eri dan revo founder yuk tukoni gerakan penyambung napas umkm kuliner di mas pandemi - News | Good News From Indonesia 2025

Eri dan Revo, Founder Yuk Tukoni: Gerakan Penyambung Napas UMKM Kuliner Jogja di Masa Pandemi

Eri dan Revo, Founder Yuk Tukoni: Gerakan Penyambung Napas UMKM Kuliner Jogja di Masa Pandemi
images info

Eri dan Revo, Founder Yuk Tukoni: Gerakan Penyambung Napas UMKM Kuliner Jogja di Masa Pandemi


"Walau Berjarak, tetap Bergerak", slogan yang terucap tegas, semangat dan penuh makna dari dua sahabat asal Jogja yang mampu menyambung napas para UMKM kuliner di masa pandemi Covid 19 melalui gerakan yang ia gaungkan.

Jauh dari lahirnya slogan itu, kembali ke lima tahun yang lalu. Keluhan yang nyaring di telinga keduanya. 

"Tak ada pemasukan sama sekali, berhari-hari jualan tetap saja sepi. Padahal biasanya masih tetap ada pembeli," keluhan yang saling bersahutan dan terdengar nyaring itu dari mulut para pelaku UMKM kuliner. Ketika itu roda perekonomian lumpuh karena virus-virus yang tak terjangkau penglihatan saling menyerang secara misterius menghentikan kaki pembeli untuk sampai pada penjual di sekitarnya.

Ilustrasi masa pandemi Covid 19 | pixabay.com
info gambar

Ilustrasi masa pandemi Covid 19 | pixabay.com


Salah satunya Eri Kuncoro, lelaki paruh baya asal Jogja yang berkecimpung di dunia digital dan pemasaran brand. Begitu pula sahabatnya yang bernama Revo Al Imran Sulaeman. Ia mengaku juga merasakan apa yang sedang dirasakan pelaku UMKM kuliner ketika terisolasi dalam pandemi Covid 19. 

Dari Mie Ayam Pak Amin: Gagasan Penyelamat itu Hadir

Keluhan itu, terdengar sangat nyaring di telinga Eri ketika ia memesan mie ayam langganannya, tetapi ia tak mendapatkan seporsi mie ayam hangat yang biasa ia nikmati. 

Pak Amin, nama penjual mie ayam itu. Beliau bilang tidak lagi jualan karena hendak pulang kampung karena beliau mengaku bahwa masa pandemi Covid 19 telah menghalangi langkah pembeli ke warungnya. 

Dari penjual mie ayam langganan memilih tutup dan hendak pulang ke kampung halaman ini, Eri Kuncoro bertanya: Apa yang ia harapkan dari Pak Amin? Hanya seporsi mie ayam hangat ia bisa nikmati seperti biasa. Namun, lagi-lagi virus-virus tak bisa dijangkau penglihatan itu sungguh menghentikan tangan lincahnya merebus mie, meracik bumbu, menyendok ayam hingga membungkusnya jadi seporsi untuk mengisi energi pembeli.

Ilustrasi mie ayam | pixabay.com
info gambar

Ilustrasi mie ayam | pixabay.com


"Saya mikir nasib teman-teman yang curhat ini gimana dagangan gak laku lalu keluarga gak dapat suplai makanan," ungkap Eri.

"Bagaimana bisa ini terjadi? Roda perekonomian lumpuh! Mereka dapat penghasilan dari mana?" desir batin dari jiwa kemanusiaan Eri yang bangkit melihat mereka yang kepayahan mencari penghidupan.

Melihat realita ini, Eri dan Revo berinisiatif menciptakan suatu e-commerce yang mendatangkan pembeli untuk memesan produk dagangan yang ia katakan sebagai "teman-teman" ini. Tak lain mereka adalah para pelaku UMKM kuliner yang terdampak pandemi Covid 19. 

Marketplace itu ia namai Tukoni yang sekaligus menjadi gerakan Yuk Tukoni. Melalui gerakan Yuk Tukoni, para pelaku UMKM kuliner berhasil keluar dari cengkraman pandemi Covid 19 yang mengisolasi bisnis mereka. 

Gerakan ini, tulus ia dirikan untuk membantu para pengusaha mikro, kecil dan menengah kuliner yang terjebak dalam pandemi dan nyaris hampir putus asa ketika mendapati tidak adanya penghasilan dari penjualan.

Yuk Tukoni, Inkubator Digital yang Menjadi Rumah Bagi UMKM Kuliner Indonesia

Logo Tukoni | Instagram Eri Kuncoro 
info gambar

Logo Tukoni | Instagram Eri Kuncoro 


Yuk Tukoni merupakan gerakan yang menjadi saluran pemasaran, inkubator, dan rumah bagi para pengusaha kuliner serta FoodandBeverageCreator di seluruh Indonesia.

Cara kerja Yuk Tukoni di mulai dari: 1) Vendor mengirimkan profil mereka ke Yuk Tukoni, 2) Yuk Tukoni menerima sampel kuliner dari mereka, 3) Yuk Tukoni melakukan uji layak gizi terhadap kuliner ini, 4) Yuk Tukoni membantu memasarkan melalui branding di platform Instagram, packing hingga pengantaran ke konsumen

Menu yang dijual Yuk Tukoni berupa: 1) Custom yaitu konsumen bebas memilih memesan apa saja dari vendor yang tersedia di Yuk Tukoni dengan adanya minimal hari untuk memesan, 2) Frozen Food, 3) Berbagai pilihan kuliner yang bisa dipilih pada platform Tukoni.id.

Nilai Beda Yuk Tukoni: Tak Hanya Memudahkan, tetapi Juga Memberikan Kelebihan

Kemudahan Tukoni | Instagram Tukoni Indonesia 
info gambar

Kemudahan Tukoni | Instagram Tukoni Indonesia 


Gerakan ini menggaungkan kemudahan pengguna ketika memilih memesan makanan melaluinya bahwa melalui Yuk Tukoni para pengguna bisa membeli lebih dari satu produk makanan dan minuman dari berbagai toko dengan satu kali check out, satu kali biaya ongkos kirim dan satu kali pengantaran. 

Dengan kemudahan itu, gerakan ini berhasil membantu sesama (pengusaha kuliner) memasarkan produknya, mendatangkan pembeli, mengantarkan produk mereka hingga sampai di tangan konsumen dengan aman dan selamat. 

Selain kemudahan, yang menjadi kelebihan dari Yuk Tukoni tersemat dalam tagline-nya yaitu kuliner yang dijual dalam platform ini sudah dipastikan Halal, Higienis dan Hemat. Tagline ini menandakan bahwa founder berharap Yuk Tukoni bisa menjadi jalan ibadah yang dapat melahirkan keberkahan. 

Di Masa Pandemi Yuk Tukoni Terbukti Membantu Menyambung Napas UMKM Kuliner Jogja

Sebagai seorang Digital Hustler dan Brand Strategist Eri aktif, ulet dan gigih dalam memanfaatkan dunia digital dalam mengembangkan merek agar dikenal luas dan memiliki nilai kuat di pasar. Ia membuat konten-konten produk eyecatching untuk postingan di sosial media. Inilah langkah utama pemasaran digital Yuk Tukoni. Memanfaatkan media sosial terutama Instagram untuk membangun personal branding Yuk Tukoni hingga memancing interest dan action pembeli.

Konten eye catching Mie Ayam Pak Amin | Instagram Tukoni Id 
info gambar

Konten eye catching Mie Ayam Pak Amin | Instagram Tukoni Id 


Misalnya, Pak Amin yang awalnya hendak pulang kampung karena sepi pembeli di masa pandemi semenjak Eri yang merupakan pelanggan mie ayamnya memasarkan mie ayam Pak Amin melalui Yuk Tukoni, Pak Amin menjadi banjir pesanan.

Konten eye catching Ricebowl Mangot Lele Mbah Marto | Instagram Tukoni Indonesia 
info gambar

Konten eye catching Ricebowl Mangot Lele Mbah Marto | Instagram Tukoni Indonesia 


Selain Mie Ayam Pak Amin ada Mangut Lele Mbah Marto. Awalnya Mangut Lele Mbah Marto ini hanya terjual 10 porsi dalam sehari begitu bergabung dengan Yuk Tukoni melonjak menjadi 100 porsi setiap harinya.

Melalui Yuk Tukoni: Menikmati Kuliner Jogja dari Mana Saja

Logo Yuk Tukoni | Instagram Eri Kuncoro 
info gambar

Logo Yuk Tukoni | Instagram Eri Kuncoro 


Digitalisasi yang mampu melipat jarak sehingga tak perlu bersedih hati kalau mau beli sesuatu, tetapi tokonya ada di luar kota. Begitu pula dengan Yuk Tukoni! Yuk Tukoni tak hanya melayani pembeli wilayah Jogja, tetapi kuliner Jogja ini bisa dinikmati mereka yang berada di luar Jogja pula.

"Adanya Tukoni dengan menampung UMKM yang ada di Jogja, orang-orang yang ada di luar Jogja yang mereka ingin merasakan masakan cita rasa masakan Joga dan yang pernah mereka rasakan tapi kok mereka gak bisa ke Jogja. Maka bisa dibeli melalui Tukoni," Vivi Kurnia, admin online Tukoni.

Ini Bukti Tak Sekadar Gerakan Kecil: Yuk Tukoni Meraih Apresiasi 

Pada tahun berdirinya itu banyak telinga media mendengar kiprah dua sahabat ini. Liputan demi liputan dari media keduanya terima. Berita demi berita tersiar. Hingga salah satu dari media ini mendaftarkan Eri dengan gerakannya dalam program apresiasi Satu Indonesia Award (SIA) yang diselenggarakan oleh PT Astra Internasional Tbk. Tidak disangka Yuk Tukoni mendapatkan apresiasi Satu Indonesia Award (SIA) tahun 2020. Dari Astra inilah, Yuk Tukoni lebih luas lagi mendapatkan sorotan dan apresiasi. 

"Semoga Tukoni tidak hanya membantu dalam penjualan, tetapi memberikan value yang lebih, kontribusi yang lebih," harapan Revo Al Imran Sulaeman.

 

#KabarBaikSatuIndonesia

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ES
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.