Aktivitas generasi muda di ruang digital terus meningkat dan menjadikan pelajar SMA/sederajat sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh dalam membentuk arus informasi.
Berdasarkan laporan We Are Social 2024, sebanyak 87 persen Gen Z Indonesia aktif membuat atau membagikan konten di media sosial dengan durasi penggunaan internet mencapai 7–9 jam per hari. Kondisi ini menghadirkan peluang besar, sekaligus tantangan serius, terkait arah dan kualitas konten yang beredar.
Menjawab situasi tersebut, Good News From Indonesia (GNFI) menghadirkan Good Creators Academy (GCA), sebuah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk membentuk kreator muda yang cakap digital, beretika, dan bertanggung jawab.
Wujudkan Kreator Positif
Kehadiran GCA berangkat dari keprihatinan terhadap maraknya konten negatif yang kerap dikonsumsi remaja. Data Digital Civility Index Microsoft 2023 mencatat hampir setengah remaja Indonesia mengaku sering terpapar ujaran kebencian dan perundungan daring.
Riset UNICEF 2023 juga menunjukkan bahwa paparan konten negatif yang berulang berdampak pada kesehatan mental, seperti menurunnya rasa percaya diri dan empati sosial.
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan narasi positif yang melimpah, mulai dari budaya, potensi lokal, hingga prestasi anak muda, namun sering kalah gaung dibandingkan konten sensasional.
Melalui Good Creators Academy, GNFI berupaya mengarahkan potensi digital pelajar ke jalur yang lebih konstruktif. Program ini dirancang untuk melahirkan “good creators”, yaitu kreator konten yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu membawa nilai, inspirasi, dan dampak sosial.
Peserta dibekali keterampilan jurnalisme konstruktif, storytelling, produksi dan penyuntingan video, public speaking, personal branding, serta etika bermedia digital.
Proses Seleksi yang Panjang
Perjalanan peserta GCA dimulai dari proses seleksi terbuka yang menjaring ratusan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta yang mendaftar merupakan pelajar aktif SMA/sederajat yang telah memiliki akun media sosial aktif dan menunjukkan minat kuat pada pembuatan konten positif.
Dari proses ini, terpilih peserta terbaik untuk mengikuti tahapan pembelajaran daring melalui Online Bootcamp dan Mentoring.
Selama bootcamp yang berlangsung dari awal November hingga awal Desember 2025, peserta mengikuti sepuluh sesi pelatihan intensif secara virtual. Materi disampaikan oleh praktisi media dan kreator profesional, dengan penekanan pada praktik langsung.
Peserta diminta menulis dan mempublikasikan artikel di platform GNFI serta memproduksi video pendek bertema inspiratif.
Proses ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga melatih peserta berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap pesan yang mereka sampaikan.
Keseruan Good Creators Academy
Setelah melalui penilaian ketat selama fase daring, peserta dengan performa paling menonjol melanjutkan ke tahap Offline Camp Inspiratif di Jakarta. Kegiatan luring ini berlangsung selama beberapa hari pada pertengahan Desember 2025 dan menjadi puncak dari rangkaian Good Creators Academy.
Offline camp dirancang sebagai ruang pembelajaran lanjutan yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring.
Rangkaian kegiatan offline mencakup presentasi final karya video, diskusi bersama mentor, showcase konten, hingga aktivitas eksploratif seperti Jakarta City Tour dan kunjungan edukatif.
Salah satu agenda pendukung adalah kunjungan ke Unilever Indonesia, yang turut mendukung program sebagai partner kolaborasi. Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang ekosistem kerja profesional dan praktik kolaborasi lintas sektor.
Gusti, salah satu peserta, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari rangkaian offline camp. “Yang paling terasa itu kesempatan bertemu langsung dengan teman-teman dari berbagai daerah dan mentor. Jadi bukan cuma belajar teknis, tapi juga belajar cara berpikir dan bersikap sebagai kreator,” ujarnya.
Apresiasi dan Dampak Program

Puncak kegiatan offline ditandai dengan pengumuman 5 peserta terbaik yang dinilai berdasarkan kualitas konten, pemahaman materi, serta komitmen menyebarkan narasi positif.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui peserta sejak tahap seleksi hingga presentasi akhir.
Bagi Nazla, salah satu peserta, Good Creators Academy memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“GCA itu bukan cuma soal bikin konten. Aku belajar kerja tim, dapat banyak insight dari mentor, dan merasa punya tanggung jawab lebih besar sama apa yang aku unggah di media sosial,” katanya.
GCA menghasilkan ratusan konten positif yang dipublikasikan peserta di berbagai platform digital dengan jangkauan jutaan impresi.
Tak janua output konten, program ini juga membentuk jejaring alumni yang diharapkan terus aktif mempromosikan potensi lokal dan menyebarkan kabar baik secara berkelanjutan.
Membangun Ekosistem Digital yang Sehat
Good Creators Academy diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem digital yang sehat.
Dengan menggabungkan pembelajaran daring dan luring, teori dan praktik, serta keterampilan dan nilai, program ini berupaya menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi panutan di ruang digital.
Melalui GCA, GNFI menegaskan bahwa ruang digital dapat diisi dengan konten yang mendidik, bertanggung jawab, dan relevan bagi masa depan Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


