handoko hendroyono percaya imajinasi picu kesadaran kekayaan budaya - News | Good News From Indonesia 2025

Handoko Hendroyono Percaya Imajinasi Picu Kesadaran Kekayaan Budaya

Handoko Hendroyono Percaya Imajinasi Picu Kesadaran Kekayaan Budaya
images info

Handoko Hendroyono Percaya Imajinasi Picu Kesadaran Kekayaan Budaya


Handoko Hendroyono ialah tokoh kreatif Indonesia yang sudah memiliki nama dalam industri dan bidang tersebut. Lama berkecimpung di dunia periklanan, sejumlah pariwara produk tanah air pernah digarap dan sukses mendulang popularitas lewat berbagai jargonnya.

Sosok lulusan jurusan Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia tersebut mengasah kreativitasnya saat bekerja di biro periklanan sehingga membentuyknya sebagai pengarah kreatif atau creative director. Setelah itu ia memilih beranjak fokus ke perancang grafis yang berada di tatanan bawah industri kreatif. Meski keluar di zona amannya, Handoko justru mampu bersentuhan dan menjalin kerja sama dengan pekerja seni lintas dimensi yang lain.

Salah satu hasil kolaborasinya yang sarat perhatian ialah M Bloc Space. Bekas gudang dan rumah dinas milik Perum Uang RI (Peruri) diubahnya menjadi kawasan paling gaul tak hanya di daerah Blok M, tetapi juga Kota Jakarta. Handoko tak sendiri mendirikannya, karena ada lima tokoh pelaku seni ikut bergerak seperti Wendi Putranto, Lance Mengong, Jacob Gatot Sura, Mario Sugianto, dan almarhum Glenn Fredly.

Adapun M Bloc Space didesain dengan semangat lokalitas yang dibumbui kreativitas di mana berbagai jenama dalam negeri dijajakan kepada para pengunjung. Menurut Handoko, ini adalah hasil dari imajinasi ia dan rekan-rekannya agar memicu kebangkitan kekayaan budaya sendiri.

Imajinasi Butuh Logika

Handoko menilai berimajinasi begitu penting dalam melahirkan karya. Unsur kekayaan budaya pun bisa diselipkan melalui karya hasil buah imajinasi sehingga bisa menyadarkan lebih banyak orang bahwa Indonesia memiliki diversitas budaya melimpah.

“Nah, imajinasi ini diperlukan sekali ketika muncul – saya pun ngalami karena saya bagian dari Filosofi Kopi – sebuah novel misalnya Filosofi Kopi baru kita sadar ternyata imajinasi itu memunculkan storytelling. Karena imajinasinya tidak melulu bahwa kita produsen kopi yang kaya, tapi ada unsur emosi di situ, unsur pertemanan, persahabatan, hubungan orang tua sama anak, segala macam,” ucap Handoko kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Hanya saja Handoko melihat ruang-ruang imajinasi penyampaian kekayaan budaya dan nilai-nilai lokalitas sulit disampaikan dalam bentuk literasi karena minimnya minat orang Indonesia akan hal tersebut. Ketimbang literasi, ia merasa sejauh ini kekayaan budaya lebih sering diperagakan lewat kesenian seperti tari-tarian tradisional.

Imajinasi tak sembarangan tentunya. Handoko menegaskan tetap butuh logika dalam penyampaian agar memicu kesadaran kekayaan budaya di masyarakat.

“Karena imajinasi itu membutuhkan logika juga sebenarnya kayak contoh misalnya logika cincin api, itu kan menceritakan tentang Indonesia terdiri dari banyak gunung berapi yang menyebabkan subur. Saya sangat optimis anak muda suka berimajinasi fresh, sehingga bisa memunculkan kesadaran,” ucap sosok yang juga penulis buku Artisan Brand tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.