john herdman dan pola harapan baru timnas indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

John Herdman dan Pola Harapan Baru Timnas Indonesia

John Herdman dan Pola Harapan Baru Timnas Indonesia
images info

John Herdman dan Pola Harapan Baru Timnas Indonesia


Kekecewaan, kesedihan hingga trauma para pecinta sepakbola tanah air atas kegagalan skuad garuda melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 masih menyisakan luka.

Untungnya baru-baru ini, PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia pada 3 Januari 2026.

Kedatangan John Herdman sebagai pengisi kursi pelatih kepala yang sebelumnya ditinggalkan Patrick Kluivert perlahan membawa harapan baru. Namun, yang harus diperhatikan, pergantian pelatih juga membentuk kecemasan publik.

Perlu waktu dan pembuktian prestasi dari nahkoda asal Inggris itu untuk mengembalikan kepercayaan supporter. Namun sepertinya, optimisme terhadap John Herdman kali ini seperti akan terasa berbeda.

Jika melihat kembali riwayat kepelatihan masa lalu terdapat persepsi adanya pola naik turun prestasi dalam tubuh skuad garuda.

Pola Naik Turun Prestasi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kerap bergerak dalam siklus ekstrem. Performa yang jauh dari kata konsisten selalu membayang-bayangi ekspektasi jutaan pendukung.

Permainan apik yang disuguhi dalam satu sampai dua pertandingan sulit dinikmati kembali pada periode atau pertandingan selanjutnya. Kemenangan dan penampilan indah cenderung belum stabil dalam jangka panjang.

Namun, situasi ini terkadang menjadi titik balik dimana pergantian pelatih kepala menjadi momen krusial.

Deretan pelatih-pelatih yang tercatat menangani skuad merah putih kerap membawa sejarah prestasi dan kemenangan. Namun, juga perlu digaris bawahi kedatangan mereka juga berpotensi menghancurkan ekspektasi publik. 

Luis Milla dan Fondasi Awal Kebangkitan

Kedatangan pelatih asal Spanyol, Luis Milla di pucuk pimpinan timnas Indonesia saat itu membawa sedikit harapan. Dengan membawa identitas khas sepakbola asal negeri matador, Luis Milla berhasil menghasilkan ciri khas sepakbola dengan permainan cepat dan kolektif.

Tidak hanya membesut timnas senior, nahkoda asal spanyol tersebut juga membentuk kerangka muda timnas U-23 yang berjenjang ke senior. Identitas dan progres permainan pun mulai terlihat. Membesut timnas U-23 di turnamen Sea Games 2017, ia sukses membawa medali perunggu.

Harapan publik pun mulai tumbuh, puncaknya pada gelaran Asian Games 2018 dimana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Di luar dugaan skuad garuda berhasil melaju lolos fase grup dengan permainan apik hingga lolos ke babak 16 besar. 

Fase Kemunduran di Era Simon McMenemy

Setelah sempat tersenyum berkat penampilan apik timnas Indonesia di bawah Luis Milla, nampaknya pendukung harus kembali was-was. Harapan publik yang sebelumnya mulai tumbuh perlahan kembali merosot setelah Simon Mcmenemy pelatih asal Skotlandia membesut skuad garuda.

Setelah pondasi awal yang sudah dibangun Luis Milla, Kedatangan Simon Mcmenemy itu diharapkan dapat melanjutkan misi membawa timnas Indonesia berbicara banyak pada kualifikasi piala dunia 2022.

Sayangnya, ekspektasi yang diberikan para pendukung tidak terjawab. Performa tim cenderung stagnan hingga menurun.

Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia menjadi puncaknya setelah rentetan buruk yang menemani dalam 4 kekalahan laga awal. Imbasnya kepercayaan publik pun kembali melemah.

Lonjakan Kualitas bersama Shin Tae-yong

Setelah harapan yang berakhir sirna, perlahan sinar itu kembali terlihat. Diluar dugaan, pelatih asal Korea Selatan ditunjuk melatih timnas Indonesia. Keraguan sempat datang, karena Eropa sebagai kiblat sepakbola biasanya lebih dilirik daripada wilayah Asia baik dari pelatih hingga pemain.

Namun, harapan itu perlahan datang. Shin Tae Yong dengan semangat era baru khas Asia yang mengedepankan disiplin, fisik dan mentalitas menjadi titik balik perubahan.

Panggung awal nahkoda asal negeri ginseng itu dimulai pada Piala AFF 2020, di tengah rasa pesimisme skuad yang mayoritas dihuni para pemain muda berhasil melenggang ke babak Final meski akhirnya harus puas berada di posisi runner up.

Perlahan optimisme, sorotan, dan kepercayaan kembali datang dari para pendukung. 

Proses jangka panjang kembali diusung. Kepercayaan yang kembali diamankan jutaan rakyat Indonesia perlahan kembali membuahkan hasil. Rentetan prestasi dan daya saing kembali menguatkan posisi skuad Garuda.

Salah satunya yaitu lolosnya timnas Indonesia ke Piala Asia 2024 yang membawa langkah baru, bahkan mencetak sejarah dengan lolos ke fase 16 besar. Tidak berhenti di situ, dengan mayoritas timnas senior yang diisi para pemain muda menambah keunggulan dibanding negara lain.

Kemudian, pada piala Asia U-23 2024, tim yang dibentuk pondasinya sejak lama berhasil lolos ke babak semifinal. Prestasi ini tentu menorehkan sejarah bagi sepakbola nasional.

Puncaknya pada kualifikasi piala dunia 2026, euforia itu kembali menggelegar. Sorakan stadion, animo penonton hingga jutaan interaksi di media sosial turut meramaikan prestasi skuad garuda

Meskipun timnas Indonesia harus berjuang dari ronde 1, skuad asuhan Shin Tae Yong ini berhasil lolos sampai ronde ketiga. Bertemu dengan tim-tim besar seperti Arab Saudi, Australia hingga Jepang lantas tak membuat mereka gentar tapi justru merepotkan tim lawan.

Namun sayangnya, kenangan Indah bersama pelatih asal Korea Selatan itu harus berakhir lebih cepat.

baca juga

Transisi yang Belum Meyakinkan di Era Patrick Kluivert

Di Tengah persaingan sengit meraih satu tiket ke piala dunia, pelatih asal Belanda datang ke tanah air untuk memenuhi ekspektasi besar para pendukung.

Patrick Kluivert dengan nama besarnya dahulu sebagai pemain tajam di lapangan, berani mengemban amanah besar tersebut. Harapan besar dan rasa optimisme dengan skuad mewah yang dipenuhi pemain latar belakang Eropa turut mendukung ekspektasi untuk pertama kalinya mencicipi gelaran 4 tahunan FIFA yakni piala Dunia edisi 2026.

Namun sayangnya hadapan itu belum sepenuhnya terwujud. Inkonsistensi performa kembali menghantui skuad garuda.

Meski berhasil lolos ke ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, timnas Indonesia harus mengubur kembali mimpi tersebut setelah kekalahan beruntun melawan Arab Saudi dan Irak. 

John Herdman dan Harapan Baru Publik Tanah Air

Kisah panjang perjalanan timnas Indonesia sampai kapanpun harus terus berlanjut. John Herdman yang ditunjuk melatih timnas Indonesia kali ini akan hadir di tengah siklus historis tersebut.

Rekam jejaknya dengan lolos ke piala dunia bersama timnas Kanada baik pria maupun wanita tidak bisa dianggap remeh. Hal tersebut membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih pembawa sejarah.

Datangnya pelatih asal Inggris tersebut seakan-akan membawa pola manis terulang kembali. Jika melihat uraian sebelumnya, setelah masa kelam atau kegagalan pelatih yang membesut skuad garuda, pola selanjutnya akan ada masa dimana kesuksesan bersama pelatih lain datang.

Meskipun hal ini bukan sesuatu yang pasti dan bisa dipengaruhi berbagai hal. Namun, setidaknya bisa membangkitkan gairah dan harapan kembali bagi pecinta sepakbola tanah air.

baca juga

Antara Pola Sejarah dan Realitas Lapangan

Memang, kita harus menyadari bahwa pola tidak selalu menjamin hasil. Dalam dunia sepakbola yang bundar, tidak ada perhitungan pasti diatas kertas seperti soal matematika yang jawabannya objektif.

Banyak faktor tertentu selain pelatih yang membawa kemenangan setiap pertandingan. Mulai dari pemilihan pemain, kualitas pembinaan hingga faktor lain seperti wasit, jadwal pertandingan dan cuaca.

Datangnya John Herdman memang bukan jaminan kesuksesan timnas Indonesia, tetapi bisa menjadi simbol harapan baru. Sejarah atau masa lalu berpotensi menjadi satu acuan dalam membentuk optimisme publik. Lewat sejarah kita dapat mengukur kesempatan, peluang dan tantangan dalam meraih sebuah mimpi.

Memang perlu jalan yang berliku-liku dan penuh rintangan. Ke depannya waktu dan proses yang akan menjawab semua mimpi yang dibangun para pendukung timnas Indonesia.

John Herdman diharapkan dapat mengulang prestasi bahkan mencetak sejarah baru yang penuh makna. Lolos kualifikasi piala dunia 2030 menjadi kepingan mimpi yang perlahan dapat dicicil mulai saat ini.

Harapan itu seharusnya bukan lagi sebatas mimpi tapi dapat terwujud dalam satu tiket bersejarah “Indonesia Lolos Piala Dunia 2030”

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MU
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.