Semerbak harum langsung menyapa para pengunjung yang datang ke Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat itu memang lokasi pembuatan minyak atsiri atau yang lebih popular dengan nama minyak esensial (essential oil).
Dimuat dari Antara, Rumah Atsiri ini dibangun berawal dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Bulgaria pada tahun 1960. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah minyak atsiri dengan bahan dasar sereh wangi atau cittronella.
Pada tahun 1963, Presiden Soekarno secara resmi mendirikan Pabrik Cittronella yang terbesar di ASEAN. Tetapi karena kondisi politik, pihak Bulgaria kembali ke negaranya sehingga pabrik tersebut diambil alih oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1965.
“Pak Karno bercita-cita mendirikan pabrik citronella terbesar di ASEAN,” tulis Paulus Mintarga, owner dari Rumah Atsiri yang dimuat dari Kompas.
Bertransformasi
Pada era Presiden Soeharto, Rumah Atsiri difungsikan sebagai tempat penelitian. Tetapi karena ditujukan sebagai sebuah pabrik yang besar, pada akhirnya pengelolaannya mengalami kegagalan.
Bahkan sempat pabrik ini dikelola oleh orang yang kemudian justru menjual barang-barang logam yang ada di dalam pabrik. Kini hanya tinggal beberapa alat termasuk mesin pencacah yang bisa dilihat.
Karena itu, Paulus melakukan penataan agar Rumah Atsiri terlihat mewah nan berkelas. Tetapi walau banyak yang diubah, beberapa bagian masih merupakan gedung lawas.
“Bangunan lama kita bedakan dengan yang baru, supaya tetap bisa terlihat. Yang lama struktur beton semua. Kita mendesain berdasar apa yang sudah ada. Bangunan yang baru, dicoba untuk dikonek-kan. Kita mencoba dengan fungsi baru, ga usah dibongkar tapi bagaimana bisa berfungsi kembali. Prinsip konservasi itu kan seperti itu,” tuturnya.
Wisata edukasi
Rumah Atsiri mempunyai tiga bangunan yang memiliki fungsi masing-masing yakni, ruang workshop, taman koleksi tanaman atsiri, dan museum. Di tamannya terdapat 90 jenis tanaman atsiri dari total 400 jenis tanaman.
Beberapa di antaranya adalah cengkeh, cendana, serai wangi, sereh dapur, rosemary, akar wangi, dan tanaman mudah menguap lainnya. Rumah Atsiri juga menyediakan workshop untuk mengenal lebih lanjut tentang tanaman-tanaman aromatik.
Sementara itu, di museumnya, para wisatawan juga dapat mempelajari sejarah minyak atsiri di dunia dan Indonesia. Ada juga berbagai kegiatan lainnya seperti kelas membuat parfum, mengolah atsiri dan berbagai aktivitas lainnya yang bisa dilakukan pengunjung.
“Beragam jenisnya seperti alang-alang, sereh, pandan wangi, kenanga, melati, mawar, dan banyak lagi, pokoknya yang bisa menghasilkan wewangian,” ujar Paramita Sari Indah Widarini salah satu tim marketing Rumah Atsiri yang dimuat Jawapos.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


