jaga kestabilan rupiah intervensi bi mampu stabilkan ekspektasi pasar - News | Good News From Indonesia 2026

Jaga Kestabilan Rupiah, Akankah Intervensi BI Bisa Stabilkan Ekspektasi Pasar?

Jaga Kestabilan Rupiah, Akankah Intervensi BI Bisa Stabilkan Ekspektasi Pasar?
images info

Jaga Kestabilan Rupiah, Akankah Intervensi BI Bisa Stabilkan Ekspektasi Pasar?


Kondisi pasar valuta asing nasional sedang berada dalam fase yang memerlukan perhatian intensif seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Mata uang nasional terpantau bergerak melemah hingga nyaris menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat pada Januari 2026. Situasi ini menunjukkan adanya dinamika yang tidak seimbang antara ketersediaan pasokan dolar dengan tingginya permintaan di pasar domestik sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi makro secara luas.

Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) memberikan penilaian bahwa fenomena depresiasi ini sangat dipengaruhi oleh faktor ketersediaan dolar di pasar serta cara investor memandang prospek nilai tukar ke depan. Ketidakseimbangan tersebut menuntut adanya langkah nyata dari otoritas moneter agar volatilitas rupiah tetap berada dalam batas aman. Dinamika harga di pasar menunjukkan bahwa rupiah saat ini sedang menghadapi ujian resiliensi di tengah ketidakpastian kondisi finansial global yang dinamis.

Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, memberikan penjelasan bahwa pergerakan rupiah terhadap dolar pada dasarnya merupakan cerminan dari volume suplai mata uang asing itu sendiri. Dalam perspektif ekonomi pasar, dolar diposisikan sebagai komoditas yang harganya sangat bergantung pada stok yang tersedia di pasar terbuka. Ketika jumlah dolar yang beredar terbatas, harganya secara otomatis akan meningkat sehingga menyebabkan rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang tersebut.

“Dolar itu seperti komoditas. Kalau barangnya banyak harganya murah, kalau barangnya sedikit harganya mahal. Ketika suplai dolar rendah, harganya otomatis meningkat. Dampaknya, rupiah otomatis terdepresiasi,” ujar Piter Abdullah.

 

Mekanisme Suplai Dolar dan Pengaruh Ekspektasi Global

Ketersediaan valuta asing di dalam negeri berkaitan erat dengan ekspektasi yang berkembang di tingkat global terhadap kekuatan dolar. Piter Abdullah menyatakan bahwa perilaku para pemegang dolar sangat bergantung pada keyakinan mereka mengenai apakah dolar akan terus menguat atau justru melandai di masa depan. Apabila terdapat persepsi bahwa nilai dolar akan terus menanjak, para pemilik valas cenderung menahan aset mereka sehingga stok dolar di pasar menjadi langka.

Kondisi penahanan aset ini secara langsung memberikan tekanan tambahan terhadap posisi rupiah. Kelangkaan stok di pasar mengakibatkan permintaan yang ada tidak dapat terpenuhi secara optimal sehingga harga dolar terus terkerek naik. Mekanisme tersebut berjalan mengikuti pola psikologi pasar yang menentukan sejauh mana likuiditas valuta asing dapat mengalir dalam sistem keuangan nasional setiap harinya.

Selain pengaruh eksternal, kondisi ekonomi di tingkat nasional memberikan kontribusi terhadap fluktuasi nilai tukar. Ketidakpastian dalam dinamika ekonomi serta arah kebijakan di dalam negeri sering kali mendorong munculnya sentimen negatif terhadap rupiah. Situasi ini membuat para pelaku usaha, termasuk eksportir dan pemilik dolar, memilih untuk menyimpan mata uang asing mereka daripada mengonversinya ke dalam rupiah sebagai bentuk langkah antisipasi.

Hal tersebut menyebabkan aliran likuiditas valuta asing di pasar domestik menjadi terhambat dalam jangka waktu yang lebih lama. Keterbatasan suplai di tingkat lokal ini memperburuk posisi rupiah yang sudah tertekan oleh kondisi global. Pengelolaan terhadap sentimen pelaku usaha menjadi bagian penting agar aliran valas tetap bergerak masuk ke dalam sistem keuangan nasional secara lancar sehingga kebutuhan industri terhadap mata uang asing dapat terpenuhi tanpa harus memicu gejolak harga yang ekstrem.

 

Urgensi Intervensi Bank Indonesia dalam Menstabilkan Pasar

Menyikapi tekanan yang dialami rupiah, peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diposisikan sebagai faktor penentu dalam menjaga keseimbangan pasar valuta asing. Piter Abdullah menegaskan bahwa intervensi yang dilakukan oleh bank sentral diperlukan guna menstabilkan ekspektasi investor serta memastikan ketersediaan dolar tetap terjaga bagi para pelaku pasar. Langkah ini diambil guna meredam spekulasi berlebihan yang dapat memperparah pelemahan nilai tukar.

Tindakan stabilisasi oleh Bank Indonesia memengaruhi perilaku para pemegang dolar dengan memberikan kepastian mengenai arah kebijakan moneter. Melalui intervensi yang terukur, bank sentral berupaya mengendalikan psikologi pasar agar para pemilik modal tidak terus menahan aset valas mereka tanpa dasar fundamental yang jelas.

“Selama ekspektasi negatif masih tinggi, dolar akan terus langka karena pemegangnya tidak mau melepasnya. Intervensi BI diperlukan agar ekspektasi bisa terkendali,” kata Piter Abdullah.

 

Sinergi Pengelolaan Suplai dan Pengendalian Psikologi Pasar

Prasasti memberikan catatan bahwa keberhasilan dalam menjaga stabilitas rupiah bergantung pada perpaduan antara manajemen suplai fisik dolar dan pengendalian ekspektasi pasar secara bersamaan.

Melalui mekanisme kebijakan yang tepat, tekanan terhadap mata uang nasional dapat dikurangi secara sistematis sesuai dengan kebutuhan likuiditas pasar yang sebenarnya. Nilai tukar yang stabil merupakan faktor penunjang bagi aktivitas ekonomi secara menyeluruh sehingga daya beli masyarakat serta biaya operasional industri tetap terjaga.

Upaya ini memerlukan pemantauan pasar secara berkelanjutan agar otoritas moneter dapat mengambil tindakan yang responsif terhadap setiap perubahan situasi. Pengelolaan sentimen pasar tetap menjadi agenda utama dalam memastikan rupiah tidak mengalami gejolak yang dapat mengganggu iklim investasi dan kepastian usaha di dalam negeri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.