Meskipun produk lokal kini tak kalah kualitasnya, banyak konsumen masih memilih produk luar karena citra awet dan berkualitas. Stigma lama soal kualitas lokal jadi tantangan tersendiri bagi para pemiliknya.
Padahal banyak brand Indonesia dari berbagai sektor, seperti fashion, makanan/minuman, dan jamu, telah sukses menembus pasar internasional. Kawan GNFI, mari kenali lebih dekat para pelaku di balik brand-brand lokal yang mendunia.
Erigo
Erigo adalah brand fashion lokal yang didirikan Muhammad Sadad. Awalnya mengusung tema batik, kemudian beralih ke gaya kasual yang lebih diminati pasar. Kini Erigo dikenal luas dengan produk kasual yang stylish dan variatif. Selain Erigo, Saddad juga merupakan pemilik Erspo.
Erigo sukses tampil di New York Fashion Week dua tahun berturut-turut yaitu 2021 dan 2022. Bagi Muhammad Sadad, pencapaian ini bukan sekadar pencitraan brand, tapi juga dorongan untuk mengangkat fashion Indonesia ke panggung dunia.
Kopi Kenangan
Kopi Kenangan didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata, James Prananto, dan Cynthia Chaerunnisa, berawal dari keinginan menyajikan kopi berkualitas ala kafe premium dengan harga yang tetap ramah di kantong.
Kopi Kenangan memulai ekspansi internasional pada Oktober 2022 lewat pembukaan gerai di Kuala Lumpur, Malaysia. Setahun kemudian hadir di Singapura, lalu Filipina pada 2024, dan India pada 2025. Di pasar global, brand ini dikenal sebagai Kenangan Coffee.
Indomie
Indomie diproduksi oleh Indofood, bagian dari Salim Group yang kini dipimpin oleh Anthoni Salim. Produk ini sudah hadir sejak masa kepemimpinan sang ayah, Sudono Salim. Setelah krisis moneter 1998, Anthoni mengambil alih kepemimpinan dari ayahnya.
Indomie kini dijual di 100 negara, dengan produksi mencapai 19 miliar bungkus per tahun. Di Afrika, Indomie meraih penghargaan sebagai mi instan terpopuler, sementara varian mi goreng masuk 10 besar mie instan terenak versi LA Times Food 2019.
J.Co
J.Co didirikan oleh Johnny Andrean seorang pengusaha asal Singkawang, pada 2006 setelah terinspirasi dari kunjungannya ke Amerika Serikat. Dalam setahun, ia sukses membuka 16 gerai di Indonesia.
Respon positif dari wisatawan asing mendorong ekspansi ke luar negeri, termasuk Singapura, Filipina, Arab Saudi, Hong Kong, dan Malaysia. Tak heran jika banyak yang mengira J.Co berasal dari luar negeri.
Kopiko
Pada tahun 1977, Jogi Hendra Atmadja bersama dua rekannya Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah Tbk, perusahaan yang memproduksi Kopiko. Pada akhir 1980-an Mayora meluncurkan Kopiko, permen kopi pertama di Indonesia.
Kopiko viral setelah dibawa NASA ke luar angkasa pada 2018 dan muncul di drama Korea populer seperti Vincenzo dan Hometown Cha-Cha-Cha pada 2021. Kini permen Kopiko dijual di lebih dari 100 negara, menjadi salah satu brand Indonesia yang diterima di pasar internasional.
Eiger
Eiger merupakan merek lokal yang didirikan Ronny Lukito, dikenal sebagai pionir perlengkapan outdoor di Indonesia, menghadirkan produk seperti tas, jaket, hingga alat pendakian yang dirancang untuk aktivitas alam terbuka.
Awal 2023, Eiger resmi membuka toko internasional pertamanya di Swiss, memperkenalkan identitas Indonesia lewat produk outdoor tropis. Ekspansi ini berlanjut ke Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, dan Lebanon, memperkuat posisi brand ini di pasar global.
Dari kopi hingga fashion, berbagai brand lokal telah membuktikan diri mampu bersaing di pasar global. Keberhasilan mereka tak hanya menunjukkan kualitas produk Indonesia, tapi juga semangat para pelaku usahanya dalam membawa nama bangsa ke kancah internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


