lemparan lembing abdul hafiz bukti keterpurukan dan keraguan bukanlah akhir segalanya - News | Good News From Indonesia 2026

Lemparan Lembing Abdul Hafiz, Bukti Keterpurukan dan Keraguan Bukanlah Akhir Segalanya

Lemparan Lembing Abdul Hafiz, Bukti Keterpurukan dan Keraguan Bukanlah Akhir Segalanya
images info

Lemparan Lembing Abdul Hafiz, Bukti Keterpurukan dan Keraguan Bukanlah Akhir Segalanya


Ada cerita di balik lemparan lembing Abdul Hafiz saat berlaga di SEA Games 2025. Di balik lemparannya, ada pembuktian bahwa terpuruk dan diragukan bukanlah akhir segalanya, melainkan dorongan untuk meraih prestasi.

Abdul Hafiz adalah atlet lempar lembing Indonesia yang meraih medali emas di SEA Games 2025. Saat menampilkan aksinya di Stadion Suphachalasai, Bangkok, Thailand, pada Senin (15/12/2025), ia mencatatkan lemparan sejauh 72,82 meter.

Tentu saja Hafiz amat gembira dengan hasil yang didapatnya di SEA Games 2025. Setelah melakukan lemparan kedua saja, ia langsung berteriak kencang, seakan meluapkan emosinya setelah sekian lama harus memupuk kesabaran dan keteguhan hati saat mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Thailand.

“Senang sekali bisa mendapatkan emas ini, soalnya sudah beberapa lama saya cedera. Hasil juga tidak terlalu bagus di beberapa tahun belakangan. Alhamdulillah bisa comeback dalam waktu dua bulan lebih,” ujar Hafiz dalam keterangan tertulis Kemenpora.

Bukan tanpa sebab, perjalanan Hafiz menuju SEA Games 2025 memang tidak mudah. Terpuruk dan diragukan, itu semua harus dirasakannya. Meski demikian, ia tak putus asa dan terus berjuang hingga akhirnya bisa membuktikan diri di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara.

baca juga

Abdul Hafiz yang Bangkit dan Menjawab Keraguan

Awalnya, Hafiz bagaikan seorang pesakitan. Cederanya seakan tak mau hilang hingga membuat performanya merosot. Ia juga tak dijagokan sebagai kandidat peraih emas.

Hafiz menderita cedera bahu sejak tampil di Asian Games 2022 Hangzhou yang bergulir pada 2023. Dari situlah, kesulitan datang. Dua tahun berlalu, cederanya bukannya sembuh, tapi malah semakin membelitnya.

Cedera Hafiz membuatnya mengalami saraf kejepit. Jelas saja, hal itu membuat performanya di lapangan jadi berantakan. Bermain kejuaraan nasional, hasilnya pun tak meyakinkan. Menurut catatan Antaranews, lemparannya juga turun hingga hanya berada di angka sekitar 64 meter.

Di tengah kesulitan yang melanda, sosok Zainuddin Umar menjadi penolong Hafiz. Sang pelatih yang juga mantan atlet nasional itu dengan tekun membimbing Hafiz agar bisa mengembalikan kemampuannya.

Di bawah arahan Zainuddin, Hafiz menjalani latihan yang menunya diatur sedemikian rupa agar bahunya tidak bermasalah lagi. Menu latihan seperti demikian dilahap di tengah waktu yang sangat mepet menjelang dimulainya SEA Games 2025.

Sedang terpuruk, Hafiz tidak dijagokan untuk mendapat emas. Nama yang lebih banyak diprediksi bakal merebut emas adalah Silfanus Ndiken. Tak mengherankan, sebenarnya, mengingat kondisi keduanya memang bagai bumi dan langit. Saat pria asal Sumatra Utara itu sibuk berkutat dengan cedera, Silfanus justru mampu mengantongi rekor nasional.

Di Stadion Suphachalasai, Hafiz mencoba peruntungan bermodal latihannya bersama Zainuddin. Lemparan pertama dilakukan, hasilnya: 68,32 meter.

Hasil lemparan pertama jelas belum sesuai harapan saat semua atlet ingin menjadi yang terbaik di SEA Games 2025. Kesempatan untuk melakukan lemparan kedua pun diambil, namun hasilnya justru menurun: hanya 67,28 meter.

Titik balik bagi Hafiz baru datang pada lemparan ketiga. Melampaui hasil di kedua kesempatan sebelumnya, lembing yang dilempar Hafiz meluncur sejauh 72,49 meter.

Kesempatan keempat sekaligus terakhir pun datang. Di sinilah kemudian kejutan tercipta. Lemparan Hafiz mencatatkan angka 72,82 meter yang membuatnya berhak atas medali emas.

“Medali emas ini adalah perjuangan yang tiada hentinya. Banyak orang yang meragukan saya karena sebelumnya lemparan saya jelek. Dengan emas ini, bisa jadi bukti perjuangan keras saya,” kata Hafiz.

Medali emas jadi buah manis dari perjuangan Hafiz untuk bangkit dari keterpurukan sekaligus jawaban atas keraguan terhadap dirinya. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukungnya, terutama sang istri tercinta.

“Yang paling mendukung saya adalah istri. Terima kasih juga untuk keluarga dan PB PASI,” ungkapnya.

baca juga

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.