kota. Sampai saat ini todal ada 14 kampus Binus di sejumlah kota di Indonesia.
Bernard menjelaskan bahwa tiap-tiap cabang bagian akademiknya sistem yang dianut desentralisasi. Namun, soal pengoperasian kampus, seluruh cabang akan ditangani langsung oleh Binus pusat.
“Jadi centralized operation itu misalnya di Malang perlu penambahan areal parkir itu bukan urusannya Malang, bukan direktur yang ngurusin akademis, tapi channeling ke pusat korporasinya. Untuk parkir mereka yang provide, menyiapkan sampai pelaksanaannya sehingga direktur ngurusin fokus (kualitas akademiknya),” ucap Bernard.
Binus rupanya tidak mau berhenti ekspansi. Setelah terbaru Medan dan Makassar, Bernard mengaku perusahaannya siap menyasar Pulau Bali untuk membuka cabang di sana.
“Sesuai legasi dari founding father kami Bapak Joseph Wibowo bahwa membina nusantara tentunya ke depan kita tetap melanjutkan membuka di kota-kota lain yang nanti akan kita survei dan putuskan. Misalnya Bali itu juga potensial,” ujarnya lagi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

