melihat bendungan semantok yang jadi bendungan terpanjang di indonesia dukung ketahanan pangan di nganjuk - News | Good News From Indonesia 2025

Melihat Bendungan Semantok yang Jadi Bendungan Terpanjang di Indonesia: Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk

Melihat Bendungan Semantok yang Jadi Bendungan Terpanjang di Indonesia: Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk
images info

Melihat Bendungan Semantok yang Jadi Bendungan Terpanjang di Indonesia: Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk


Tahukah Kawan GNFI kalau Kabupaten Nganjuk memiliki bendungan terpanjang di Indonesia?

Di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ada sebuah bendungan bernama Bendungan Semantok, yang dinobatkan sebagai bendungan terpanjang di Indonesia. Tak hanya Indonesia, Bendungan Semantok juga merupakan bendungan terpanjang di Asia Tenggara.

Pengakuan sebagai bendungan terpanjang itu juga dicatatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Desember 2022. Panjang maindam Bendungan Semantok mencapai 3.100 meter atau 3,1 kilometer.

Sebagai informasi, sebelumnya, rekor bendungan terpanjang dipegang oleh Bendungan Jatigede dan Bendungan Ir. H. Djuanda yang masing-masing memiliki panjang 1.800 meter dan 1.220 meter. Selain itu, Bendungan Semantok juga memiliki topografi yang cenderung datar tanpa cekungan bukit—berbeda dengan dua bendungan tersebut.

Selain panjang, Bendungan Semantok juga memiliki kapasitas tampung yang besar, yaitu 32,67 juta m3. Sumber aliran airnya berasal dari Sungai Semantok.

Bendungan ini memiliki luas area genangan sebesar 365 hektare. Tak hanya itu, bendungan tersebut juga mengalirkan air ke 25,92 km saluran primer dan 78,20 km saluran sekunder untuk sumber air Daerah Irigasi (DI) Bening, Ngomben, dan Rejoso.

baca juga

Dukung Ketahanan Pangan di Nganjuk

Bendungan Semantok, bendungan terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara | Dirjen SDA KemenPU
info gambar

Bendungan Semantok, bendungan terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara | Dirjen SDA KemenPU


Melalui unggahan Kementerian PU di akun Instagram @kementerianpu, Bendungan Semantok sangat bermanfaat bagi warga Nganjuk utara, utamanya bagi para petani. Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 2022 lalu, sudah lebih dari 1.900 hektare lahan yang diairi oleh bendungan ini.

Bahkan, kini para petani juga bisa tanam sebanyak tiga kali. Dikatakan bahwa sebelum ada Bendungan Semantok, petani hanya bisa melakukan tanam dua kali.

Jika dimanfaatkan dengan baik, bukan tak mungkin jika bendungan tersebut dapat mendukung sektor pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Bukan hanya untuk irigasi, Bendungan Semantok pun difungsikan untuk mengatasi masalah kekeringan di Nganjuk.

Kawan GNFI, masyarakat Nganjuk memang menghadapi dua kondisi ekstrem tiap tahunnya, yakni kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Bendungan Semantok inilah yang membantu mengatur debit air agar cukup dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga sekitar.

Saat musim kemarau melanda, bendungan digunakan sebagai tempat mendistribusikan air, utamanya untuk sistem irigasi demi mencegah terjadinya kekeringan di area persawahan di bagian hilir. Sebelum Bendungan Semantok berdiri, masyarakat umumnya menggunakan sistem perairan tadah hujan untuk mendukung area sawah mereka.

Sebaliknya, di musim hujan, bendungan ini juga membantu mengurangi risiko banjir di kawasan hilir Sungai Semantok. Risiko banjir yang dapat direduksi Bendungan Semantok adalah sekitar 137 m3/detik atau sekitar 30 persen di wilayah hilir.

Bendungan panjang ini mampu menyediakan air bersih untuk 143.000 jiwa. Selain itu, salah satu Proyek Stategis Nasional (PSN) di Jawa Timur ini turut berperan besar untuk mendukung konservasi lingkungan serta lokasi pariwisata yang potensial.

Yang Unik dari Bendungan Semantok

Bendungan Semantok, bendungan terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara | Dirjen SDA KemenPU
info gambar

Bendungan Semantok, bendungan terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara | Dirjen SDA KemenPU


Menyadur dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PU, pembangunan Bendungan Semantok menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp2,5 triliun. Dibangun dengan pemanfaatan konstruksi digital lewat penerapan Building Information Modelling (BIM), Bendungan Semantok sudah memenuhi Standar Manajemen Informasi berbasis ISO 19650.

Menariknya, bendungan ini selesai lebih cepat berkat terknologi BIM. Teknologi itu juga diklaim membuat proyek bendungan menjadi lebih cepat, tepat, hemat biaya, dan terjamin mutunya, sehingga meminimalisir kesalahan dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien.

Bendungan Semantok memiliki beberapa fasilitas yang terinspirasi dari kearifan lokal Nganjuk, seperti Prasasti Jayastamba, Air Terjun Rorokuning, dan Anjuk Ladang. Selain itu, ada juga green belt di sekitar bendungan yang mencakup 507 pohon-pohon berbuah.

Berbagai macam buah yang ditanam adalah jambu kristal, jambu madu, sirsak, sawo, dan alpukat. Hal ini sejalan dengan komitmen Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku penanggung jawab Bendungan Semantok untuk menjaga lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Selain bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, Bendungan Semantok dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata baru yang siap mendukung ekonomi lokal di Nganjuk.

Ada yang pernah mampir ke Bendungan Semantok?

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.