Menjadi jomblo memang merupakan cobaan. Hari-hari dibangunin alarm, bukan ayang. Tiap ada masalah, cuma bisa tepuk pundak dan peluk diri sendiri. Dan sewaktu ulang tahun tiba, nggak ada siapa pun yang merayakan. Eits, jangan salah; kamu dirayakan, kok, Mblo!
Apakah Kawan GNFI tahu kalau di bulan November, ada perayaan khusus bagi kaum "nirpasangan"? Sebagai informasi, 11 November setiap tahunnya dikenal sebagai World Single's Day alias Hari Jomblo Sedunia.
Perayaan ini diketahui bermula dari Negeri Tirai Bambu dan menjadi momen para bujangan untuk memanjakan diri dengan berbelanja. Namun, kok bisa sampai ada perayaan seperti ini, sih?
Kalau penasaran, baca terus untuk mengetahui sejarah 11 November diperingati sebagai Hari Jomblo Sedunia!
Kilas Balik Sejarah 11 November Hari Jomblo Sedunia
Seperti disinggung di awal, Hari Jomblo Sedunia berasal dari China yang diperingati rutin tiap 11 November. Mengapa tanggal tersebut yang dipilih?
Tanggal 11 November menggambarkan empat buah angka 1 (11/11) yang seolah-olah terlihat seperti empat orang lajang. Karena ini pula, hari "spesial" bagi jomblo Ini juga dikenal sebagai "hari libur tongkat/stik tunggal". Namun, ada seutas sejarah yang melatarbelakangi perayaannya.
Menukil laman Investopedia, Hari Jomblo ini mulanya dikenal sebagai Bachelor's Day atau Hari Lajang yang identik bagi kaum laki-laki—dan awal-mula kemunculannya pun dipicu oleh sekelompok pria bujangan.
Hari Lajang diketahui muncul sekitar tahun 1993 berkat empat orang mahasiswa laki-laki lajang dari Universitas Nanjing, China. Keempat laki-laki tersebut—tinggal di asrama Mingcaowuzhu—berembuk dan mencari cara agar bisa keluar dari kebosanan karena tidak memiliki pasangan.
Mereka sepakat menjadikan 11 November sebagai hari dan acara khusus untuk merayakan status lajang. Hari Lajang tersebut juga menjadi semacam perlawanan terhadap Hari Valentine, yang identik dengan romansa dan pasangan.

Hari Jomblo Sedunia | Foto: Freepik
Sejak saat itu, 11 November tak hanya menjadi Hari Lajang, tetapi juga menjadi pesta belanja besar-besaran. Para bujangan yang belum menemukan jodohnya merayakan momen tersebut dengan memanjakan diri dan berbelanja online sebagai bentuk hadiah kepada diri sendiri.
Lambat laun, aktivitas ini menyebar di seluruh universitas dan akhirnya "menginfeksi" ke universitas lain. Tak hanya itu, kaum Hawa yang mengidap "kejombloan" juga tertarik dengan perayaan ini.
Alhasil, hari yang awalnya bermula sebagai perayaan khusus para pria lajang turut menampung wanita-wanita yang belum memiliki pasangan. Itulah sebabnya, Hari Lajang berubah menjadi Hari Jomblo.
Selain China, beberapa negara lain juga memiliki Hari Jomblo mereka sendiri, seperti Hari Kesadaran Jomblo pada 15 Februari dan Hari Jomblo Amerika Serikat pada 11 Maret.
Jomblo dan Maknanya dalam Bahasa Indonesia
Berbicara soal jomblo, kata yang satu ini juga punya sejarahnya sendiri di bahasa kita, lo, Kawan. Kamu tahu nggak sejarah kata jomblo?
Jadi, kata jomblo (bentuk bakunya adalah jomlo) sebenarnya berasal dari bahasa Sunda dan memiliki arti negatif, yaitu gadis tua. Makna kata ini merujuk pada seorang perempuan yang sudah tua umurnya, tetapi belum juga menikah atau memiliki pasangan.
Kendati demikian, penggunaannya kini mengalami perluasan makna. Saat ini, jomblo tidak hanya ditujukan untuk perempuan saja, tetapi juga digunakan untuk laki-laki.
Metamorfosis tersebut ternyata tidak hanya berlaku pada perluasan maknanya saja, melainkan juga vibe atau nuansanya. Sekarang, seseorang dijuluki jomblo tidak akan dianggap aneh maupun sememalukan dulu.
Kesibukan sehari-hari yang semakin padat—yang membuat orang jadi repot memikirkan pasangan—ataupun melebarnya jumlah antara laki-laki dan perempuan kemungkinan menjadi faktor yang mendorong lunturnya stigma negatif masyarakat terhadap seseorang yang menjomblo.
Bagaimana, sekarang sudah mengerti sejarah Hari Jomblo Sedunia, kan? Buat Kawan yang masih belum punya tambatan hati sampai sekarang, tenang; kamu tetap dirayakan!
Sembari menunggu kedatangan pujaan hati dalam hidupmu, rayakan status single-mu di 11 November dengan berbelanja atau membeli hadiah untuk diri sendiri. Happy Single's Day, ya, Kawan!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


