Shin Tae-Yong (STY) resmi mengakhiri perannya sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk mengakhiri kontraknya. Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 6 Januari.
Pelatih asal Korea Selatan ini mulai menangani skuad Garuda pada 8 Januari 2020, tidak hanya untuk tim senior tetapi juga tim U-19, U-20, dan U-23.
Selama masa kepemimpinannya, Shin Tae-Yong mencatat sejarah sebagai pelatih timnas Indonesia dengan masa jabatan terlama di era pasca-reformasi. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Antun Pogacnik, yang melatih timnas selama satu dekade dari 1954 hingga 1964 pada era Orde Lama.
Dibandingkan dengan pelatih timnas Indonesia dalam 10 tahun terakhir, masa jabatan Shin Tae-Yong jauh lebih panjang dibanding para pendahulunya. Berikut perbandingannya:
- Shin Tae-Yong (Desember 2019 - Januari 2024): 5 tahun 1 bulan
- Simon McMenemy (Desember 2018 - November 2019): 11 bulan
- Luis Milla (Januari 2017 - Agustus 2018): 1 tahun 7 bulan
- Alfred Riedl (September 2016 - Desember 2016): 3 bulan
- Pieter Huistra (Mei 2015 - Juni 2015): 1 bulan
- Benny Dollo (Maret 2015 - Mei 2015): 2 bulan
- Alfred Riedl (Desember 2013 - Desember 2014): 1 tahun
Kontribusi besar Shin Tae-Yong telah meninggalkan jejak yang kuat, menjadikannya sosok penting dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Arsitek Kesuksesan
Di bawah kepemimpinan Shin Tae-Yong, Tim Nasional Indonesia mencatat berbagai pencapaian luar biasa yang memperkuat posisinya di kancah internasional. Selama masa jabatannya, STY berhasil meraih 26 kemenangan dari 57 pertandingan, dengan persentase kemenangan mencapai 46%. Namun, angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari kontribusinya dalam membangun kembali kejayaan sepak bola Indonesia.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah peningkatan signifikan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Saat pertama kali menangani tim pada Desember 2019, Indonesia berada di peringkat 173 dunia.
Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Indonesia melesat hingga 127 dunia. Sebelumnya, peringkat terbaik yang pernah diraih Indonesia terjadi pada September 1998, ketika menempati posisi 76 dunia.
Shin Tae-Yong juga membawa Timnas Indonesia meraih kesuksesan di berbagai turnamen internasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023, setelah absen selama 18 tahun dari kompetisi tersebut.
Prestasi ini diikuti dengan pencapaian bersejarah lainnya, seperti lolos ke Piala Asia 2027, finis peringkat keempat di Piala Asia U-23 2024 (turnamen yang belum pernah diikuti Indonesia sebelumnya), serta meraih medali perunggu di SEA Games 2021.
Selain itu, STY juga membawa Indonesia melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara paling sukses di fase ini. Indonesia finis peringkat kedua di Grup F dengan 10 poin, mengungguli rival regional seperti Thailand dan Vietnam, yang sebelumnya lebih difavoritkan.
Serangkaian pencapaian luar biasa ini menegaskan kemampuan Shin Tae-Yong dalam menangani tim di berbagai kelompok usia, mulai dari U-20, U-23, hingga level senior. Ia tak hanya menghadirkan hasil, tetapi juga membawa kebanggaan baru bagi sepak bola Indonesia dengan menorehkan rekor-rekor yang belum pernah diraih sebelumnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


