Artikel ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang dibentuk untuk menyampaikan gagasan dan memenuhi tugas dalam studi yang dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel.
Di lain sisi, Maryadi (2000) mendefinisikan artikel sebagai adanya penggunaan kaidah-kaidah keilmuan sebagai alat untuk memuat dan mengkaji suatu masalah di dalam sebuah artikel.
Terciptanya artikel ilmiah ditujukan untuk mempublikasikan karya peneliti supaya dapat dibaca oleh masyarakat secara luas.
Kawan, artikel ilmiah itu memiliki ciri-ciri ataupun kriteria yang harus diikuti standarnya dalam pembuatannya, mulai dari struktur sajian artikel yang terdiri dari 3 komponen: yaitu bagian awal sebagai pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup sebagai kesimpulan.
Selain itu, artikel ilmiah memiliki dua sistematika, yakni artikel ilmiah nonpenelitian yang berdasarkan hasil pemikiran atau ide dan artikel ilmiah hasil penelitian yang berdasarkan penelitian atau pengamatan.
Dalam penulisan artikel ilmiah, terdapat struktur baku yang perlu diikuti agar isi tulisan mudah dipahami dan memiliki alur yang jelas.
Secara umum, struktur artikel ilmiah terdiri atas 3 bagian utama kawan GNFI, yaitu pendahuluan, isi pembahasan, dan bagian penutup atau kesimpulan.
1. Bagian Pendahuluan
Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan penulisan, serta gambaran umum topik yang dibahas. Bagian ini berfungsi untuk memberikan konteks dan menarik minat pembaca terhadap permasalahan yang diangkat.
2. Bagian Isi atau Pembahasan
Bagian isi memuat uraian inti artikel, termasuk pembahasan teori, analisis data, serta penjelasan argumentatif yang relevan dengan topik. Pada artikel ilmiah hasil penelitian, bagian ini biasanya mencakup kajian pustaka, metode penelitian, serta pembahasan hasil penelitian.
3. Bagian Penutup atau Kesimpulan
Kesimpulan berisi rangkuman hasil pembahasan dan penegasan kembali tujuan penulisan. Bagian ini tidak menambahkan informasi baru, tetapi menekankan poin-poin utama yang telah dibahas sebelumnya.
Jenis Artikel Ilmiah: Penelitian dan Non-penelitian
Dalam praktik penulisan artikel ilmiah, terdapat dua sistematika utama yang sering digunakan, yaitu artikel ilmiah hasil penelitian dan artikel ilmiah non-penelitian.
Kawan GNFI harus hati-hati, karena masih banyak yang masih bingung membedakan kedua sistematika tersebut dalam penulisan artikel ilmiah.
Akibatnya, para pembaca artikel tidak dapat menemukan perbedaan di antara artikel ilmiah hasil penelitian dan non-penelitian, sesuai dengan buku Bahan Ajar BIPA Tingkat 6 yang terbit pada tahun 2021.
Artikel ilmiah penelitian disusun berdasarkan proses penelitian atau pengamatan empiris, sedangkan artikel ilmiah non-penelitian lebih menekankan pada pemikiran, gagasan, atau kajian konseptual penulis. Perbedaan ini penting dipahami karena memengaruhi struktur, isi, dan pendekatan penulisan yang digunakan.
Tahapan Penulisan Artikel Ilmiah
Kawan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penulisan artikel ilmiah. Laptane (dalam Farid, 2017:2) menjelaskan bahwa proses penulisan artikel ilmiah, dapat dibagi menjadi 5 tahap yakni, tahap brainstorming, tahap drafting, tahap revising, tahap editing dan tahap publishing.
1. Brainstorming
Tahap brainstorming merupakan proses pencatatan ide-ide atau hasil penelitian yang akan dibahas dalam bentuk tulisan.
2. Drafting
Tahap drafting ini merupakan proses pengembangan ide untuk artikel, menjadi kalimat dan paragraf yang lebih utuh, termasuk penyusunan subtopik berdasarkan hasil brainstorming.
3. Revising
Revising atau revisi dilakukan untuk memperbaiki isi tulisan agar sesuai dengan kaidah bahasa dan tujuan penulisan artikel ilmiah.
4. Editing
Tahap keempat yaitu tahap Editing merupakan tahap lanjutan dari revisi yang berfokus pada tata bahasa, metode penulisan artikel, serta konsistensi gaya penulisan.
5. Publishing
Tahap publishing adalah proses pengiriman artikel ilmiah ke jurnal yang dituju hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan dan dapat diakses secara luas oleh publik.
Artikel ilmiah memiliki peranan penting dalam menyampaikan gagasan dan mempublikasikan karya penelitian kepada masyarakat secara luas. Untuk memenuhi standar pembuatan artikel ilmiah, Kawan GNFI perlu menyadari dan menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan artikel ilmiah agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik dan terpercaya.
Menerima masukan dan umpan balik dari rekan sejawat atau penyunting juga dapat membantu meningkatkan kualitas tulisan.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, Kawan GNFI dapat meningkatkan kualitas tulisan ilmiah, memperkuat kontribusi ilmiah yang mereka sampaikan, dan memastikan penyebaran pengetahuan yang akurat dan terpercaya dalam masyarakat akademik dan ilmiah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


