Kawan GNFI tentu sudah tahu bahwa Lumajang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikenal memiliki segudang keindahan alam yang luar biasa.
Beberapa di antaranya yaitu Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo dan Gunung Bromo di perbatasan antara Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.
Dua objek wisata alam tersebut telah menjadi destinasi favorit bagi kalangan wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Selain itu, Lumajang juga memiliki destinasi wisata terkenal lainnya seperti Ranu Kumbolo dan Gunung Semeru yang sempat menjadi latar film 5 cm karya Rizal Mantovani.
Dua objek wisata ini berada berdekatan dengan Gunung Bromo yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Akan tetapi, Kawan tahu tidak bahwa masih banyak destinasi wisata di Lumajang yang masih banyak orang belum tahu, lho.
Tentu tempat-tempat ini bisa menjadi destinasi alternatif bagi Kawan GNFI selain Tumpak Sewu dan Bromo ketika menyambangi kabupaten yang dijuluki sebagai Oostenrijk van Java tersebut.
1. Ranu Lading
Ranu Lading | Dokumentasi Pribadi
Ranu Lading merupakan sebuah danau yang berlokasi di Dusun Ranulading, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Lumajang. Ranu ini memiliki posisi persis berada di bawah kaki Gunung Lemongan, yang berlokasi di sebelah timur laut desa.
Untuk menuju ke danau tersebut, Kawan GNFI perlu menempuh jarak sekitar 25-30 km dari pusat kota Lumajang. Namun, saat sampai di lokasi, Ranu Lading hanya dapat diakses oleh kendaraan roda 2 lantaran letaknya yang berada di tengah-tengah perkebunan kopi warga.
Meskipun begitu, jangan salah Kawan sebab pemandangan yang ditawarkan oleh Ranu Lading ini begitu cantik dengan pepohonan di sekitarnya.
Selain itu, terdapat juga loji peninggalan kolonial Hindia Belanda yang masih berdiri hingga kini di sekitar kawasan. Hal ini menyajikan kekhasan tersendiri dari Ranu Lading.
Kawan GNFI juga dapat menaiki rakit yang berada di pinggir ranu untuk mengunjungi rumah apung yang ada di tengah danau atau juga hanya menikmati pemandangan dari atas rakit sambil berkeliling.
2. Ranuwurung
Pematang Sawah di Ranuwurung | Dokumentasi Pribadi
Tidak jauh dari Ranu Lading, terdapat juga Ranuwurung yang dapat menjadi tempat berwisata alternatif Kawan GNFI saat mengunjungi Lumajang. Tidak seperti ranu-ranu pada umumnya, Ranuwurung bukanlah sebuah danau lho, Kawan.
Akan tetapi, “ranu” yang terletak di Dusun Krajan 1, Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah ini merupakan suatu kawasan persawahan yang memiliki sumber mata air di sisi utaranya. Sumber mata air ini digunakan oleh warga sekitar sebagai sumber air bersih dan irigasi pertanian.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Desa Sumberwringin, nama Ranu Wurung sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “danau yang gagal/urung terbentuk”. Konon, ada kisah menarik dibalik penamaan “ranu” ini. Masyarakat setempat meyakini bahwa “ranu” ini terbentuk bersamaan dengan pembentukan Ranu Lading.
Namun, pada akhirnya, Ranu Lading menjadi “pemenangnya” dan berhasil membentuk danau sempurna. Sementara itu, Ranuwurung yang gagal hanya menjadi hamparan tanah yang luas dengan sumber mata air yang mengalir saja seperti hulu sungai.
Akses menuju Ranuwurung ini hanya dapat dijangkau oleh kendaraan roda 2 sementara kendaraan roda 4 dapat berhenti di halaman rumah warga atau balai desa.
Kendati demikian, keindahan alam yang ditawarkan sangat menakjubkan dengan hembusan angin khas pedesaan dan segarnya mata air akan memanjakan Kawan GNFI saat berkunjung ke sana.
3. Gunung Bujel
Kawan GNFI tahu tidak bahwa Lumajang punya beberapa gunung yang dapat Kawan kunjungi selain Gunung Bromo dan Semeru, lho. Salah satunya adalah Gunung Bujel yang terletak di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah.
Gunung yang bertipe gunung pasif ini mampu menghadirkan pemandangan alam yang luar biasa saat mendaki ke puncaknya. Bahkan dari ketinggian puncak gunung ini, Kawan GNFI dapat melihat pemandangan Gunung Semeru, lho.
Akses menuju gunung ini terbilang sudah mumpuni dengan lahan parkir dan fasilitas pendukung yang telah disediakan oleh pemerintah desa setempat. Sementara itu, jalan dari lahan parkir menuju puncak gunung hanya memakan waktu sekitar 10-20 menit sehingga cocok bagi Kawan GNFI yang masih awam mendaki gunung.
Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Ranu Lading dan Ranu Wurung tentu dapat Kawan GNFI pertimbangkan untuk masuk wishlist destinasi alternatif saat berada di Lumajang.
4. Ranu Pakis
Ranu Pakis | Dokumentasi Pribadi
Ranu Pakis merupakan sebuah danau maar (danau kawah vulkanik) yang terletak di Dusun Nangkaan, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah. Kawan GNFI tahu tidak bahwa ranu yang berada di ketinggian sekitar 600 mdpl dengan luas 50 hektar dan kedalaman sekitar 26 meter ini termasuk bagian dari The Triangle of Lakes bersamaan dengan Ranu Klakah dan Ranu Bedali, lho.
Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh dari pusat kota Lumajang sejauh 18 km. Sementara itu, Kawan GNFI dapat mengakses kawasan ranu dengan mengendarai kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4 atau lebih. Sesampainya di ranu ini, Kawan GNFI akan dimanjakan dengan pemandangan kawasan danau yang memesona dari berbagai view point, baik dari dekat ranu maupun dari atas tebing yang dapat diakses dengan kendaraan.
Kawan GNFI tidak perlu khawatir jika berkunjung ke sana karena sarana dan prasarana di sekitar ranu sudah terbilang oke, mulai dari tempat beribadah, toilet, hingga penjual yang menjajakan dagangannya seperti makanan ringan sampai dengan makanan utama.
5. Ranu Klakah
Ranu Klakah | Dokumentasi Pribadi
Saat menyambangi Lumajang, Kawan GNFI juga dapat mempertimbangkan untuk berkunjung ke Ranu Klakah yang tidak terlalu jauh dari Ranu Pakis. Ranu yang berada di ketinggian 900 mdpl dengan luas 22 hektare dan kedalaman mencapai 30 meter ini berlokasi di Dusun Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah.
Perjalanan dari pusat kota Lumajang ke ranu ini dapat ditempuh sekitar 19-20 km. Sementara itu, kawasan ranu dapat diakses dengan kendaraan roda 2 dan roda 4 serta tidak jauh dari Jalan Raya Lumajang–Probolinggo. Ranu ini mampu menyajikan keindahan alam yang menarik hati saat mengunjunginya.
Kawan GNFI tidak perlu khawatir sebab sudah banyak sarana-prasarana pendukung. Bahkan Kawan GNFI bisa mencicipi santapan hasil tangkapan ikan dari tambak di ranu tersebut secara langsung yang dijajakan oleh warung-warung di sekitarnya.
Nah, itulah beberapa destinasi hidden gem di Lumajang yang bisa dikunjungi. Apakah Kawan GNFI tertarik untuk menyambanginya? Ditunggu kabar baiknya ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


