cara sederhana mengatasi produksi gas amonia yang berbahaya dari kandang ayam petelur - News | Good News From Indonesia 2025

Cara Sederhana Mengatasi Produksi Gas Amonia yang Berbahaya dari Kandang Ayam Petelur

Cara Sederhana Mengatasi Produksi Gas Amonia yang Berbahaya dari Kandang Ayam Petelur
images info

Cara Sederhana Mengatasi Produksi Gas Amonia yang Berbahaya dari Kandang Ayam Petelur


Amonia adalah gas yang terbentuk dari proses penguraian feses oleh mikroorganisme menjadi gas yang berbau menyengat. Dalam perspektif kimia, amonia dilambangkan dengan rumus NH3-.

Amonia berbahaya untuk ayam petelur karena terdapat senyawa kaustik yang dapat menyebabkan penurunan kesehatan terutama pada organ penafasan. Gas amonia dengan konsesntrasi tinggi di udara sangat berbahaya bagi organ pernafasan karena sedikit demi sedikit dapat merusak secara perlahan.

Sifat korosif amonia dapat merusak bahan seperti besi dan logam. Kandang ayam petelur biasanya terbuat dari tiang besi dan kandang besi antikarat. Besi antikarat didesain lebih anti air, namun sifat korosif amonia secara terus menerus diproduksi dari feses setiap hari dapat merusak strukturnya.

Gas amonia juga akan menguap ke udara sehingga dapat menjadi polutan diudara jika bergabung dengan senyawa lain seperti asam nitrat dan sulfat membentuk garam amonium.

Amonia mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan karena terdapat gugus N di dalam ikatan senyawanya. Ketika feses diberikan pada tumbuhan, mikroorganisme dekomposer akan mengubah bentuk amonia menjadi nitrit dan nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai gizi untuk berkembang dan bertumbuh.

Pada area perkandangan ayam petelur, feses yang masih mengandung nutrisi terutama protein akan di dekomposisi oleh bakteri menjadi senyawa organik, namun hasil dari dekomposisi ini adalah amonia yang dilepaskan di udara.

Namun dalam kondisi lingkungan yang mendukung, amonia sangat mudah menguap terutama ketika cuaca panas dan kering sehingga dapat menimbulkan bau yang menyengat di area kandang.

Kadar Amonia (ppm)

Respon Hidung

Reaksi Ayam

15-20

Bau mulai tercium

Aman

25-30

Bau tercium

Iritasi pada mata dan saluran pernafassan

>30

Bau tajam

Infeksi penyakit, penurunan produksi dan nafsu makan

100

Iritasi hidung

-

Dalam beberapa kajian terakhir terkait dengan dampak gas amonia terhadap ayam petelur menyatakan bahwa penumpukkan kotoran atau feses ayam akan memperburuk kondisi udara kandang dan akan meningkatkan kadar amonia disekitar kandang.

Namun dapat diketahui bahwa batasan kadar amonia yang menjadi standar terkini sebagai acuan aman diudara di areal kandang adalah sekitar 15-20 ppm. Oleh karena itu dengan standar kadar amonia yang sudah diketahui ini, maka kontrol dan menjaga kadar amonia dalam taraf aman harus dilakukan guna menjaga kualitas produksi ayam petelur.

Pengurangan dengan Pembersihan Periodik

Menurut laporan penelitian terakhir terkait dengan dampak gas amonia terhadap ayam petelur, penumpukan kotoran atau feses ayam akan memperburuk kondisi udara kandang dan akan meningkatkan kadar amonia di sekitar kandang.

Namun batasan kadar amonia sebagai standar aman diudara di areal kandang adalah sekitar 15-20 ppm. Oleh karena itu kontrol dan menjaga kadar amonia dalam taraf aman harus dilakukan guna menjaga kualitas produksi.

Jika feses dipindahkan ke tempat yang tertutup dan jauh dari areal kandang maka akan terjadi proses dekomposisi feses menjadi pupuk organik tanpa memberikan dampak yang buruk bagi ternak.

Namun ayam petelur memiliki sifat yang sangat waspada dan mudah stres dengan aktivitas yang mengganggu dari luar. Pembersihan feses yang terlalu sering akan meningkatkan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap produktivitas ternak.

Oleh karena itu manajemen pembersihan feses ayam petelur harus dilakukan secara periodik agar stres yang ditimbulkan bisa di atur dan diminimalisir.

Dalam beberapa laporan penelitian terkahir disebutkan bahwa biasanya pembersihan feses yang berada dibawah kandang baiknya dilakukan 1-3 hari sekali agar kotoran tidak menumpuk dan menyebabkan cemaran amonia didalam kandang.

Untuk meminimalisir tingkat stress pada ayam petelur perlu dilakukan suplementasi vitamin antistress seperti produk vitastress untuk menurunkan kadar stress fisiologis ayam.

Penambahan Arang

Menurut laporan terakhir yang berkaitan dengan metode untuk menurunkan kadar amonia, disebutkan bahwa konsentrasi amonia yang terdapat pada feses akan mengalami penyerapan oleh bahan-bahan tertentu yang disebut dengan adsorben.

Berbeda dengan absorpsi adsorben adalah peristiwa menempelnya suatu molekul atau partikel lain pada suatu bahan yang memiliki kemampuan untuk menahan molekul tersebut. Salah satu bahan yang memiliki daya adsorben yang tinggi adalah arang.

Arang memiliki kandungan karbon aktif yang bersifat adsorben dan memiliki kapasitas yang besar untuk menampung molekul lain seperti gas. Arang dapat berasal dari hasil pembakaran kayu, jerami, sekam dan beberapa bahan organik lainnya.

Dilaporkan dalam jurnal penelitian yang membahas tentang pengaruh arang yang ditambahankan pada feses ayam dapat menurunkan kadar amonia. Bahkan penambahan 10% arang sekam efektif menurunkan kadar amonia feses.

Penambahan arang sekam pada feses ayam dapat menurunkan kadar amonia yang terbentuk sampai 17%. Namun penambahan kadar arang pada feses tidak berkorelasi semakin menurunkan kadar amonia, artinya semakin banyak arang yang ditambahkan tidak menjamin semakin banyak amonia yang diserap.

Namun dalam penelitian lain, arang yang diberikan perlakuan untuk diaktivasi dengan perendaman dalam larutan asam seperti HCL, daya adbsorben mampu memberikan kekuatan yang lebih tinggi dalam menangkap gas amonia yang tercemar.

Penambahan arang yang telah melalui proses aktivasi mampu menurunkan kadar amonia yang tercipta sampai 65% dengan kontak antara adsorben dengan substrat pembentuk amonia selama 30 menit.

Dalam penelitian lebih lanjut lagi dilaporkan bahwa kontak optimum dengan bahan amonia menggunakan arang aktif selama 120 menit, arang mampu menurunkan kadar amonia sampai 97%.

Rata-rata peternakan ayam petelur lokal menggunakan wood vinegar atau arang cair atau cuka kayu. Produk ini merupakan hasil tambahan dari pembuatan arang aktif secara pirolisis.

Arang cair ini memang memiliki kemampuan untuk menjadi adsorben gas amonia tapi tingkat penyerapannya masih di bawah kemampuan arang aktif padat, karena arang cair masih mengandung senyawa lain juga.

Produk-produk untuk mengatasi pencemaran amonia dari feses ayam petelur menggunakan arang cair diklaim efektif 95% menurunkan cemaran amonia namun nyatanya tingkat penyerapan dari arang cair jauh dibandingkan penyerapan dari arang padat.

Dalam suatau laporan penelitian menyebutkan bahwa arang cair atau wood vinegar ini terdiri dari alkohol, fenol dan asam asetat, diklaim sebagai cairan yang dapat menetralisir bau di area peternakan. Senyawa fenolik yang terdapat di dalam asap cair bisa berfungsi sebagai antibakteria.

Sifat senyawa fenol yang terdapat di dalam asap cair yang dimafaatkan sebagai senyawa yang bisa menekan pertumbuhan bakteri ysng dapat melakukan dekomposisi feses ayam petelur. Bakteri yang telah ditekan dipercaya mampu menurunkan kadar amonia di area kandang.

Namun ketika terjadi peumpukan pada feses, feses yang tidak terkena asap cair telah mengalami dekomposisi oleh bakteri yang tidak hilang oleh asap cair, sehingga hal ini menyebabkan efektivitas pengurangan bau dari penggunaan asap cair ini kurang optimal dibandingkan dengan bahan yang mengandung daya adsorben untuk menyerap gas amonia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.