Indonesia sedang berupaya menempatkan diri dalam peta industri teknologi tinggi melalui pengembangan ekosistem semikonduktor.
Langkah ini bukan soal manufaktur besar-besaran, melainkan fokus pada kapasitas desain chip yang secara teknis memang membutuhkan spesialisasi sumber daya manusia. Strategi ini diambil untuk memperdalam struktur industri nasional agar tidak hanya terpaku pada perakitan dasar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam desain chip ini bermula dari serangkaian penjajakan dengan pemain global. Prosesnya tercatat mulai digerakkan secara intensif sejak pertemuan di Hannover Messe tahun 2023. Dari sana, pemerintah mulai memetakan di mana posisi Indonesia bisa masuk dalam rantai pasok semikonduktor dunia yang sangat kompleks.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi awal Indonesia untuk masuk ke rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta.
Peran ICDeC dan Kolaborasi Akademisi
Pilar utama dalam ekosistem ini adalah Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC).
Organisasi non-profit yang diinisiasi sejak 2023 ini berperan sebagai pusat pengembangan teknologi dan talenta di bidang Integrated Circuits (IC). Keanggotaannya mencakup perwakilan dari 16 universitas yang memiliki pakar desain chip terbaik di Indonesia sehingga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Kolaborasi ini pun semakin luas dengan adanya komitmen riset dan pengembangan (R&D) melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global seperti Apple.
Fokus kerja sama tersebut diletakkan pada pengembangan brainware atau kualitas sumber daya manusia nasional sejalan dengan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Infrastruktur Riset dan Perencanaan Nasional
Guna mendukung keberlanjutan program ini, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur fisik yang memadai.
Salah satunya adalah penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) yang dipersiapkan sebagai wadah kolaborasi riset dan pengujian desain chip. Fasilitas ini memastikan bahwa setiap desain yang dihasilkan mampu memenuhi standar industri sebelum masuk ke tahap rantai nilai berikutnya.
Program pengembangan desain chip ini pun telah masuk dalam perencanaan pembangunan nasional melalui Blue Book Bappenas. Hal tersebut menandakan bahwa pengembangan industri semikonduktor merupakan agenda strategis lintas kementerian yang terintegrasi.
“Forum seperti Indonesia Semiconductor Summit menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” imbuh Agus Gumiwang.
Melalui peta jalan yang terukur, Indonesia berupaya menciptakan ekosistem semikonduktor yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada pengembangan talenta lokal serta penguatan infrastruktur pengujian sebagai fondasi kedaulatan teknologi di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


