Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu kata serapan, bagaimana proses penyerapannya, hingga daftar lebih dari 100 contoh kata serapan yang sering muncul dalam pelajaran sekolah maupun percakapan sehari-hari.
Pernahkah Kawan menyadari bahwa bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari merupakan hasil "racikan" dari berbagai bahasa di dunia? Sebagai bahasa yang dinamis, Bahasa Indonesia terus berkembang dengan menyerap kosakata asing untuk memperkaya perbendaharaan katanya.
Apa Itu Kata Serapan?
Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan ini dilakukan untuk mempermudah komunikasi, terutama ketika bahasa asli kita belum memiliki istilah untuk konsep atau benda tertentu (seperti teknologi atau ilmu pengetahuan).
Proses Penyerapan Bahasa
Secara semantik dan linguistik, ada tiga cara utama bagaimana kata asing menjadi bagian dari Bahasa Indonesia:
- Adopsi: Mengambil kata asing secara utuh, baik ejaan maupun lafalnya. (Contoh: Data, Film).
- Adaptasi: Mengambil makna kata asing namun ejaannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. (Contoh: Management menjadi Manajemen).
- Pungutan (Terjemahan): Mengambil konsepnya saja, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. (Contoh: Try out menjadi Uji coba).
Daftar Lengkap 100+ Contoh Kata Serapan Berdasarkan Asal Bahasa
Berikut adalah pengelompokan kata serapan yang sering kita temui, dikategorikan berdasarkan bahasa asalnya:
1. Kata Serapan dari Bahasa Belanda (35 Contoh)
Belanda memberikan pengaruh besar dalam bidang hukum, birokrasi, dan perlengkapan rumah tangga karena sejarah kolonialisme yang panjang.
Apotek (Apotheek)
Kantor (Kantoor)
Kualitas (Kwaliteit)
Polisi (Politie)
Telepon (Telefoon)
Handuk (Handdoek)
Saku (Zak)
Sekolah (School)
Knalpot (Knalpot)
Bagasi (Bagage)
Buku (Boek)
Dasi (Das)
Gelas (Glas)
Gorden (Gordijn)
Halte (Halte)
Kamar (Kamer)
Karcis (Kaartje)
Kopi (Koffie)
Korsleting (Kortsluiting)
Kulkas (Koelkast)
Lemari (Almari)
Maskapai (Maatschappij)
Otomatis (Automatisch)
Pabrik (Fabriek)
Pasien (Patiënt)
Permen (Permunt)
Ransel (Ransel)
Resep (Recept)
Sajak (Sajaak)
Sandal (Sandaal)
Sosis (Saucijs)
Tante (Tante)
Wortel (Wortel)
Versneling (Versnelling)
Zebra cross (Zebrapad)
2. Kata Serapan dari Bahasa Inggris (30 Contoh)
Bahasa Inggris mendominasi istilah teknologi, sains, dan gaya hidup modern melalui proses adaptasi ejaan.
Aktor (Actor)
Bisnis (Business)
Desain (Design)
Edukasi (Education)
Fokus (Focus)
Generasi (Generation)
Gosip (Gossip)
Inovasi (Innovation)
Informasi (Information)
Kalkulasi (Calculation)
Karakter (Character)
Komputer (Computer)
Kreatif (Creative)
Koneksi (Connection)
Manajemen (Management)
Objek (Object)
Opsi (Option)
Partisipasi (Participation)
Prediksi (Prediction)
Proyek (Project)
Risiko (Risk)
Sampo (Shampoo)
Sistem (System)
Standar (Standard)
Target (Target)
Teknologi (Technology)
Transportasi (Transportation)
Unit (Unit)
Verifikasi (Verification)
Vila (Villa)
3. Kata Serapan dari Bahasa Arab (20 Contoh)
Bahasa Arab banyak menyerap kata-kata yang berkaitan dengan ibadah, hukum, moral, dan filsafat.
Abadi (Abad)
Adab (Adab)
Adil (Adl)
Akal (Aql)
Berita (Wara')
Derajat (Darajah)
Doa (Du'a)
Dunia (Dunya)
Gaib (Ghaib)
Hakim (Hakim)
Haram (Haram)
Hikmah (Hikmah)
Izin (Idzn)
Jumat (Jumu'ah)
Kabar (Khabar)
Maut (Mawt)
Musyawarah (Mushawarah)
Rezeki (Rizq)
Sabar (Sabr)
Zaman (Zaman)
4. Kata Serapan dari Bahasa Sanskerta (15 Contoh)
Bahasa kuno ini menyumbangkan kata-kata yang bersifat sastra, resmi, dan nilai-nilai luhur.
Agama (Agama)
Bahasa (Bhāṣā)
Cahaya (Chaya)
Dosa (Dosa)
Guru (Guru)
Istri (Stri)
Jiwa (Jiva)
Merdeka (Maharddhika)
Negara (Nagara)
Pancasila (Pancasila)
Raja (Raja)
Sastra (Shastra)
Surya (Surya)
Warna (Varna)
Wanita (Vanita)
5. Kata Serapan dari Bahasa Portugis & Mandarin (10 Contoh)
Portugis menyumbang nama benda rumah tangga, sementara Mandarin (Hokkien) menyumbang istilah kuliner.
Bendera (Bandeira - Portugis)
Jendela (Janela - Portugis)
Meja (Mesa - Portugis)
Mentega (Manteiga - Portugis)
Sabun (Sabão - Portugis)
Sepatu (Sapato - Portugis)
Bakmi (Bak-mi - Hokkien)
Bakso (Bak-so - Hokkien)
Tahu (Tau-hu - Hokkien)
Loteng (Lau-teng - Hokkien)
Mengapa Mengetahui Asal Kata Itu Penting?
Bagi pelajar, memahami kata serapan bukan sekadar menghafal daftar. Manfaatnya adalah:
Memperbaiki Ejaan: Kawan jadi tahu mengapa "Kualitas" ditulis dengan 'u' bukan 'w' (karena berasal dari Kwaliteit).
Memperluas Wawasan Sejarah: Kawan bisa melihat bagaimana interaksi bangsa Indonesia dengan bangsa lain di masa lalu melalui bahasa.
Ketepatan Makna: Memahami asal kata membantu Kawan menggunakan kata tersebut dalam konteks yang benar.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya dan terbuka. Dengan lebih dari 100 contoh di atas, kita bisa melihat bahwa bahasa kita adalah cerminan dari sejarah dunia. Teruslah bereksplorasi dengan kosakata baru agar kemampuan menulismu semakin terasah!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


