Tidak hanya pempek dan tekwan, Palembang memiliki berbagai macam makanan dan jajanan tradisional khas yang patut Kawan coba. Salah satu kue tradisional khas Palembang yang bisa Kawan coba ketika berkunjung ke daerah ini adalah bolu kojo.
Apalagi bolu kojo bukanlah kuliner yang baru saja muncul satu atau dua tahun belakangan. Jajanan tradisional ini diketahui sudah ada di Palembang dan sekitarnya sejak ratusan tahun silam.
Tidak hanya itu, bolu kojo juga menjadi salah satu kue khas Palembang yang identik dengan kalangan bangsawan dulunya. Jadi pada awalnya, tidak setiap orang bisa begitu saja menikmati jajanan tradisional tersebut.
Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut terkait jajanan tradisional yang satu ini?
Mengenal Bolu Kojo, Kue Khas Palembang
Bolu kojo adalah salah satu kue khas yang berasal dari daerah Palembang, Sumatra Selatan. Kue ini juga bisa Kawan jumpai di beberapa daerah lain di sekitar Palembang, seperti Jambi, Bengkulu, dan riau.
Nama "Kojo" yang digunakan dalam penamaan jajanan tradisional ini memiliki makna "Kemojo" atau "Kemboja". Arti ini merujuk kepada loyang yang digunakan untuk membuat bolu kojo yang memiliki bentuk seperti bunga kamboja.
Tahukah Kawan, ternyata kuliner yang satu ini tidak murni berasal dari kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat Palembang dulunya. Kue bolu kojo merupakan bentuk akulturasi dari dua budaya yang berbeda di masa lampau.
Dilansir dari artikel Fatma Dwi Oktaria, dkk., "Tinjauan Historis Akulturasi Budaya dalam Kuliner Palembang Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah" yang terbit di Jurnal Kalpataru, kue bolu bojo tercipta dari akulturasi budaya Eropa dan Palembang. Akulturasi ini terjadi pada Masa Kolonial Belanda dulunya.
Makanan Kelas Bangsawan Dulunya
Pada awalnya, tidak setiap orang bisa menikmati kue khas yang satu ini begitu saja. Hanya kalangan bangsawan dan kelas atas tertentu saja yang bisa menikmati bolu kojo di masa lalu.
Dulunya, makanan ini biasanya disajikan dalam berbagai upacara penting kesultanan. Bolu kojo menjadi salah satu hidangan yang disajikan kepada tamu kehormatan yang hadir di acara tersebut.
Seiring berjalannya waktu, bolu kojo bisa dinikmati oleh siapa saja. Meskipun demikian, jajanan khas ini tetap disajikan di beberapa acara penting di tengah masyarakat hingga saat sekarang, seperti upacara adat dan sejenisnya.
Resep Bolu Kojo Panggang dan Kukus
Untuk membuat bolu kojo, Kawan bisa melakukan proses pembuatannya dengan cara dipanggang dan dikukus. Kawan juga bisa memilih salah satu cara untuk membuat kue tradisional ini.
Dilansir dari laman RRI, adapun resep dan cara membuat kue bolu kojo khas Palembang dengan cara panggang dan kukus adalah.
Bahan
- Tepung terigu (500 gr)
- Tepung maizena (15 gr)
- Gula pasir (300 gr)
- Garam (1,5 sdm)
- Santan kental (650 ml)
- Jus pandan (600 ml)
- Telur ayam (4 butir)
- Mentega (75 gr)
Cara Membuat
- Masukkan tepung terigu, tepung maizena, gula pasir, dan garam di wadah. Kemudian aduk hingga rata.
- Setelah itu tambahkan santan kental dan aduk kembali hingga rata.
- Tambahkan juga jus pandan dan telur, lalu aduk hingga semua tercampur rata.
- Saring adonan yang sudah diaduk tadi. Lelehkan mentega dan tambahkan ke dalam adonan.
- Olesi loyang dengan minyak. Setelah itu masukkan adonan ke dalam loyang.
- Jika Kawan ingin menggunakan cara dipanggang, panggang adonan tersebut di oven dengan suhu lebih kurang 170 celsius selama 60 menit.
- Jika ingin dikukus, kukus adonan yang sudah dimasukkan ke loyang selama 25 menit.
- Kue bolu kojo khas Palembang sudah bisa dinikmati.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


