AIESEC in UNEJ kembali menghadirkan AIESEC Future Leaders (AFL) Winter Peak setelah sukses menyelenggarakan edisi Summer Peak pada paruh pertama tahun 2025.
Pada edisi paruh kedua tahun ini yang kemudian akan disebut dengan Winter Peak, AFL mengalami peningkatan peserta dari yang sebelumnya diikuti 55 peserta menjadi 70 peserta, yang terdiri dari pemuda berusia 18–21 tahun, mulai dari siswa kelas XII SMA hingga mahasiswa semester 1–5.
Peningkatan ini sekaligus menjadikan AFL Winter Peak 2025 sebagai penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah AFL AIESEC in UNEJ.
Dengan mengusung tema besar “Beyond the Clues: The Leader’s Deduction”, AFL AIESEC in UNEJ tidak hanya ingin menciptakan pemimpin muda masa depan, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Fokus ini sejalan dengan komitmen AIESEC in UNEJ dalam membekali generasi muda di tengah ketatnya persaingan global. Dengan demikian, AFL diharapkan mampu melahirkan individu-individu yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter, visi, dan daya saing yang kuat untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sama dengan edisi sebelumnya, AFL Winter Peak 2025 dilaksanakan selama 2,5 bulan, dimulai pada 18 Oktober hingga 14 Desember 2025. Dalam kurun waktu tersebut, AIESEC in UNEJ telah mempersiapkan berbagai rangkaian agenda guna mengasah jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan para peserta.
AFL menghadirkan berbagai agenda pembelajaran yang mencakup pengembangan soft skill dan hard skill, yang dibawakan oleh para pembicara inspiratif dan berpengalaman di bidangnya. Pembelajaran yang didapatkan peserta berupa materi pembelajaran yang meliputi personal branding, project management, hingga penguasaan Microsoft Office (Excel).
Louise Shania Sabela, atau yang akrab disapa Louise, peserta Clash of Champion (CoC)Season 2, turut memeriahkan AFL Winter Peak 2025 sebagai pembicara pada sesi personal branding. Dalam sesi tersebut, ia memberikan wawasan mengenai cara membangun personal branding berdasarkan karakter dan nilai diri individu yang dapat dimanfaatkan sebagai keunggulan dalam membangun sebuah bisnis.
Selain itu, Nyayu Maharani Adelin, seorang Project Management Officer, serta Adinda Alifia Yumna, seorang Data Analyst, juga berpartisipasi sebagai pembicara pada sesi project management dan Microsoft Office (Excel), dengan membagikan pengetahuan tentang pengelolaan proyek bisnis secara efektif serta teknik memvisualisasikan data bisnis menggunakan Excel.
Melalui penguasaan ketiga skill tersebut, para peserta menuangkannya ke dalam sebuah karya business plan sebagai proyek akhir. Para peserta yang sudah terbagi ke dalam 12 kelompok akan berperan sebagai pemilik bisnis orisinal yang berangkat dari persona atau keunikan salah satu anggota kelompok.
Persona atau keunikan tersebut kemudian dikembangkan menjadi ide dasar bisnis sekaligus produk yang akan dijalankan. Hasil karya business plan dari setiap kelompok dipresentasikan pada sesi Final Project dan dinilai oleh seorang juri yang telah berpengalaman dalam penjurian business competition yaitu, Royhan Saydi.
Ia tidak hanya memberikan penilaian tetapi juga menyampaikan berbagai tanggapan serta masukan konstruktif terhadap presentasi business plan masing-masing kelompok.
Selain pembelajaran dan pelatihan skill secara teoritis, peserta AFL Winter Peak 2025 juga melakukan kunjungan lapangan langsung di Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute Jember. Peserta AFL berkesempatan untuk mengamati proses riset, pengolahan, dan pengembangan komoditas kopi dan kakao.
Melalui kunjungan lapangan ini, para peserta diharapkan mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan ide bisnis, khususnya di sektor kopi dan kakao, sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai potensi industri berbasis riset dan inovasi yang berkelanjutan.
Memasuki penghujung rangkaian agenda AFL Winter Peak 2025, sebagai bagian dari transisi pasca program, para peserta mengikuti agenda Activating Leadership Support (ALS). Agenda ini berfokus dalam mendorong para peserta untuk melanjutkan perjalanan mereka di AIESECsebagai relawan melalui program Global Volunteer setelah menyelesaikan AFL.
Dalam sesi ini, Wafri Mujiburrahman, relawan yang mengikuti program Global Volunteer di Thailand pada Juli tahun ini turut berbagi pengalamannya selama berpartisipasi, mulai dari peran yang dijalani, keuntungan yang diperoleh, hingga dampak nyata yang ia berikan. Dengan pemaparan kisah dari Wafri, diharapkan mampu untuk menginspirasi para peserta untuk berkontribusi secara aktif dalam lingkup global.
Program AFL Winter Peak 2025 resmi ditutup melalui sesi Graduation yang mengajak para peserta untuk merefleksikan seluruh proses dan pengalaman yang telah dilalui. Sebagai bentuk apresiasi, diadakan juga Reward and Recognition (RnR) kepada peserta yang menunjukkan kinerja dan kontribusi terbaik sepanjang program.
Dalam sesi ini, turut hadir pula Alga Pamungkas selaku Local Committee President (LCP) AIESEC in UNEJ tahun 2025/2026. “Dengan berakhirnya AFL Winter Peak 2025, AIESEC in UNEJ berharap agar nilai dan pembelajaran positif yang didapatkan melalui berbagai rangkaian agenda dapat diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari” ujar Alga Pamungkas dalam sambutan penutupnya. Dengan demikian, AIESEC in UNEJ menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menciptakan pemimpin masa depan yang siap memberikan kontribusi nyata.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


