desa sade lombok - News | Good News From Indonesia 2026

Desa Sade Lombok, Keunikan dan Pesona Rumah Tradisional Suku Sasak yang Ramah Lingkungan

Desa Sade Lombok, Keunikan dan Pesona Rumah Tradisional Suku Sasak yang Ramah Lingkungan
images info

Desa Sade Lombok, Keunikan dan Pesona Rumah Tradisional Suku Sasak yang Ramah Lingkungan


Desa Sade merupakan suatu desa tradisional di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki daya tarik wisata bernuansa pedesaan khas suku Sasak.

Tahukah Kawan GNFI, suku Sasak yang mendiami Desa Sade ini masih mempertahankan kearifan lokal dalam menjaga keaslian desa. Tradisi Suku Sasak di Desa Sade ini cukup unik dan menjadi daya tarik wisata budaya yang patut Kawan GNFI sambangi.

Memasuki Desa Sade, wisatawan akan disuguhkan dengan kearifan lokal khas Suku Sasak yang tiket masuknya seikhlasnya, bahkan gratis.

Namun, ada syarat tertentu, seperti tidak boleh memakai celana pendek, tidak berteriak-teriak atau menyakiti sesama, dan tidak diperbolehkan masuk ke rumah penyimpanan pusaka.

Ingin tahu, apa saja keunikan dan tradisi Suku Sasak yang ada di Desa Sade? Simak selengkapnya, ya, Kawan GNFI untuk #MakinTahuNTB.

baca juga

Keunikan Desa Sade Lombok

Keunikan Desa Sade memang terkesan masih sangat tradisional dengan masyarakat yang mendiaminya merupakan suku Sasak asli Lombok. Dalam kesehariannya, mereka masih sangat kental dengan sistem sosial dan memegang teguh adat Sasak tempo dulu.

Desa Sade juga dikenal sebagai desa dengan bangunan tradisionalnya yang unik dan mayoritas penduduknya masih berkaitan darah satu sama lain. Masyarakat Desa Sade umumnya bekerja sebagai petani, sementara para wanita berprofesi sebagai penenun yang membuat kain sesek.

Keunikan lainnya yakni suku Sasak di Desa Sade ini memiliki kebiasaan bersih-bersih Bale Tani dengan kotoran kerbau dan abu jerami hingga menimbulkan aroma khas di sekitarnya. Tujuannya, agar lantainya tampak mengkilat, licin, dan terlindungi dari gangguan serangga.

Kotoran kerbau diyakini sebagai bahan antiseptik alami yang dapat mengusir nyamuk, membuat lantai nyaman diinjak, serta memberikan kehangatan saat malam hari.

Kegiatan bersih-bersih ini rutin dilakukan selama dua kali seminggu untuk memastikan lantai tetap bersih dan bebas dari retakan di mana kebiasaan ini telah dilakukan secara turun temurun.

Menjelajahi Pesona Air Terjun Sendang Gile di Lombok

Rumah Tradisional Ramah Lingkungan di Desa Sade

Arsitektur rumah adatnya khas dengan tata letak perumahan yang berjajar dan bangunan seragam, di mana masyarakat Sasak kenal dengan Bale Tani dan Lumbung.

Kedua bangunan ini fungsinya berbeda, di mana Bale Tani digunakan untuk tempat tinggal dan Lumbung digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian seperti padi atau kebutuhan lainnya.

Bale Tani memiliki keunikan karena terbuat dari kayu dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu serta atap terbuat dari daun alang-alang kering tanpa menggunakan paku. 

Bale Tani terdiri dari dua bagian, yaitu Bale Dalam dan Bale Luar, yang dipisahkan dengan satu buah pintu geser dan anak tangga.

Bangunan ini tidak memiliki jendela dan setiap rumah memiliki pintu masuk yang rendah, sehingga orang yang masuk harus sedikit membungkuk. Maknanya sebagai bentuk penghormatan kepada sang tuan rumah.

Bale Dalam dipergunakan sebagai ruangan khusus anggota keluarga wanita sekaligus dapur dengan dua tungku tanah liat yang menyatu dengan lantai untuk memasak. Sementara itu, Bale Luar berfungsi sebagai ruang tamu.

Selain itu, terdapat juga bangunan yang dikenal dengan Berugak – suatu bangunan panggung segi empat yang tidak memiliki dinding dengan tiang bambu beratap alang-alang dan disangga oleh empat tiang (sekepat) atau enam tiang (sekenem). Fungsinya sebagai tempat untuk berkumpul dan pertemuan.

Masyarakat Sasak juga memiliki kepercayaan untuk tidak akan membangun rumah berlawan arah atau berbeda ukuran dengan rumah sebelumnya. Jika dilanggar, akan dianggap sebagai perbuatan melawan tabu (maliq-lenget).

Dengan menggunakan bahan lokal dan teknik bangunan tradisional. Ini menjadikan rumah tradisional di Desa Sade contoh nyata akan hunian nyaman, berkelanjutan, fungsional, dan penuh makna budaya.

Rumah tradisional di Desa Sade ini juga menunjukkan bahwa suku Sasak memang telah lama dapat hidup selaras dengan alam yang mencerminkan nilai budaya warisan nenek moyang mereka.

Rumah Tradisional Bali: Harmoni Keluarga, Alam, dan Filosofi Hidup

Ikon Pohon Cinta Desa Sade

Hal unik dan ikonik di Desa Sade juga ditunjukkan dengan keberadaan pohon cinta. Meski hanya sebuah pohon nangka yang terlihat sudah mati, tapi pohon ini bermakna mendalam bagi masyarakat di Desa Sade.

Konon, pohon cinta ini menjadi tempat bertemu bagi pada muda mudi yang saling mencintai.

Berkunjung ke Desa Sade dengan sisi tradisionalnya yang masih melekat menjadi bagian dari akar kekayaan dan kebudayaan yang masih terjaga, hidup selaras dengan alam, dan faktor penggerak ekonomi warga dari nilai luhur yang terus dikembangkan sebagai sektor pariwisata berbasis tradisi.

Tertarik menyambanginya, Kawan GNFI?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.