mola mola ikan bertulang sejati terbesar di lautan - News | Good News From Indonesia 2025

Mola-Mola, Ikan Bertulang Sejati Terbesar di Lautan

Mola-Mola, Ikan Bertulang Sejati Terbesar di Lautan
images info

Mola-Mola, Ikan Bertulang Sejati Terbesar di Lautan


Ikan mola-mola, atau yang dikenal juga sebagai sunfish, adalah salah satu ikan yang paling unik dan menarik di dunia laut.

Nama "mola-mola" berasal dari bahasa Latin "mola" yang berarti "batu gerinda" atau "millstone", merujuk pada bentuk tubuhnya yang bulat dan pipih seperti batu gerinda.

Ikan ini termasuk dalam famili Molidae dan merupakan salah satu ikan bertulang terbesar di dunia. Nama ilmiahnya adalah Mola mola.

Ciri Fisik Ikan Mola-Mola

Ikan mola-mola memiliki bentuk tubuh yang sangat khas. Tubuhnya bulat dan pipih, dengan sirip dorsal dan anal yang panjang dan tinggi, membentuk semacam "sayap" yang membuatnya terlihat seperti ikan yang terpotong setengah.

Ikan ini tidak memiliki sirip ekor (caudal fin) yang sejati, melainkan struktur seperti pita yang disebut clavus. Kulitnya tebal dan kasar, dengan warna yang bervariasi dari abu-abu, coklat, hingga keperakan.

Ikan mola-mola dapat tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan berat lebih dari 2 ton, menjadikannya salah satu ikan bertulang terberat di dunia.

Dimana habitat ikan mola-mola?

Ikan mola-mola hidup di perairan laut tropis dan subtropis di seluruh dunia. Mereka sering ditemukan di perairan terbuka, meskipun kadang-kadang juga terlihat di dekat pantai.

Ikan ini lebih suka berada di kedalaman antara 200 hingga 600 meter, tetapi mereka juga sering muncul ke permukaan untuk berjemur di bawah sinar matahari, yang menjadi alasan mengapa mereka disebut "sunfish". Mereka adalah perenang yang lamban dan sering terlihat mengambang di permukaan air.

baca juga

Apakah Ikan Mola-Mola Bisa Dimakan?

Ikan mola-mola sebenarnya bisa dimakan, meskipun tidak populer sebagai sumber makanan di banyak negara. Di beberapa wilayah, seperti Taiwan dan Jepang, daging ikan mola-mola dianggap sebagai hidangan lezat.

Namun, perlu diperhatikan bahwa ikan ini mengandung racun tetrodotoxin, terutama di organ dalamnya, yang dapat berbahaya jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, konsumsi ikan mola-mola memerlukan penanganan khusus untuk menghindari keracunan.

Apakah ikan mola-mola sudah punah?

Ikan mola-mola belum dinyatakan punah, tetapi mereka menghadapi berbagai ancaman yang dapat mempengaruhi populasi mereka. Ancaman utama termasuk tangkapan sampingan (bycatch) dalam industri perikanan, polusi laut, dan perubahan iklim.

Meskipun belum ada data yang cukup untuk menentukan status konservasi mereka secara pasti, ikan mola-mola dianggap rentan karena tingkat reproduksinya yang rendah dan pertumbuhan populasi yang lambat.

baca juga

Referensi:

  1. Pope, E. C., Hays, G. C., Thys, T. M., Doyle, T. K., Sims, D. W., Queiroz, N., ... & Houghton, J. D. R. (2010). The biology and ecology of the ocean sunfish Mola mola: a review of current knowledge and future research perspectives. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 20(4), 471-487.
  2. Thys, T. M. (2003). Tracking the ocean sunfish, Mola mola, in the North-East Atlantic. Journal of the Marine Biological Association of the United Kingdom, 83(4), 851-854.
  3. Nyegaard, M., Sawai, E., Gemmell, N., Gillum, J., Loneragan, N. R., Yamanoue, Y., & Stewart, A. L. (2018). Hiding in broad daylight: molecular and morphological data reveal a new ocean sunfish species (Tetraodontiformes: Molidae) that has eluded recognition. Zoological Journal of the Linnean Society, 182(3), 631-658.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.