menakar kriteria tim pelatih lokal timnas indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Menakar Kriteria “Tim Pelatih Lokal” Timnas Indonesia

Menakar Kriteria “Tim Pelatih Lokal” Timnas Indonesia
images info

Menakar Kriteria “Tim Pelatih Lokal” Timnas Indonesia


Segera setelah mengumumkan nama John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, PSSI juga mengumumkan rencana melibatkan pelatih lokal di tim kepelatihan.

Secara teknis, langkah ini bertujuan membantu proses adaptasi pelatih kepala, sekaligus menjadi ajang transfer ilmu bagi pelatih lokal.

Sebenarnya, ini langkah positif yang bisa membantu pelatih lokal, khususnya jika pelatih ini memang potensial. Di era kekinian, langkah ini terbukti mampu mengorbitkan Nova Arianto, sebagai pelatih lokal yang cukup sukses di tim nasional.

Eks bek Timnas Indonesia ini awalnya berperan sebagai asisten pelatih di era kepelatihan Shin Tae-yong, sebelum dipromosikan menjadi pelatih Timnas U-17, dan membawa Garuda Muda lolos kualifikasi Piala Dunia U-17. Berkat prestasi ini, PSSI lalu mempromosikannya menjadi pelatih Timnas U-20.

Berangkat dari pengalaman sukses ini, PSSI seharusnya sudah mendapat satu gambaran, bagaimana kriteria ideal “tim pelatih lokal” di era John Herdman: punya potensi untuk berkembang, dan (sebaiknya) baru mulai merintis karier kepelatihan.

Jadi, transfer ilmu yang didapat bisa lebih efektif, dan ada manfaat positif jangka panjang lebih banyak bagi sepak bola nasional, khususnya jika sang pelatih lokal mampu menghadirkan progres positif secara konsisten.

Mengingat potensi manfaatnya yang cukup besar, ada baiknya PSSI mulai berani menghadirkan lebih banyak wajah-wajah baru (yang memang berpotensi). Kebetulan, setelah Nova Arianto, PSSI juga sempat memasukkan nama Zulkifli Syukur (eks pemain Timnas Indonesia) di tim kepelatihan Timnas U-17.

Langkah ini mungkin terlihat drastis, tapi situasinya sedang berada pada momentum yang sangat tepat. Datangnya pelatih baru, biasanya membuka ruang lebih banyak untuk pembaruan, termasuk jika itu adalah perombakan besar-besaran personel staf kepelatihan Timnas Indonesia, dalam hal ini tim “pelatih lokal” baik di tim senior maupun U-22, yang kebetulan menjadi ruang lingkup John Herdman di Timnas Indonesia.

baca juga

Jika melihat situasi dan kinerjanya, tim “pelatih lokal” yang sebelumnya eksis, antara lain Indra Sjafri, Bima Sakti, dan Kurniawan Dwi Yulianto, sebenarnya sudah “habis”. Selama beberapa tahun terakhir, mereka cenderung hanya berputar-putar di tim kelompok umur dan posisi staf pelatih, tanpa progres yang benar-benar signifikan.

Meski mampu meraih prestasi di level ASEAN, tim “pelatih lokal” ini tampak kesulitan, begitu menapak naik ke level Asia. Kualitas kinerja mereka bahkan cenderung menurun drastis, segera setelah membawa Indonesia meraih medali emas cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2023. Kegagalan lolos dari fase grup di ajang Piala Asia U-20 dan SEA Games 2025 menjadi bukti segar.

Pada prosesnya, kegagalan ini juga diwarnai persiapan tidak efektif, berupa pelatnas jangka panjang dan rangkaian turnamen ujicoba, baik di dalam maupun luar negeri.

Meski terlihat istimewa, rangkaian hasil jeblok di Piala U-20 dan SEA Games 2025 justru menunjukkan, metode persiapan mahal seperti ini sudah tidak lagi relevan, dengan dinamika sepak bola modern, dan siklus tim “pelatih lokal” lawas ini memang sudah habis.

baca juga

Mengingat besarnya harapan publik sepak bola nasional, ditambah tantangan besar yang menanti Tim Garuda, khususnya di Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia, sudah saatnya PSSI mulai melakukan pembaruan.

Bukan berarti tidak menghargai apa yang sudah dicapai tim “pelatih lokal” sebelumnya di masa lalu, tapi inilah saatnya Timnas Indonesia mulai berani melihat ke masa depan, supaya Sang Garuda lebih siap dan bisa terbang lebih tinggi dari sebelumnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.