Martina Ayu Pratiwi pencapaiannya tidak main-main. Meski demikian, ia tetap rendah hati.
Martina Ayu Pratiwi adalah atlet triathlon Indonesia yang mencatatkan debut gemilang pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Perempuan asal Jawa Timur ini sukses mengukir sejarah sebagai atlet Indonesia dengan perolehan medali terbanyak dalam satu edisi kejuaraan tersebut.
Total, tujuh medali berhasil dibawa pulang oleh Martina, yang terdiri dari lima medali emas dan dua perak. Medali emas diraih dari nomor triathlon individual putri serta beberapa kategori relay putri dan campuran, sementara perak didapatkan dari nomor beregu.
“Debut SEA Games saya yang takkan pernah saya lupakan. Lima medali emas dan dua medali perak adalah pencapaian terbaik dalam perjalanan saya sebagai atlet sejauh ini,” ungkap Martina.
Tentu saja, deretan medali Martina tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus didapat lewat usaha yang menguras fisik dan mental. Sebagai atlet, latihan panjang mau tak mau harus dilakoni demi tampil dengan performa terbaik di SEA Games 2025.
Atlet berusia 21 tahun itu bahkan mengaku harus sempat mengalami fase lelah hingga frustrasi. Meski demikian, ia memilih untuk terus bertahan dan percaya pada proses yang dijalaninya setiap hari.
“Di balik setiap medali, ada proses panjang yang tidak selalu mudah. Ada jatuh, ragu, lelah, dan momen frustrasi. Namun dari semua itu, saya belajar untuk bertahan, percaya, dan terus melangkah satu hari demi satu hari. Proses inilah yang membentuk saya hingga bisa berdiri di titik ini,” tuturnya.

Tujuh medali milik Martina menjadi bagian dari total 333 medali yang didapat Indonesia dari SEA Games 2025. Rinciannya, terdiri dari 91 emas, 112 perak dan 130 perunggu. Raihan itu menempatkan Indonesia di urutan kedua klasemen akhir di bawah tuan rumah Thailand.
Koleksi medali Martina bahkan sampai menarik perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto. Saat keduanya berkesemparan bertemu dalam acara pemberian bonus di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026) lalu, Prabowo sampai menghitung medali yang dikalungkan Martina saking banyaknya.
Meski telah mencetak sejarah besar, Martina tetap berkomitmen untuk terus belajar dan rendah hati dalam menghadapi tantangan olahraga di masa depan. Fokus utamanya kini adalah mempersiapkan diri guna menjaga konsistensi prestasi agar lagu Indonesia Raya dapat kembali berkumandang di podium internasional lainnya.
“Saya bangga dengan hasil ini, bersyukur atas setiap prosesnya, dan tetap rendah hati untuk terus belajar. Perjalanan masih panjang, dan saya siap melangkah ke tantangan berikutnya dengan semangat yang sama,” tegas Martina.
Bagi Martina, rendah hati tak sama dengan merasa puas. Alih-alih merasa cukup dengan apa yang diraihnya saat ini, ia telah menyiapkan target lain yang lebih besar untuk ke depannya. Tak tanggung-tanggung, Martine punya impian tampil di Olimpiade.
“Target jangka panjang tentu Olimpiade ya, semoga bisa lolos. Untuk tahun ini fokus Asian Games, dan SEA Games berikutnya. Yang terpenting bagaimana menjaga performa dan konsistensi,” jelasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


