de javasche bank surabaya menyelami kisah bank sirkulasi pertama hindia belanda - News | Good News From Indonesia 2026

De Javasche Bank Surabaya, Menyelami Kisah Bank Sirkulasi Pertama Hindia Belanda

De Javasche Bank Surabaya, Menyelami Kisah Bank Sirkulasi Pertama Hindia Belanda
images info

De Javasche Bank Surabaya, Menyelami Kisah Bank Sirkulasi Pertama Hindia Belanda


Jika Kawan GNFI sedang berada di Surabaya cobalah untuk singgah ke Jalan Garuda Nomor 1 guna mengunjungi De Javasche Bank.

Gedung yang kini berfungsi sebagai Museum Bank Indonesia ini merupakan bukti sejarah panjang sistem perbankan di Indonesia sejak era kolonial. De Javasche Bank (DJB) resmi berdiri pada 24 Januari 1828 atas perintah Raja Willem I dengan fungsi utama mengatasi masalah keuangan pemerintah Hindia Belanda setelah VOC bangkrut.

Cabang Surabaya sendiri dibuka pada 14 September 1829 sebagai bagian dari ekspansi DJB ke kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa. Pada tahun 1904 bangunan asli di lokasi ini dihancurkan untuk dibangun kembali dengan arsitektur Neo-Renaissance yang lebih modern dan adaptif terhadap iklim tropis.

Setelah masa nasionalisasi oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1951 gedung ini sempat menjadi kantor Bank Indonesia perwakilan Surabaya hingga tahun 1972 sebelum akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya pada 27 Januari 2012.

Struktur bangunan ini memiliki tiga lantai yang masih terjaga keaslian arsitekturnya sehingga sehingga pengunjung dapat melihat langsung kemegahan gedung tua ini. Pengelolaan museum dilakukan oleh Bank Indonesia untuk memberikan edukasi mengenai sejarah ekonomi dan sistem keuangan negara kepada masyarakat luas.

 

Sekilas Mengenai Museum Bank Indonesia Surabaya

Koleksi yang ditampilkan di dalam Museum De Javasche Bank Surabaya terbagi ke dalam tiga area utama yang masing-masing memiliki tema berbeda.

Ruangan pertama adalah Ruang Koleksi Mata Uang Lama yang dulunya berfungsi sebagai kamar aman penyimpanan deposito (safe deposit box). Di ruangan ini pengunjung dapat melihat berbagai jenis mata uang kuno Indonesia serta uang gulden yang pernah dicetak dan diedarkan oleh DJB selama masa operasionalnya.

Area kedua adalah Ruang Koleksi Harta Budaya yang memajang berbagai peralatan operasional bank dari masa lampau. Kawan bisa melihat mesin-mesin perbankan lama, mesin tik kuno, hingga peralatan display sejarah sistem perbankan yang memberikan gambaran mengenai cara kerja perbankan sebelum era digital. Koleksi ini memberikan wawasan mengenai transisi teknologi dalam dunia keuangan di Indonesia khususnya di wilayah Surabaya.

Ruangan ketiga mencakup Koleksi dari Konservasi yang berisi materi bangunan asli yang diganti selama proses restorasi gedung. Foto-foto lama Surabaya tempo dulu juga dipajang di sepanjang dinding museum sehingga sehingga memberikan konteks sejarah mengenai perkembangan kota di sekitar area pelabuhan dan pusat perdagangan lama.

 

Fasilitas Pengunjung dan Pelayanan Pemandu Wisata

Fasilitas di Museum De Javasche Bank sudah cukup lengkap dan memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung selama berkeliling. Tersedia area parkir kendaraan, toilet, musala, hingga kantin yang dikelola secara teratur di dalam lingkungan gedung. Pengelola juga menyediakan pemandu wisata yang dapat mendampingi pengunjung untuk menjelaskan sejarah setiap sudut gedung secara mendalam.

Pelayanan pemandu wisata ini diberikan secara gratis sehingga sehingga pengunjung dapat lebih memahami nilai sejarah tanpa harus mencari informasi secara mandiri. Pemandu akan menjelaskan detail mengenai hak istimewa (octrooi) yang dimiliki DJB sebagai bank sirkulasi pertama di Asia serta perannya dalam menjaga stabilitas nilai mata uang di masa lalu.

Selain sebagai tempat belajar sejarah gedung ini juga sering dimanfaatkan sebagai objek penelitian bagi pelajar dan akademisi yang tertarik pada bidang ekonomi maupun arsitektur kolonial. Suasana di dalam gedung sangat tenang dengan pencahayaan yang disesuaikan untuk melindungi koleksi kertas dan logam yang sudah berusia ratusan tahun.

 

Informasi Jam Operasional dan Lokasi Museum

Kabar baik bagi Kawan yang ingin mengunjungi museum ini adalah tidak dipungut biaya masuk sama sekali.

Museum Bank Indonesia Surabaya buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB termasuk pada hari libur nasional tertentu. Namun biasanya museum akan tutup pada hari Senin untuk keperluan perawatan rutin dan kebersihan gedung.

Lokasi museum ini berada di Jalan Garuda Nomor 1 Krembangan tepat di jantung kawasan Surabaya Utara yang dikenal sebagai area Kota Tua. Jaraknya hanya sekitar 6 kilometer dari Alun-alun Kota Surabaya sehingga sehingga sangat mudah dijangkau menggunakan berbagai moda transportasi darat. Lokasinya yang berdekatan dengan Jembatan Merah menjadikannya bagian dari rute wisata sejarah yang populer di Surabaya.

Karena lokasinya berada di jalan satu arah pengunjung disarankan untuk memperhatikan papan petunjuk jalan agar tidak terlewat dari gerbang utama gedung. Area parkir yang disediakan berada di bagian samping gedung yang juga dijaga oleh petugas keamanan internal bank.

 

Akses Menuju Kawasan Kota Tua Surabaya

Akses menuju De Javasche Bank Surabaya sangat mudah karena berada di jalur utama pusat perkantoran lama. Pengunjung dapat menggunakan transportasi umum seperti bus Trans Semanggi atau angkutan kota yang melintasi area Jembatan Merah.

Dari Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut jaraknya cukup dekat sehingga sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa transportasi daring dalam waktu singkat.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi jalur masuk dapat dilalui melalui Jalan Rajawali kemudian berbelok menuju Jalan Garuda. Karena lokasinya berada di lingkungan cagar budaya yang padat disarankan untuk datang pada pagi hari agar mendapatkan area parkir yang lebih leluasa.

 

Ayo Pelajari Sejarah Perbankan di De Javasche Bank Surabaya

Melihat koleksi uang gulden dan mesin perbankan lama di gedung Neo-Renaissance ini akan memberikan pemahaman mendalam mengenai fondasi ekonomi bangsa. De Javasche Bank Surabaya bukan sekadar bangunan tua melainkan saksi bisu perkembangan sistem keuangan dari masa ke masa.

Jadi kapan Kawan akan merencanakan kunjungan ke Museum Bank Indonesia di Surabaya Utara ini?

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.