Masjid merupakan tempat beribadah umat beragama Islam. Oleh sebab itu, tidak heran jika di Indonesia, yang mayoritas warganya adalah muslim, memiliki banyak masjid megah dan luas untuk menampung banyak jemaah.
Masjid sendiri sekarang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja. Perlu Kawan GNFI tahu bahwa fungsi dari masjid-masjid ini semakin berkembang dan menyeluruh yang mana mencakup semua aspek kehidupan kita, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, dan seterusnya.
Nah, artikel ini merangkum 7 masjid terbesar di Indonesia yang berperan penting serta berpengaruh ke wilayah sekitarnya sehingga selain dapat menjadi referensi untuk beribadah juga bisa sebagai destinasi berwisata untuk Kawan GNFI.
Fungsi Masjid
Dilansir dari Almanhaj, masjid (مَسْجِدٌ atau اَلْمَسَاجِدُ) secara etimologi berasal dari kata sajada yang artinya sujud. Kemudian, dapat disimpulkan bahwa masjid adalah tempat untuk bersujud serta tempat orang-orang berkumpul melaksanakan salat bersama atau berjama'ah.
Sedangkan secara terminologi, masjid adalah lahan dengan kepemilikan umum yang ada untuk memfasilitasi orang muslim beribadah. Kepemilikan umum ini juga dapat diartikan bahwa masjid adalah milik Allah SWT. sesuai dengan isi dari Al-Qur'an surat Al-Jinn ayat 18 sebagai berikut.
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًاۖ ١٨
Artinya: "Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka, janganlah menyembah apa pun bersamaan dengan (menyembah) Allah."
Dilansir dari NU Online, tafsir Wajiz ayat tersebut menekankan bahwa masjid dibangun khusus untuk Allah SWT. sehingga semua kegiatan di dalamnya harus diperuntukkan untuk Allah SWT. Artinya selama kegiatan yang dilaksanakan diniatkan untuk Allah SWT maka masjid dapat difungsikan untuk berbagai aktivitas yang sifatnya ibadah.
1. Masjid Istiqlal (Jakarta Pusat)
Masjid Istiqlal | Foto: Wikimedia Commons | Baqotun0023
Siapa yang tidak mengenal Masjid Istiqlal? Masjid yang dibangun selama 17 tahun ini merupakan salah satu dari masjid terbesar, berdasarkan daya tampung jemaahnya, di Asia Tenggara. Daya tampung dari gedung bertingkat 7 laintai ini sendiri adalah sebanyak 120.000 jemaah muslim.
Kemegahan Masjid Istiqlal dapat dinikmati oleh Kawan GNFI dengan jadwal berkunjung setiap hari dari jam 03.00 hingga jam 23.00 WIB Kawan GNFI juga dapat mengisi formulir di situs resmi istiqlal untuk pendaftaran berkunjung.
2. Masjid Raya Al Jabbar (Bandung)
Al Jabbar Mosque | Foto: Wikipedia| Lyonerov | Berlisensi CC BY 4.0
Masjid yang terletak di Kota Bandung ini telah direncanakan arsitekturnya sejak 2015 dan diresmikan pada tahun 2022 yang artinya menghabiskan waktu 5 tahun untuk pembangunannya. Masjid Raya Al Jabbar sendiri menyediakan berbagai fasilitas edukasi bagi Kawan GNFI yang ingin berkunjung.
Fasilitas tersebut salah satunya, yaitu museum atau galeri sejarah dari Nabi Muhammad saw. yang dibuka dari hari Rabu hingga Minggu di jam 09.00-15.00 WIB. Bagi Kawan GNFI yang tertarik untuk berkunjung bisa mengunjungi media sosial resmi masjid ini, ya, untuk informasi lebih lanjut.
3. Masjid Nasional Al Akbar (Surabaya)
Masjid terbesar ke-3 ini terkenal dengan kubahnya yang berbentuk setengah telur serta dikelilingi oleh 4 kubah kecil yang keseluruhannya berwarna biru kehijauan. Dilansir dari situs resminya, Masjid Nasional Al Akbar dapat menampung sebanyak 36.000 jemaah untuk beribadah. Masjid ini juga dikelilingi dengan berbagai taman yang dapat menyejukkan mata kita selama berkunjung.
Masjid Nasional Al Akbar menawarkan wisata berupa menara dengan tinggi 99 meter yang dapat menjadi rekomendasi bagi Kawan GNFI. Jika kawan berminat untuk melihat pemandangan Surabaya di Menara 99 Meter, jam berkunjung pukul 08.00-16.00 waktu setempat setiap harinya. Menarik sekali, bukan?
4. Masjid Kubah Emas (Depok)
Masjid ikonik ini, sesuai dengan namanya, memiliki 5 kubah yang dilapisi oleh emas. Masjid Kubah Emas atau dikenal juga sebagai Masjid Dian Al-Mahri dapat menampung sebanyak 28.000 jemaah dengan rincian 8.000 jemaah untuk kapasitas di halaman depan dan 20.000 jemaah untuk kapasitas di dalam masjid.
Kawan GNFI dapat mengunjungi masjid ini untuk menikmati keindahan arsitektur, eksterior, serta interior yang kental dengan pengaruh bangunan Timur Tengah. Dilansir dari Kumparan, Kawan GNFI dapat mengunjungi masjid ini setiap harinya di pukul 03.40-06.00 WIB serta buka kembali di pukul 10.00-20.00 WIB.
5. Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi (Padang)
Masjid yang dulunya bernama Masjid Raya Sumatera Barat ini, dilansir dari DJPB Kemenkeu, merupakan salah satu masjid di Indonesia dengan gaya arsitektur unik tanpa adanya kubah menghiasi atap masjid. Oleh karena itu, daya tarik dari arsitektur masjid berkubah unik ini bisa menjadi destinasi wisata religi bagi Kawan GNFI.
Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dapat Kawan GNFI kunjungi setiap harinya di pukul 04.00-21.00 WIB. Informasi selengkapnya terkait kunjungan dapat Kawan GNFI pahami di situs resmi dari masjid tersebut.
6. Masjid Agung Raja Hamidah Batam (Batam)
Masjid Agung Raja Hamidah Batam merupakan nama resmi baru dari Masjid Agung Batam yang diresmikan di bulan September tahun 2024. Masjid berdaya tampung sebanyak 10.000 jemaah ini memiliki eksterior serta interior yang kaya akan perpaduan warna putih bersih dengan warna biru sehingga menimbulkan kesan elegan, bersih, dan segar.
Masjid ini sendiri masih dalam proses pembangunan kembali atau revitalisasi sehingga arsitekturnya belum final. Meskipun begitu, Kawan GNFI tetap dapat mengunjunginya. Dilansir dari Antara News, Masjid Agung Raja Hamidah Batam sudah dapat dikunjungi oleh masyarakat umum terhitung sejak Minggu, 15 September 2024.
7. Masjid Raya Al-A'zhom (Tangerang)
Masjid yang memiliki nama dengan arti agung atau besar ini menjadi rekomendasi ke-7 masjid terbesar di Indonesia untuk berwisata bagi Kawan GNFI. Masjid berkapasitas 9.000 jemaah hingga 19.000 jemaah, apabila disertakan area serambi masjidnya, tersebut menawarkan kemegahan dari arsitektur kubahnya yang selain besar juga berwarna cerah sehingga sejuk dipandang.
Masjid Raya Al-A'zhom memiliki kubah yang merupakaan citraan dari rukun Islam serta Pancasila sehingga pembangunan masjid ini telah menggabungkan aspek budaya agama Islam dengan aspek negara Republik Indonesia. Masjid juga menyediakan Galeri Islam sehingga dapat menjadi tempat edukasi terkait agama Islam kepada pengunjung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


