Indonesia Emas menjadi cita-cita pemerintah pada 2045 mendatang. Harapannya, pada usia ke-100 nanti, Indonesia sudah sukses di banyak sektor salah satunya ekonomi.
Anggapan mimpi itu akan tercapai ialah karena ada prediksi bonus demografi akan terjadi pada periode 2030-2040. Jika benar terjadi, maka Indonesia akan diisi penduduk usia produktif pada usia emas nanti.
Optimisme merekah, meski tidak semua. Tidak semua memiliki optimisme yang sama bahwa Indonesia Emas akan tercipta pada 2045 mendatang karena banyak permasalahan mesti dibenahi pemerintah selain urusan ekonomi.
Namun, bukan berarti tidak ada harapan. Banyak kalangan jelas berharap yang baik-baik akan nyata tercapat pada tahun tersebut. Termasuk perancang busana, Chitra Subyakto yang berharap lingkungan lebih baik di Indonesia Emas 2045 mendatang.
Bumi yang Lebih Baik
Chitra Subyakto adalah perancang busana yang sudah memiliki nama di dunia fesyen Indonesia. Setelah meniti karier sebagai penata gaya di majalah hingga iklan, ia kemudian sering dipercaya sebagai penata busana di sejumlah film nasional.
Berbekal kreativitas, Chitra lalu mendirikan brand-nya sendiri yang bernama Sejauh Mata Memandang pada 2014. Lewat jenama lokal itu, ia meluncurkan sejumlah produk bernilai kekayaan budaya Indonesia yang mengedepankan bahan-bahan eco friendly (ramah lingkungan).
Chitra yang memiliki kesadaran tinggi terhadap lingkungan pun berharap yang baik untuk bumi – tentu termasuk Indonesia – pada 2045. Meski agak pesimistis dengan langkah nyata para pemimpin dunia, ia berharap generasi penerus bisa merasakan kehidupan layak di bumi yang terpelihara dengan baik.
“Yang harus kita pikirkan adalah generasi muda yang baru-baru lahir. Seperti apa yang kita wariskan untuk mereka,” ucap Chitra kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Tak lupa Chitra menekankan kepada orang-orang yang apatis agar lebih peduli akan kesadaran lingkungan. Ia menilai banyaknya gerakan peduli lingkungan berefek pada keberlangsungan bumi dan umat manusia pada masa yang akan datang.
“Mungkin enggak ada efeknya apa yang kita lakukan, tapi bukan berarti kita tidak ikut berpatisipasi melakukan hal yang baik untuk bumi rumah kita satu-satunya. Jadilah bagian dari solusi, bukan polusi,” ujarnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

