Cerita dari para penjelajah yang berkeliling ke berbagai daerah menjadi salah satu kisah yang menarik untuk disimak. Tahukah Kawan, kisah para petualang ini, khususnya yang menjalankan misi keliling Indonesia tidak hanya bisa dijumpai saat sekarang saja.
Mundur beberapa dekade ke belakang, ternyata sudah ada sederet petualang yang menjalankan misi berkeliling Indonesia. Salah satu contohnya bisa Kawan temukan pada pertengahan 1950-an.
Saat itu ada satu petualang yang menjalankan misi untuk berkeliling Indonesia. Petualang yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah tersebut bernama Sardjono.
Menariknya, Sardjono tidak membawa kendaraan pribadi dalam misi perjalanannya tersebut. Sardjono menjalankan misi ini dengan bermodalkan fisiknya saja.
Meskipun demikian, banyak cerita menarik yang didapatkan Sardjono dari perjalanan yang dia lakukan ini. Lantas bagaimana momen ketika Sardjono menjalankan misi keliling Indonesia pada 1954 silam?
Memulai Perjalanan pada 1954
Dilansir dari artikel "2 1/2 Th. Mendjeladjah 38 Pulau, Beaja Rp. 10.000." yang terbit di surat kabar Nasional edisi 23 Mei 1957, Sardjono merupakan seorang pemuda yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Dirinya diketahui merupakan alumni dari STM Semarang pada waktu itu.
Sardjono memulai misi perjalanannya untuk berkeliling Indonesia pada 1954 silam. Ketika artikel tersebut dirilis, Sardjono sudah berhasil berkunjung ke 38 pulau di timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara dan Sulawesi dalam kurun waktu dua setengah tahun.
Dirinya melakukan perjalanan ini dengan bermodalkan fisik saja. Sardjono tidak membawa kendaraan pribadi dari titik awal perjalanannya dalam misi tersebut.
Pada 1957, Sardjono kembali ke kampung halamannya, Semarang untuk beristirahat sejenak. Selepas itu, dirinya melanjutkan perjalanan ke Kalimantan dan Sumatra yang ditargetkan selesai dalam jangka waktu 8 bulan.
Habiskan Biaya Rp10 Ribu
Dari perjalanan yang sudah dia lakukan pada 1954 hingga 1957, Sardjono sudah menghabiskan biaya sebesar Rp10 ribu. Namun perlu diingat, Rp10 ribu pada waktu itu tentu berbeda nilainya dengan apa yang bisa Kawan jumpai saat ini.
Sardjono menggunakan biaya pribadi sepenuhnya untuk perjalanan ini. Dirinya diketahui melakukan berbagai macam pekerjaan untuk mendanai misi perjalanannya tersebut.
Tidak hanya itu, Sardjono juga mencari pekerjaan di daerah tujuan yang dia sambangi. Misalnya, Sardjono pernah bekerja sebagai buruh pabrik hingga penjaga tiket bioskop.
Hasil dari pekerjaan inilah yang kemudian dia gunakan untuk mendanai perjalanannya keliling Indonesia pada waktu itu.
Pengalaman Berharga Selama Perjalanan
Misi Sardjono keliling Indonesia ternyata tidak hanya sekadar perjalanan kosong saja. Sardjono mendapatkan banyak pengalaman berharga dari perjalanannya tersebut.
Dalam artikel itu, Sardjono menjelaskan bahwa dia bisa mempelajari berbagai macam tradisi serta bahasa dari setiap daerah yang dia kunjungi. Tidak hanya itu, dia juga bisa melihat berbagai macam barang unik dan bersejarah dari setiap pulau tersebut.
Barang-barang ini juga dihadiahkan oleh penduduk setempat pada Sardjono sebagai oleh-oleh dari saan. Salah satu hadiah yang diterima oleh Sardjono adalah anak panah yang diberikan oleh masyarakat suku Aru dan tombak dari orang-orang Dayak yang tinggal di Pulau Kei.
Sardjono juga mendapatkan hadiah burung cenderawasih dari penduduk yang ada di Seram. Nantinya Sardjono berniat untuk menyerahkan hadiah-hadiah dari perjalanannya ini pada salah satu museum yang ada di Pulau Jawa.
Selain itu, Sardjono juga berniat untuk merangkum kisah perjalanannya ini dalam sebuah buku. Dengan demikian, cerita dirinya keliling Indonesia ini bisa memperkaya khazanah literatur yang berkembang pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


