aiesec future leaders 80 the mirror of erised empowering young leaders through vision mapping and deep self discovery - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC Future Leaders 8.0 -“The Mirror of Erised” Empowering Young Leaders Through Vision Mapping and Deep Self-Discovery

AIESEC Future Leaders 8.0 -“The Mirror of Erised” Empowering Young Leaders Through Vision Mapping and Deep Self-Discovery
images info

AIESEC Future Leaders 8.0 -“The Mirror of Erised” Empowering Young Leaders Through Vision Mapping and Deep Self-Discovery


AIESEC Future Leaders (AFL) 8.0 kembali menghadirkan rangkaian capacity building yang penuh makna melalui sesi bertajuk “The Mirror of Erised.” Sesi ini dirancang sebagai ruang refleksi yang mengajak delegates melihat ke dalam diri mereka secara lebih jernih dan mendalam.

Dengan mengusung metode vision mapping, kegiatan ini bertujuan membantu setiap peserta menggali core values, menemukan passion, serta menyusun arah hidup yang selaras dengan aspirasi pribadi dan perjalanan kepemimpinan mereka.

Dalam konteks pengembangan pemimpin muda, sesi ini menjadi langkah penting untuk memahami pondasi internal yang membentuk karakter dan keputusan mereka di masa depan.

Salah satu delegate, Grandis mengungkapkan bahwa sesi ini memberikan ruang refleksi yang jarang ia dapatkan.

“Sesi ini bikin lebih aware sama apa yang sebenarnya mengejar dan kenapa memilih jalan ini. Diskusinya juga aman dan suportif, jadi berani untuk lebih jujur sama diri sendiri,” tuturnya.

Sesi ini dipandu oleh Rusma, seorang fasilitator muda yang telah banyak berkecimpung dalam ranah pengembangan diri, pendampingan karir, serta pemberdayaan pemuda. Rusma memiliki rekam jejak yang kuat sebagai seorang coach dan trainer yang fokus pada transformasi personal generasi muda.

Ia diakui sebagai pribadi yang berpengalaman dalam personal development, career coaching, dan youth empowerment. Selain itu, Rusma dikenal memiliki kemampuan fasilitasi interaktif yang kuat, membuat suasana menjadi hidup, inklusif, dan memudahkan setiap peserta untuk terlibat secara aktif.

Keakrabannya dengan mahasiswa serta komunitas kepemudaan di Yogyakarta membuat pendekatan yang ia gunakan terasa relevan, kontekstual, dan mudah dipahami oleh delegates. Dengan berbasis di Yogyakarta, ia memahami dinamika perkembangan diri anak muda di lingkungan akademik maupun organisasi, sehingga materi yang disampaikan terasa sangat relate.

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang memberikan ruang bagi delegates untuk mengenal alur kegiatan, memahami tujuan utama sesi, serta menyelaraskan ekspektasi. Bagian ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang yang aman dan suportif sehingga peserta dapat berbagi pengalaman maupun insight dengan nyaman. Suasana yang dibangun sejak awal membantu menyiapkan mental dan fokus delegates untuk memasuki sesi refleksi yang lebih mendalam.

Pada sesi utama, Rusma menyampaikan materi yang berfokus pada pemahaman diri sebagai dasar dari kepemimpinan yang autentik. Ia mengajak peserta menelusuri berbagai pengalaman personal, pergeseran motivasi, hingga nilai-nilai yang membentuk diri mereka saat ini.

Rusma menjelaskan bagaimana core values menjadi kompas moral yang mempengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, merespons tantangan, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, ia membahas bagaimana passion dapat menjadi sumber energi yang mendorong seseorang bertahan dalam proses pengembangan diri yang panjang.

Materi ini dikemas secara interaktif melalui pertanyaan pemantik, latihan refleksi mandiri, hingga micro sharing yang mengajak delegates berbagi perspektif satu sama lain. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami bahwa perjalanan pengembangan diri bukan hanya tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang memahami pola-pola yang muncul selama proses refleksi.

Delegates diajak menuliskan pemikiran mereka, mengurai kembali momen-momen penting dalam hidup, serta menyusun potongan informasi tersebut menjadi gambaran diri yang lebih utuh.

Ruang tanya jawab kemudian dibuka untuk memperdalam pemahaman dan memberikan kesempatan bagi delegates untuk mengangkat isu-isu personal yang relevan dengan perjalanan mereka. Interaksi ini memperlihatkan bahwa setiap peserta memiliki tantangan dan keunikan masing-masing, namun mereka dapat saling menguatkan melalui dialog yang konstruktif.

Kegiatan berlanjut pada engagement space yang dikemas dengan aktivitas ringan untuk menjaga dinamika dan energi kelompok. Setelah itu, sesi interaktif dilaksanakan sebagai kelanjutan dari materi refleksi. Dalam bagian ini, delegates diterjunkan ke aktivitas seperti diskusi kasus, mini FGD, atau latihan berbasis skenario yang bertujuan menggabungkan konsep vision mapping dengan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Peserta diajak merumuskan visi pribadi mereka, menentukan nilai-nilai prioritas, serta menyusun langkah awal untuk mengarah pada versi terbaik diri mereka.

“Di sesi The Mirror of Erised, melihatpeserta benar-benar meluangkan waktu untuk berhenti dan refleksi. Diskusinya berjalan aktif, tapi tetap tertata, dan banyak peserta yang saling mendengarkan serta menghargai proses satu sama lain. Itu yang membuat sesi ini terasa kuat dari sisi pengembangan diri,” ujar Coach Rafi.

Pada bagian penutup, tim program menyampaikan Call to Action (CTA), pengisian post-survey, dan dokumentasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa sesi “The Mirror of Erised” bukan hanya sebuah kelas, tetapi sebuah perjalanan reflektif yang membuka pemahaman baru tentang diri sendiri.

Dengan kehadiran Rusma dan metode vision mapping yang digunakan, sesi ini diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam perjalanan delegates menuju kepemimpinan yang lebih sadar, berbasis nilai, dan berorientasi pada dampak positif. AIESEC in UPNVY percaya bahwa pemimpin yang baik berawal dari pemahaman diri yang kuat, dan sesi ini menjadi langkah konkret menuju hal tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.