peringati hari museum nasional simak sejarah dan tren museum di indonesia - News | Good News From Indonesia 2025

Peringati Hari Museum Nasional, Simak Sejarah dan Tren Museum di Indonesia

Peringati Hari Museum Nasional, Simak Sejarah dan Tren Museum di Indonesia
images info

Peringati Hari Museum Nasional, Simak Sejarah dan Tren Museum di Indonesia


Setiap tanggal 12 Oktober diperingati sebagai Hari Museum Nasional. Perayaan ini bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya eksistensi Museum di tengah peradaban saat ini. 

Perannya sebagai rumah bagi kebudayaan, termasuk peninggalan sejarah hingga beragam kesenian, menjadikan museum sangat penting untuk mempelajari perjalanan kita sebagai sebuah bangsa. Maka dari itu, di Hari Museum Nasional kita perlu mempelajari kembali sejarah hingga tren perkembangan museum di Indonesia saat ini. Selamat Membaca!

baca juga

Sejarah Museum di Indonesia

Awal eksistensi museum di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangannya di Eropa. Dalam buku “Museum” karya Teguh Purwantari, Belanda yang saat itu menjajah Indonesia mendirikan Bataviaach Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, sebuah lembaga sejarah dan kebudayaan pada 24 April 1778.

Saat itu, lembaga ini mempelajari dan memelihara benda-benda yang diperoleh dan dikumpulkan dalam suatu tempat yang disebut “museum”.

Pertumbuhan museum makin terlihat saat minat masyarakat terhadap peninggalan-peninggalan sejarah meningkat. Untuk menampung minat dan koleksi yang makin banyak, Belanda membangun sebuah bangunan museum yang terletak di Jl. Merdeka Barat No. 12 yang kelak dikenal sebagai Museum Nasional Indonesia.

Selain itu, pembangunan museum juga dilakukan di beberapa daerah, misalnya Museum Radyapustaka di Solo (1890) dan Kebun Raya Bogor (1894).

Eksistensi museum pasca kemerdekaan makin diperhitungkan. Dikutip dari artikel Museum Penerangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Muspen Komdigi), pada tahun 1957, untuk pertama kalinya unit kerja bagian museum terbentuk di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya, pada 12—14 Oktober 1962 dilaksanakan Musyawarah Museum se-Indonesia yang pertama di Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut terdapat 10 resolusi yang kelak menjadi dasar perkembangan museum di Indonesia.

Penetapan Hari Museum Nasional

Hari Museum Nasional tidak lahir dari diskusi sederhana, melainkan dari berbagai pertimbangan, bahkan nyaris menelan waktu 10 tahun. Masih bersumber dari artikel Muspen Komdigi, pada tahun 2005, dibentuk tim yang beranggotakan para pemerhati sejarah dan museum yang saat itu diketuai oleh AA Munandar. Tim ini bertujuan untuk menetapkan tanggal untuk hari museum nasional.

Beberapa tahun berselang, tepatnya pada tahun 2010, seminar diadakan untuk mendiskusikan penentuan hari tersebut. Saat itu, 24 Desember dipilih sebagai dasar terbentuknya unit kerja bagian museum di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sayangnya, penentuan tanggal itu belum sempat disahkan bahkan menuai kekhawatiran beberapa pihak karena tanggal tersebut mendekati akhir tahun.

5 tahun berselang, tepatnya pada tanggal 23 April 2015, diskusi perihal penentuan hari museum nasional kembali digelar oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

Saat itu, hasil diskusi menetapkan tanggal pelaksanaan Musyawarah Museum Indonesia, yang bertepatan dengan 12 Oktober, sebagai Hari Museum Nasional.

baca juga

Tren Museum di Indonesia: Digitalisasi hingga ‘Museum Date’ di Kalangan Anak Muda

Museum tidak hanya sebuah bangunan sederhana yang berisi peninggalan sejarah, melainkan juga wajah bagi perubahan gaya hidup masyarakat di era modern. 

Dikutip dari Goodstats, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan jika terdapat 442 museum yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2025, di mana provinsi dengan museum terbanyak dipegang oleh DKI Jakarta (63), Jawa Tengah (63) dan Jawa Timur (62).

Banyaknya jumlah museum yang hadir tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk menarik minat masyarakat. Dilansir dari kumparan.com, berbagai museum di Indonesia mulai beradaptasi dengan teknologi, salah satunya dengan mengadakan pameran digital hingga akses koleksi secara virtual sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat tanpa harus hadir secara fisik.

Salah satu yang menarik adalah tren museum date yang sedang populer di kalangan anak muda. Tren ini menyatukan romantisme dan edukasi, sehingga berkencan bisa menjadi lebih positif karena dilakukan di tempat-tempat yang menambah wawasan, seperti museum.

Hal ini tentunya dapat menjadi kegiatan alternatif untuk menghabiskan waktu luang bersama pasangan atau keluarga. 

Dengan demikian sejarah dan tren museum di Indonesia saat ini. Semoga perayaan museum tidak hanya dilaksanakan setiap tanggal 12 Oktober, melainkan setiap waktu dengan mengunjungi museum dan menghayati setiap koleksi yang ada di dalamnya. Selamat Hari Museum Nasional!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.