ekspresi vs privasi fenomena fotoyu di dunia lari - News | Good News From Indonesia 2025

Ekspresi vs Privasi, Fenomena Fotoyu di Dunia Lari

Ekspresi vs Privasi, Fenomena Fotoyu di Dunia Lari
images info

Ekspresi vs Privasi, Fenomena Fotoyu di Dunia Lari


Pasca pandemi COVID-19, kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat meningkat. Konsumsi makanan sehat dan berimbang hingga olahraga menjadi gaya hidup yang digandrungi.

Bersepeda sempat menjadi olahraga yang paling digandrungi saat COVID-19 masih mewabah. Sepertinya, kini olahraga lari telah menggantikannya. Tak sulit menemukan aktivitas masyarakat berlari di sudut-sudut kota, apalagi saat akhir pekan tiba. 

Olahraga lari mudah dilakukan, tak butuh banyak perlengkapan, dan bisa di mana saja. Setiap pagi, jalur pedestrian maupun jalanan biasa ramai oleh para pelari. Semua berbaur, baik yang serius mengejar target waktu hingga yang sekadar ingin berkeringat.

baca juga

Namun, di tengah semangat berlari itu, muncul fenomena menarik yang tak kalah ramai. Di pinggir jalan atau lintasan berlari, banyak berjejer fotografer yang memotret para pelari tanpa diminta. Mereka lalu mengunggah hasil jepretannya di sebuah aplikasi bernama Fotoyu.

Apa Itu Fotoyu?

Fotoyu adalah aplikasi marketplace berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menghubungkan fotografer dengan pengguna untuk jual beli foto dokumentasi personal.

FotoYu kini semakin populer di kalangan fotografer. Aplikasi ini memberikan platform bagi fotografer untuk menawarkan hasil jepretan mereka. 

Tangkapan layar aplikasi Fotoyu di Google Play Store
info gambar

Tangkapan layar aplikasi Fotoyu di Google Play Store


Sementara bagi pelari, Fotoyu bermanfaat terutama bagi mereka yang ingin mendokumentasikan aktivitasnya. Berkat teknologi pengenalan wajah RoboYu, pelari kini bisa menemukan foto-foto mereka dengan cepat dan praktis. Mereka tak lagi perlu menelusuri ratusan gambar satu per satu untuk mencari hasil jepretan diri mereka.

Fenomena ini berkembang pesat seiring budaya berbagi di dunia digital. Setiap aktivitas ingin diabadikan, setiap momen ingin dikenang dan dibagikan.

Antara Ekspresi dan Privasi

Bagi sebagian pelari, keberadaan fotografer di sepanjang jalur lari bukan gangguan, tapi justru penyemangat. Mereka bisa mendapatkan potret terbaik dari fotografer profesional tanpa perlu menyewa jasa pribadi.

Hasil foto yang bagus sering diunggah ke media sosial, menyebarkan semangat hidup sehat, bahkan menginspirasi orang lain untuk ikut berlari. 

Di sisi lain, fotografer juga memperoleh manfaat. Hasil jepretan bisa dijual melalui Fotoyu atau sekadar menjadi portofolio yang memperkuat reputasi mereka. Jika demikian, situasi ini sebetulnya saling menguntungkan.

Para fotografer jalanan mengatur setelan kamera | Pexels (Alejandra Montenegro)
info gambar

Para fotografer jalanan mengatur setelan kamera | Pexels (Alejandra Montenegro)


Namun, tidak semua orang merasa nyaman difoto tanpa izin. Sebagian pelari menganggap tindakan itu melanggar ruang pribadi. Apalagi jika foto diunggah tanpa sepengetahuan mereka. Dari sinilah perdebatan antara ekspresi dan privasi bermula.

Foto wajah merupakan data pribadi yang jenisnya bersifat spesifik. Karena itu, fenomena pemotretan tanpa persetujuan subjek yang ada di ruang publik ini bisa dianggap sebagai "privacy violation" atau pelanggaran terhadap privasi. 

Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). 

“Setiap orang dilarang secara melawan hukum memperoleh atau mengumpulkan data pribadi dengan maksud menguntungkan diri sendiri, atau orang lain yang dapat mengakibatkan kerugian subjek data pribadi.” (Pasal 65)

baca juga

Bagaimanapun, sampai hari ini belum ada lembaga atau badan pelindungan data pribadi yang sebetulnya telah diamanatka oleh UU PDP. Sehingga, masih ada wilayah abu-abu yang menyebabkan aturan belum bisa ditegakkan secara optimal.

Berbagi Ruang Ekspresi dan Privasi

Di era digital seperti sekarang, batas antara ruang pribadi dan ruang publik makin kabur. Setiap momen bisa terekam, setiap ekspresi bisa tersebar. Dalam konteks ini, Fotoyu menjadi cermin kecil tentang bagaimana teknologi, kreativitas, dan kebutuhan akan privasi saling bersinggungan.

Bagi para pelari, mungkin tak ada salahnya jika lari bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang menebar semangat hidup sehat yang terekam indah di foto. Sedangkan bagi fotografer, penting pula untuk menghargai kenyamanan mereka yang difoto.

Pada akhirnya, baik dari balik lensa maupun di lintasan, semua pihak sedang berlari menuju tujuan yang sama: menikmati hidup dengan cara yang sehat, bebas, dan saling menghargai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
ML
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.