Sejumlah peneliti Indonesia baru-baru ini menemukan spesies baru yaitu ikan Gua Buta (Barbodes Klapanunggalensis) yang ditemukan di Gua Karst Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat. Penemuan Barbodes Klapanunggalensis imi menambah daftar keanekaragaman hayati ekosistem gua di Indonesia.
Penemuan Ikan Gua Buta di Gua Karst Klapanunggal, Bogor
Gua Karst Klapanunggal ini memiliki luas sekitar 66 km², tetapi hanya 9,96 persen yang merupakan Kawasan Bentang Alam Karst Bogor, bentuk perlindungan dari pemerintahan Indonesia. Gua ini sulit diakses oleh masyarakat dan jauh dari pemukiman penduduk. Walaupun begitu, spesies ikan langka ini masih terancam dikarenakan aktivitas penambangan batu kapur di kawasan tersebut.
Penelitian penemuan spesies ikan Gua Buta ini melibatkan tim ahli dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan kolaborator dari Indonesian Speleological Society (ISS) juga Yayasan Species Obscura Indonesia. Penemuan pertama spesies ikan Gua Buta ini terjadi pada Agustus 2020. Saat itu, lebih dari 20 ikan buta atau tanpa mata dan pigmen ini pada dua lokasi berbeda di dalam gua tersebut.
Ciri-Ciri Unik Ikan Gua Buta
Kunto Wibowo selakuAhli Madya Pusat Riset Biosistematika dan peneliti Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan ikan tersebut memiliki ciri unik dan berbeda dari spesies ikan gua lainnya.
“Tubuhnya tidak memiliki pigmen hitam (melanofor), sehingga terlihat putih keperakan dengan sirip yang transparan. Selain itu, ikan ini mempunyai sirip dada dan sirip perut yang berukuran relatif panjang, serta sisik aksial yang terletak di belakang sirip perut pendek dengan ujungnya yang membulat,” Ungkap Kunto Wibowo di laman situs BRIN.
Spesies ikan Gua Buta ini beradaptasi pada habitat gua yang gelap dan tertutup. Kunto Wibowo juga mengungkapkan bahwa ikan ini hidup di kolam-kolam kecil dalam gua dari air yang merembes dari lantai gua. Walaupun ikan ini tidak mempunyai mata, tetapi ikan ini tetap mampu berenang menggunakan organ sensorik lain untuk mendeteksi lingkungan sekitarnya. Sensitivitas ikan Gua Buta akan meningkat di sistem garis lateral yang berguna untuk mengetahui getaran dan perubahan tekanan air yang membuat ikan ini merasakan pergerakan air dan keberadaan benda atau makhluk hidup lainnya. Kunto Wibowo juga menambahkan kalau ikan ini cenderung diam apabila airnya tenang, tetapi ketika airnya terganggu, mereka akan aktif berenang.
Pentingnya Konservasi Ikan Gua Buta dan Ekosistem
Keberadaan ikan Gua Buta ini sangat terbatas pada satu gua, hal tersebut menyebabkan ikan ini mudah rentan terhadap perubahan lingkungan, walaupun Gua ini sulit diakses masyarakat, tetapi spesies ikan ini terancam dikarenakan aktivitas penambangan batu kapur di daerah Karst Klapanunggal, Bogor.
Maka dari itu, tim peneliti menganjurkan agar daerah Karst Klapanunggal dilindungi secara ketat, terutama dengan memperluas area konservasi. Area konservasi ikan Gua Buta ini sangat penting untuk menjaga dan melindungi spesies langka ini dari kepunahan
- Ancaman terhadap habitat ikan Gua Buta (eksploitasi kawasan gua karst dan perubahan lingkungan)
Ancaman terhadap spesies langka ini dikarenakan eksploitasi kawasan Gua Karst Klapanunggal, Bogor menjadi kawasan yang marak dengan aktivitas penambangan ini memerlukan tindakan tegas. Maka dari itu, tim peneliti menganjurkan agar daerah Karst Klapanunggal dilindungi secara ketat terutama dengan memperluas area konservasi.
Diperluasnya area konservasi sangat penting untuk menjaga dan melindungi spesies langka ini dari kepunahan. Selain itu, tindakan-tindakan manusia yang dapat merusak harus ditindak lanjuti dengan tegas
- Upaya pelestarian dan perlindungan spesies gua langka.
Dengan meningkatnya aktivitas pertambangan di kawasan karst Klapanunggal, pengupayaan pelestarian dan perlindungan spesies gua langka ini semakin mendesak. Perlindungan ekosistem karst juga sudah diatur dalam kebijakan penataan ruang melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan Ruang (UUPR).
Rudy Susmanto selaku Bupati Bogor telah mendengar kabar ditemukannya spesies langka ini berjanji akan mendukung kebutuhan untuk menjaga ekosistem ikan ini termasuk upaya konservasi. “Saya baru mendengar informasi ini, dan kami akan memberikan dukungan yang diperlukan untuk menjaga ekosistem ikan tersebut,” Ungkap Rudy Susmanto pada Rabu (26/2/2025).
Penemuan spesies ini tidak hanya menjadi sekedar bukti keanekaragaman hayati di Indonesia tetapi juga menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga ekosistem, terlebih rentan terhadap eksploitasi Selain itu, diperlukan penelitian lebih dalam terkait spesies ini dan ajakan untuk melibatkan masyarakat lokal dalam upaya konservasi. Dengan demikian, ikan Gua Buta dapat hidup lama menjadi bagian dari keanekaragaman Hayati Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


