Pada tanggal 4 hingga 6 Juli 2025, Candi Prambanan telah menjadi saksi perhelatan ke-11 dari Prambanan Jazz, salah satu festival musik terbesar di Yogyakarta. Dengan tema Sebelas Selaras, festival ini merayakan harmoni antara musik, alam, serta budaya.
Tahun ini, festival dimeriahkan oleh nama-nama besar seperti Kenny G, eaJ Park, grup legendaris Dewa 19 feat. Marcello Tahitoe, serta deretan musisi papan atas Indonesia seperti Raisa, Tulus, Kahitna, Yura Yunita, dan banyak lagi.
Mario Ginanjar: musik adalah kekuatan bangsa Indonesia
Vokalis Kahitna Mario Ginanjar di Prambanan Jazz 2025 | GNFI/Ali Irawan
Prambanan Jazz diketahui menjadi simbol perpaduan antara musik modern dan warisan bangsa, sekaligus diyakini mampu menunjukkan kekuatan diplomasi budaya bagi kemajuan Indonesia.
Pandangan ini diyakini oleh vokalis grup musik Kahitna Mario Ginanjar, yang merasa musik sebagai kekuatan bangsa Indonesia yang sudah mengakar sejak lama. Menurutnya, kecintaan terhadap musik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, yang akirnya menjadikan industri musik tanah air sebagai hal yang impresif.
“Musik Indonesia harus dianggap sebagai kekuatan bangsa. Karena sejak lahir, bangsa Indonesia sudah memiliki musik di denyut nadinya. Walaupun hati kita juga sedang berduka, kita (musisi) tetap harus menunjukkan profesionalitas dan harus tetap menghibur untuk seluruh bangsa Indonesia,” ungkap Mario di samping panggung Prambanan Jazz 2025.
Harapannya sejalan dengan semangat yang ingin digaungkan di acara ini, yaitu agar musik lokal dapat berdaulat di negerinya sendiri.
"Saya berharap musik Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pecinta musik Indonesia," tambahnya kepada GNFI.
Prambanan Jazz sebagai pariwisata musik di Indonesia
Suasana Prambanan Jazz 2025 di Candi Prambanan | Prambanan Jazz
Semangat untuk menjadikan musik sebagai tuan rumah di negeri sendiri menurut Mario Ginanjar tadi cukup selaras dengan konsep pariwisata musik (music tourism). Turut hadir di venue, Dosen dan Peneliti Pariwisata Musik Universitas Indonesia Penny Hutabarat menjelaskan bahwa pariwisata musik jauh melampaui sekadar kegiatan panggung musik.
“Kalau bicara pariwisata musik, kan dia enggak sekadar festival musik ya. Tapi dia itu memang melibatkan banyak sektor yang terkait dengan pariwisata. Festival ini memberikan dampak buat akomodasi kah, transportasi, yang kita sebut kasih multiplier effect,” jelas Penny saat diwawancarai.
Ia mencontohkan Prambanan Jazz yang telah berjalan belasan kali dengan sukses. Menurutnya, kunci kekuatan festival ini adalah autentisitasnya yang tidak ada di tempat lainnya.
“Kaitan Prambanan Jazz dengan pariwisata musik adalah Prambanan Jazz itu punya autentisitas bahwa dia diadakan di satu warisan budaya. Ini potensinya besar untuk semakin digaungkan, karena tidak hanya mempromosikan karya musik, tapi mempromosikan budaya,” papar Penny.
Penny meyakini bahwa keunggulan utama Indonesia terletak pada destinasi berbasis budaya yang unik dan beragam. Kekayaan alam dan warisan sejarah menjadi pembeda yang sulit ditandingi negara lain.
“Saya rasa itu keunikan yang kita punya. Jadi kalau mau saling bersaing secara sehat dari sisi pariwisata musik, angkatlah tempat-tempat destinasi yang seperti ini, yang unik, dan ini bisa diadopsi model Prambanan Jazz yang sudah berhasil,” ujarnya kepada GNFI.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


