kisah ridwan nojeng dari jeneponto yang ubah desa tua jadi wisata alam rumbia - News | Good News From Indonesia 2025

Kisah Ridwan Nojeng dari Jeneponto yang Ubah Desa Tua Jadi Wisata Alam Rumbia

Kisah Ridwan Nojeng dari Jeneponto yang Ubah Desa Tua Jadi Wisata Alam Rumbia
images info

Kisah Ridwan Nojeng dari Jeneponto yang Ubah Desa Tua Jadi Wisata Alam Rumbia


Di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, nama Ridwan Nojeng mulai melambung sejak ia memutuskan membangun kawasan wisata alam sekaligus mengangkat kualitas lingkungan hidup masyarakat lokal.

Perjuangannya kemudian diakui secara nasional ketika ia menerima SATU Indonesia Awards 2016 untuk kategori lingkungan hidup.

Pada awal dekade 2010-an, wilayah yang kini dikenal dengan nama Lembah Hijau Rumbia masih cukup terpencil, dan kondisi alamnya menjadi tantangan nyata. Sebab, sebagian semula dianggap “tandus” atau kurang berkembang,

Ridwan memulai langkahnya dengan menanam pohon, membentuk komunitas pemuda untuk pembersihan lahan, hingga menggunakan bambu dan kayu lokal untuk membangun fasilitas wisata.

Tahun 2014 menjadi tonggak penting, di mana Ridwan bersama warga desa secara resmi meluncurkan Lembah Hijau Rumbia sebagai destinasi wisata alam. Mereka memanfaatkan sumber daya bambu dan kayu setempat, serta pemandangan alam yang masih hijau dan alami.

baca juga

Dalam perjalanannya, ia menggabungkan aspek lingkungan hidup dengan pengembangan ekonomi lokal. Petani di sekitar desa dilibatkan melalui metode pertanian organik, edukasi, hingga produksi pupuk organik dari kotoran sapi. Lalu, bisa digunakan sendiri di kawasan wisata maupun lahan petani.

Sumber-sumber menyebut, “pupuk organik dari kotoran sapi” adalah salah satu inovasi Ridwan yang disorot dalam proses seleksi SATU Indonesia Awards 2016.

Bersamaan dengan itu, kawasan wisata Lembah Hijau yang dibangun menggunakan bahan bambu dan kayu, menjadi simbol bagaimana ‘normalnya’ sumber lokal bisa diberdayakan untuk menciptakan nilai tambah.

Penghargaan SATU Indonesia Awards sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar oleh PT Astra International Tbk melalui program “Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU)”, di mana penerima penghargaan berasal dari individu maupun kelompok yang menunjukkan kontribusi nyata terhadap perubahan sosial. Ridwan tercatat sebagai salah satu penerima kategori Lingkungan Hidup pada tahun 2016.

Dengan pengakuan tersebut, publikasi tentang Lembah Hijau Rumbia pun meluas. Sebelumnya banyak warga sekitar meragukan gagasan Ridwan, bahkan ada yang menilai rencana wisata berbasis bambu di daerah yang terpencil sebagai “tidak realistis”.

Namun, melalui kerja keras dan bantuan masyarakat sekitar, ia berhasil menunjukkan perkembangan yang nyata.

Salah satu aspek yang patut disorot ialah keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pengembangan. Ridwan memfokuskan pada pemberdayaan warga desa: petani mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem wisata dan lingkungan.

Aktivitas seperti penghijauan lahan, pemanfaatan bambu sebagai bahan konstruksi, hingga fasilitas penginapan dari bambu dan kayu, semua dirancang untuk memberi manfaat sosial dan ekonomi.

Di tengah pandemi Covid-19, kawasan Lembah Hijau Rumbia pun sempat mengalami dampak besar. Diinformasikan bahwa pemasukan harian dari wisatawan menurun drastis, dari angka sekitar Rp20 juta/hari menjadi hanya sekitar Rp700 ribu/hari.

Namun, Ridwan dan timnya melihat kondisi itu sebagai momentum untuk berbenah dan menambah titik baru yang menarik pengunjung setelah pembatasan mulai longgar.

Kini, Lembah Hijau Rumbia tidak hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga model pemberdayaan lingkungan di tingkat daerah.

Ridwan kerap diundang menjadi pembicara di kampus-kampus di Sulawesi lebih luas, guna menginspirasi generasi muda untuk kembali ke desa dan berkontribusi melalui inovasi lokal.

Bagi Kabupaten Jeneponto, keberadaan Lembah Hijau Rumbia turut menopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bangunan dari bambu dan kayu, outbond, kolam alam, dan wahana foto menjadi magnet pengunjung dari luar daerah.

Tak hanya itu, dilakukan pula kolaborasi dengan platform reservasi online untuk menjangkau wisatawan yang lebih luas.

Ke depan, Ridwan menaruh harapan agar Lembah Hijau Rumbia menjadi salah satu ikon wisata yang dikenal internasional, tanpa melepas akar lokal dan keberlanjutan lingkungan.

#kabarbaiksatuIndonesia

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AJ
FS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.