rela tidur di kandang sapi ini cara latih hewan agar tangguh dalam karapan sapi - News | Good News From Indonesia 2025

Rela Tidur di Kandang Sapi, Ini Cara Latih Hewan agar Tangguh dalam Karapan Sapi

Rela Tidur di Kandang Sapi, Ini Cara Latih Hewan agar Tangguh dalam Karapan Sapi
images info

Rela Tidur di Kandang Sapi, Ini Cara Latih Hewan agar Tangguh dalam Karapan Sapi


Karapan sapi merupakan perlombaan yang telah menjadi tradisi masyarakat di Pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang dikendalikan oleh joki dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain.

Para pemilik sapi mempunyai harapan tinggi agar bisa memenangkan perlombaan ini. Selain memenangkan hadiah, status sebagai pemenang pun akan dihargai cukup tinggi.

Karena itu, sejak dini para sapi akan dilatih oleh para pemiliknya. Latihan untuk para sapi ini biasanya dimulai sejak usia delapan bulan.

Dosen STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim dalam Kerapan Sapi; “Pesta” Rakyat Madura (Perspektif Historis-Normatif) mengungkapkan melatih sapi secara rutin dimaksudkan agar sapi terbiasa berlari dan kenal medan lapangan pertandingan. Di samping itu, agar pasangan sapi kompak dan serasi berlari di tengah lapangan. 

“Kekompakan sepasang sapi sangat penting agar bisa berlari serempak dan kencang,” paparnya.

Peran joki

Kosim menjelaskan untuk membuat sapi kompak dan serasi bukan pekerjaan mudah, mengingat setiap sapi memiliki karakter berbeda. Karena itu jelasnya, pelatih di samping harus ahli juga harus sabar dan sayang kepada sapi.

Peran joki, lanjutnya sangat penting saat pelatihan sapi ini. Hal dimaksudkan agar joki dan sapê kerrap memiliki ikatan emosional yang erat. 

“Bahkan untuk membangun ikatan tersebut, sang joki tak jarang tidur di kandang sapi, terutama 40 hari menjelang kerapan sapi digelar,” jelasnya.

Ilmu magic hingga buat sapi marah

Ditulis olehnya, pemilik sapi tidak cukup hanya dengan persiapan-persiapan rasional di atas. Pendekatan magic-pun dilakukan.

“Mereka perlu “berdo’a” kepada Yang Maha Kuasa dan mendatangi “orang pintar” atau dukun untuk mendapatkan jampi-jampi demi kemenangan sapi miliknya,” ucapnya,

Selain upaya magic, kata Kosim, usaha lain yang biasa dilakukan, terutama pada saat kerapan akan dimulai, adalah membuat sapi marah agar bisa berlari kencang. Upaya ini dilakukan dengan cara menyiksa pasangan sapi yang akan bertanding. 

Cara-cara yang biasa dilakukan adalah; mengolesi seluruh badan sapi dengan lombok, matanya diolesi rheumason, pantatnya dilukai dengan paku, dan di atas luka tersebut dilumuri dengan cabe dan rheumason. 

“Semua itu dilakukan agar sapi bisa berlari sekencang-kencangnya 
dalam rangka memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.