perbedaan super league 2025 2026 dengan liga 1 2024 2025 apa saja - News | Good News From Indonesia 2025

Perbedaan Super League 2025-2026 dengan Liga 1 2024-2025, Apa Saja?

Perbedaan Super League 2025-2026 dengan Liga 1 2024-2025, Apa Saja?
images info

Perbedaan Super League 2025-2026 dengan Liga 1 2024-2025, Apa Saja?


Ternyata ada sejumlah perbedaan Super League 2025-2026 dengan Liga 1 2024-2025. Apa saja?

Super League 2025-2026 telah resmi dimulai pada Jumat (8/8/2025). Kompetisi sepak bola level tertinggi ini akan menyajikan persaingan antara klub-klub terbaik di Indonesia untuk memperebutkan gelar juara.

Perlu diketahui, kompetisi musim ini dan musim lalu tidaklah sama. Inilah perbedaan Super League 2025-2026 dengan Liga 1 2024-2025.

Perbedaan paling jelas dari Super League 2025-2026 dan Liga 1 2024-2025 adalah nama kompetisi. Ya, untuk tahun ini, kompetisi menyandang nama baru.

Liga 1 resmi berganti nama menjadi BRI Super League. Perubahan ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang berlangsung di Jakarta pada Senin (7/7 2025) dan disepakati oleh seluruh 18 klub peserta liga. 

Langkah rebranding ini dilakukan untuk menciptakan identitas baru, tidak hanya pada nama kompetisi, tetapi juga pada operator liga yang tak lagi menyandang nama PT LIB, melainkan ILeague. Selain nama, logo operator pun baru, yang melambangkan semangat transformasi dan kebersamaan. 

Logo baru ILeague sendiri terdiri dari enam elemen utama, yaitu "Striker", "The Ball", huruf "I" tebal dan miring, "The Ground", serta "Elevation", yang secara keseluruhan merepresentasikan semangat juang, inklusivitas, dan pertumbuhan sepak bola Indonesia.

Perlu diketahui, perubahan nama ini juga menyentuh Liga 2 yang kini berganti nama menjadi Pegadaian Championship, sedangkan kompetisi semi-profesional tetap bertajuk Liga Nusantara.

Kuota Pemain Asing Bertambah, tapi yang di Lapangan Berkurang

Di Super League 2025-2026, kuota pemain asing lebih banyak ketimbang Liga 1 2024-2025. Kendati demikian, yang bermain justru lebih sedikit. Kok bisa?

ILeague, telah meresmikan kebijakan baru terkait pemain asing untuk gelaran Super League 2025-2026. Dalam kebijakan yang sudah final tersebut, kuota pemain asing bagi setiap tim adalah 11 pemain.

Kuota tersebut lebih banyak ketimbang Liga 1 2024-2025 yang hanya memberi delapan kuota pemain asing. Dari delapan pemain tersebut, semua boleh masuk DSP.

Meski satu klub bisa punya 11 pemain asing, hanya sembilan yang bisa masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) dan tujuh yang bisa dimainkan. Aturan ini juga dikenal dengan sebutan 7-9-11.

Dengan demikian, jatah bermain bagi pemain asing berkurang. Dalam satu pertandingan, kini klub tidak bisa lagi membawa delapan pemain asing, melainkan tujuh.

Apparel Pakai Adidas, Tak Lagi Specs

ILeague mengumumkan kemitraan strategisnya dengan Adidas Indonesia pada Selasa (15/7/2025). Melalui kerja sama ini, Adidas akan menjadi penyedia bola pertandingan resmi serta perlengkapan wasit untuk Super League dan Championship.

Kesepakatan antara Adidas dan ILeague berlangsung selama tiga tahun. Ini sekaligus juga menandai berakhirnya kerja sama I League sebelumnya dengan apparel lokal, Specs.

Di Liga 1 2024-2025 dan sebelum-sebelumnya, merek Specs bakal terlihat di baju wasit dan bola. Untuk Super League 2025-2026, tak lagi demikian.

Dengan kerja sama ini, pada musim 2025-2026, penyelenggaraan Super League dan Championship akan disokong oleh produk khusus Adidas, yaitu bola Tiro Competition dan pakaian wasit Twenty-Four.

Perlu diketahui, penggunaan apparel kompetisi berbeda dengan apparel setiap klub. Setiap klub dapat menggunakan apparel dari jenama lainnya meski ada pula yang menggunakan Adidas, misalnya PSM Makassar.

Dilarang Latihan di Stadion

Urusan latihan ternyata tak luput dari perubahan yang bakal terasa di Super League 2025-2026. Mulai musim ini, ILeague memberlakukan aturan baru yang mengejutkan, yakni klub-klub peserta dilarang keras menggunakan stadion kandang mereka untuk kegiatan latihan rutin. 

Apa alasannya? Kebijakan yang ditetapkan pada Kamis (7/8/2025) ini bertujuan untuk menjaga kualitas lapangan agar tetap prima sepanjang musim.

Menurut ILeague, penggunaan lapangan pertandingan secara intensif untuk latihan sehari-hari berpotensi merusak permukaan rumput stadion. Rumput yang aus, berlubang, atau tidak merata tentu akan merusak kenyamanan pemain dan menurunkan kualitas pertandingan, baik secara teknis maupun secara estetika untuk kebutuhan siaran langsung. Untuk itulah, rumput harus benar-benar dijaga.

Stadion kandang kini hanya boleh digunakan untuk dua kegiatan saja: official training (latihan resmi satu hari sebelum pertandingan) dan hari pertandingan. Dengan demikian, para klub peserta harus segera mencari alternatif tempat latihan rutin di luar stadion kandang mereka.

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.