local volunteer summer peak 2025 ajak pemuda majukan wisata berkelanjutan lewat aksi nyata - News | Good News From Indonesia 2025

Local Volunteer Summer Peak 2025, Ajak Pemuda Majukan Wisata Berkelanjutan Lewat Aksi Nyata

Local Volunteer Summer Peak 2025, Ajak Pemuda Majukan Wisata Berkelanjutan Lewat Aksi Nyata
images info

Local Volunteer Summer Peak 2025, Ajak Pemuda Majukan Wisata Berkelanjutan Lewat Aksi Nyata


AIESEC in Untan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan pemuda dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Local Volunteer Summer Peak 2025, 25 Mei 2025.

Acara ini mengusung tema “SDGs in Action: Change Starts Here.” Bertempat di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, kegiatan ini mempertemukan pemuda-pemudi terpilih dengan para pemangku kepentingan lokal dalam sesi bootcamp. Di mana berfokus pada pembangunan berkelanjutan melalui sektor pariwisata.

Local Volunteer Summer Peak merupakan program pengembangan kepemimpinan berbasis proyek sosial yang diselenggarakan oleh AIESEC in Untan. Dalam edisi 2025 ini, para peserta tergabung dalam proyek “On The Map,” sebuah inisiatif yang berfokus pada pemetaan, promosi, dan pengembangan potensi wisata tersembunyi di Kalimantan Barat.

Proyek ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 8.9, yakni mempromosikan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja dan mendukung budaya serta produk lokal.

Melalui kegiatan bootcamp tersebut, peserta diperkenalkan pada visi besar pembangunan Indonesia dan bagaimana generasi muda memiliki peran sentral dalam mewujudkannya.

baca juga

Salah satu sesi utama diisi oleh H. Eko Prihandono, S.T., M.M., Kepala Bidang Riset dan Inovasi BAPPERIDA Kota Pontianak.

Dalam materinya, beliau menyoroti pentingnya peran pemuda dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta tantangan yang dihadapi di era Revolusi Industri 4.0.

“Pembangunan tak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga pembangunan manusia. Anak muda perlu dibekali bukan hanya dengan keterampilan teknis, tapi juga kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosial. SDG 8.9 memberi kita arah bahwa pariwisata bukan sekadar industri, melainkan ruang untuk menciptakan lapangan kerja layak, memberdayakan masyarakat lokal, dan melestarikan budaya,” ujar Eko.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi mengenai contoh konkret pembangunan kawasan berbasis budaya di Pontianak, seperti Kampung Arab dan Kampung Caping, yang kini berkembang menjadi destinasi wisata lokal melalui revitalisasi budaya dan inovasi infrastruktur.

Kisah-kisah ini menjadi inspirasi bagi para peserta untuk melihat potensi lokal di sekitar mereka bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang.

Peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai cakupan SDG 8.9, termasuk aspek pengelolaan sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja yang aman dan layak, peningkatan kualitas lingkungan wisata, serta peran pelaku usaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.

Diskusi tersebut memperkuat pemahaman bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bisa dicapai hanya melalui pendekatan ekonomi. Namun, harus menyentuh dimensi sosial dan budaya masyarakat.

Sesi berlangsung interaktif, dengan peserta diberi ruang untuk bertanya dan menyampaikan pandangannya. Setelahnya, dilakukan pembentukan kelompok untuk sesi brainstorming.

baca juga

Peserta diminta mendiskusikan kasus nyata di komunitas masing-masing dan merancang solusi berdasarkan prinsip-prinsip SDG 8.9. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan pola pikir solutif, kolaboratif, dan inovatif.

Luna Maya, Vice President Incoming Global Volunteer AIESEC in Untan, menegaskan pentingnya aksi lokal dalam menjawab tantangan global.

“Melalui proyek seperti Local Volunteer, kami percaya bahwa perubahan dimulai dari komunitas. Ketika anak muda berani bergerak, berdialog, dan beraksi—itulah titik di mana perubahan lahir,” ujarnya.

Bootcamp ditutup dengan sesi refleksi, di mana beberapa peserta menyampaikan harapan mereka terhadap proyek ini. Ada yang berharap dapat mengenal lebih dekat isu-isu sosial di sekitarnya.

Ada pula yang ingin belajar bekerja sama lintas budaya melalui interaksi dengan peserta internasional yang akan bergabung dalam tahap realisasi program.

Seluruh kegiatan dikemas dengan semangat kolaboratif dan suasana yang membangun antusiasme tinggi.

Local Volunteer Summer Peak bukan sekadar ruang belajar, tetapi ekosistem kepemimpinan berdampak. Melalui program ini, AIESEC in Untan mengajak anak muda untuk menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan dan menempatkan mereka sebagai pelaku aktif dalam transformasi sosial.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata, mulai dari peningkatan kesadaran terhadap isu pembangunan berkelanjutan, hingga munculnya inisiatif-inisiatif baru dalam pengembangan wisata lokal.

Dengan menjadikan SDG sebagai fondasi, AIESEC tidak hanya membentuk pemimpin masa depan, tetapi juga penggerak masa kini.

 

Penulis: Chintya Joan Riby Cantika Dewi

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.