desa sanankerto inspirasi sukses berdayakan hutan bambu menjadi wisata unggulan - News | Good News From Indonesia 2025

Desa Sanankerto, Inspirasi Sukses Berdayakan Hutan Bambu Menjadi Wisata Unggulan

Desa Sanankerto, Inspirasi Sukses Berdayakan Hutan Bambu Menjadi Wisata Unggulan
images info

Desa Sanankerto, Inspirasi Sukses Berdayakan Hutan Bambu Menjadi Wisata Unggulan


Kawan GNFI, Desa Sanankerto merupakan salah satu desa yang terletak pada Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa ini juga merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA) yang terkenal dengan wisata alamnya.

Di Desa Sanankerto, hutan bambu diberdayakan untuk menjadi wisata unggulan. Hal ini menjadi inspirasi bahwa potensi alam lokal dapat menghadirkan asa kesejahteraan untuk masyarakat apabila dikelola dengan maksimal.

Berikut informasi Desa Sanankerto yang sukses memberdayakan hutan bambu menjadi wisata unggulan. Informasi ini dapat menjadi inspirasi bagi Kawan GNFI mengenai desa yang sukses memberdayakan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

baca juga

Potensi Hutan Bambu di Desa Sanankerto

Melansir dari penelitian Inayah (2023), secara topografi Desa Sanankerto terletak pada bagian timur Kecamatan Turen yang merupakan daerah dataran tinggi. Desa ini memiliki ketinggian 600 mdpl.

Di Desa Sanankerto terdapat potensi hutan bambu yang berada di satu lokasi. Hutan bambu ini yang kemudian diberdayakan menjadi destinasi wisata.

Hutan bambu di Desa Sanankerto ditanami sekitar 115 jenis bambu. Luas hutan di Desa Sanankerto mencapai 36,5 Ha yang terletak di Dusun Kampung Anyar.

Hutan bambu ini dikenal dengan nama Boon Pring. Dari potensi hutan bambu inilah yang menjadikan Desa Sanankerto memiliki destinasi wisata unggulan.

Pemberdayaan Hutan Bambu di Desa Sanankerto Menjadi Wisata Unggulan

Ekowisata Boonpring di Desa Sanankerto | Foto: (Website | Desa Wisata Sanankerto).
info gambar

Ekowisata Boon Pring di Desa Sanankerto | Foto: (Website | Desa Wisata Sanankerto).


Pemberdayaan hutan bambu di Desa Sanankerto menjadi wisata unggulan dimulai pada tahun 2015. Pada saat itu, perangkat desa dan masyarakat bergotong royong untuk mengembangkan hutan desa yang tidak terawat menjadi wisata alam.

Wisata alam Desa Sanankerto tersebut bernama Boon Pring. Wisata Boon Pring ini merupakan wisata berbasis ekowisata yang kali pertama dibentuk di Desa Sanankerto melalui sinergi antara perangkat desa dengan masyarakat.

Ide membangun destinasi wisata ini dimulai dari percakapan biasa pada warung kopi. Ini seperti disampaikan oleh Kepala Urusan Hubungan Masyarakat Desa Sanankerto, Sulkan.

"Pada mulanya timbul keinginan untuk membuat sesuatu yang bisa dijadikan untuk program desa agar Desa Sanankerto tidak begitu begitu saja, berawal dari obrolan warung kopi timbullah ide untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki Desa Sanankerto seperti potensi alam, budaya dan ekonomi," terang Sulkan mengutip dari penelitian Inayah (2023).

Percakapan ini kemudian ditindaklanjuti pada musyawarah desa. Lalu, dibahas mengenai langkah selanjutnya.

Dari hasil musyawarah desa pada tahun 2015, dihasilkan keputusan berupa diterbitkannya Peraturan Desa Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Tanam Wisata Andeman "Boon Pring" Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang.

Hutan bambu tidak hanya dijadikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan arboretum atau museum, kawasan konservasi tanaman bambu. Kemudian, Boon Pring ini juga dimanfaatkan sebagai perlindungan mata air di Embung Andeman.

Potensi hutan bambu di Desa Sanankerto benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal. Banyak sekali atraksi wisata yang diciptakan pada hutan bambu Desa Sanankerto untuk menarik para wisatawan.

Atraksi wisata di Desa Sanankerto ini seperti adanya hutan dengan tanaman bambu yang memiliki 115 jenis, telaga yang asri, enam mata air, hingga atraksi wisata dan fasilitas buatan yang mendukung. Dengan adanya atraksi wisata ini membuat wisatawan dapat menikmati sensasi berwisata alam yang menyegarkan dan juga edukatif.

Dampak Adanya Wisata Unggulan di Desa Sanankerto

Wisata unggulan Boon Pring di Desa Sanankerto | Foto: (Website | Desa Wisata Sanankerto).
info gambar

Wisata unggulan Boon Pring di Desa Sanankerto | Foto: (Website | Desa Wisata Sanankerto).


Adanya wisata unggulan Boon Pring di Desa Sanankerto membawa banyak dampak positif untuk masyarakat. Dampak positif tersebut antara lain membangun citra untuk Desa Sanankerto, meningkatkan perekonomian warga sekitar, meningkatkan pengetahuan tentang tanaman bambu, hingga melestarikan alam sekitar.

"Dari segi profit, kami telah memberikan kontribusi ke desa. Tahun pertama 80 juta, tahun kedua 437 juta, tahun ketiga itu 615 juta, tahun yang keempat karena pandemi turun 312 juta, kemudian tahun yang terakhir 215 juta. Nah, itu yang menjadi satu kontribusi kami kepada desa dari segi ekonomi," terang Direktur Badan Usaha Milik Desa Sanankerto, Samsul Arifin mengutip dari wawancara YouTube CNN Indonesia pada 26 Mei 2022.

Adanya wisata Boon Pring mampu memberikan manfaat lain seperti menyerap tenaga kerja dan memberdayakan masyarakat.

"Kemudian, dari segi penyerapan tenaga kerja seluruh warga asli Sanankerto. Dari segi pemberdayaan, punya 88 kios yang ini semua adalah warga Sanankerto yang harus berdagang di sini dari penampungan UMKM yang ada," lanjut Samsul.

Selain itu, adanya wisata unggulan di Desa Sanankerto mengantarkannya masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2020 dan menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik ASEAN pada tahun 2022.

baca juga

Desa Sanankerto yang memiliki potensi hutan bambu menjadi inspirasi untuk mengoptimalkan kearifan lokal untuk kesejahteraan masyarakat. Eksotisme hutan bambu didukung dengan potensi alam lainnya mendatangkan dampak positif berupa terciptanya ekowisata dan eduwisata unggulan yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat Desa Sanankerto.

#kabarbaiksatuindonesia

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.