mengenal stenografi dan sejarah perkembanganya - News | Good News From Indonesia 2024

Mengenal Stenografi dan Sejarah Perkembanganya

Mengenal Stenografi dan Sejarah Perkembanganya
images info

Mengenal Stenografi dan Sejarah Perkembanganya


Kawan GNFI, pernahkah Kawan menemui tulisan yang sulit dipahami atau yang terlihat acak-acakan dengan gaya sambung? Jika iya, itu disebut sebagai teknik menulis stenografi.

Meskipun terlihat aneh dan bikin bingung pada pandangan pertama, tetapi yang membuat ilmu stenoini menarik adalah fakta bahwa di masa lalu, menjadi kemampuan yang sangat penting bagi para jurnalis untuk mencatat pernyataan narasumber dan melaporkan temuan mereka di lapangan dengan cepat dan tepat.

Ciri khas dari stenografi adalah tulisan yang disusun secara singkat menggunakan simbol khusus untuk mempercepat proses penulisan.

Jurnalis adalah salah satu profesi yang sangat berkaitan dengan stenografi. Selain dituntut untuk selalu mencari dan menyampaikan berita, terkadang jurnalis juga harus segera mencatat berbagai pernyataan narasumber sebagai informasi yang akan dilaporkan.

Proses wawancara yang cepat dan memerlukan fokus yang tinggi ini mengharuskan jurnalis untuk dengan cepat menangkap informasi dari narasumber, agar tidak ketinggalan detail penting yang sedang dijelaskan narasumber secara langsung.

Dengan mempelajari beberapa prinsip stenografi, seorang jurnalis dapat mencatat secepat narasumber berbicara. Menguasai stenografi dengan baik juga dapat membantu mengurangi hambatan yang mungkin dihadapi jurnalis, seperti masalah yang sering muncul saat menggunakan alat perekam suara, kehabisan memori, atau alat yang hilang tiba-tiba.

Sejarah Perkembangan Stenografi

Stenografi, ilustrasi gambar via istockphoto/wwing
info gambar

Stenografi, ilustrasi gambar via istockphoto/wwing


Stenografi mulai berkembang beberapa abad sebelum Masehi, yang dibuktikan melalui penemuan-penemuan di berbagai belahan dunia. Proses perkembangan stenografi ini dapat terlihat di beberapa negara, antara lain:

  1. Stenografi yang ditulis oleh Timothy Bright tahun 1588,
  2. Stenografi John Willis dan J. Pitman tahun 1602 dari Inggris,
  3. Stenografi Gregg dan John Comstock Evans,
  4. Stenografi F.X Gabelsberger tahun 1824 dari Jerman,
  5. Stenografi Abel Duploge tahun 1862 dan Prevost Delanncy tahun 1878 dari Prancis.
  6. Stenografi A.W. Groote tahun 1899 di Belanda yang diikuti oleh Gerard Schaap dalam penerbitannya,
  7. Stenografi J. Paat/Sabirin dan Karundeng tahun 1925 di Indonesia.

Istilah stenografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata: "stenos" yang berarti singkatan atau pendek, dan "graphein" yang berarti tulisan dan dalam bahasa Inggris, dikenal dengan “shorthand”, di mana dengan metode ini akan menghasilkan tulisan ringkas dan cepat. Penulis yang menggunakan metode ini dinamakan stenographer.

Dalam perkembanganya, stenografi ini dicirikan dengan simbol khusus, lebih singkat dibandingkan penulisan latin, dan disempurnakan dengan beberapa tambahan singkatan.

Hal ini memang sengaja dirancang untuk memudahkan dalam proses penulisan cepat di mana hampir setiap simbol dalam stenografihanya membutuhkan satu gerakan saja, seperti untuk menulis huruf t dalam alfabet Latin diperlukan empat gerakan. Sementara menulis huruf t dalam stenografi hanya memerlukan satu gerakan.

Stenografi di Indonesia dengan Sistem Karundeng

Sistem Karundeng telah ditetapkan sebagai salah satu sistem stenografimilik nasional menurut Surat Keputusan No.51/1968 yang dikeluarkan pada 1 Januari 1968. Di mana dijadikan sebagai standar materi pelajaran dalam sistem pendidikan di bawah naungan Kemdikbud.

Terdapat pedoman utama untuk tata cara menulis stenografi sistem Karundeng ini, yakni:

  1. Pengenalan ukuran huruf,
  2. Pengenalan hubungan antar huruf, dan
  3. Pengenalan arah penulisan.

Di Indonesia, sistem ini dikembangkan oleh karundeng. Pengguna stenografi tidak hanya terdiri dari jurnalis atau sekretaris, tetapi juga profesional medis yang mempelajari stenografiuntuk menyusun catatan dan dokumen medis, serta pelayan di restoran yang menggunakan stenografi untuk mencatat pesanan pelanggan dengan efisien.

Jadi, Kawan GNFI, meskipun teknologi telah banyak berkembang, keberadaan stenografi masih perlu dipertahankan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Suatu saat mungkin teknologi dapat mengalami kendala, dan teknik stenografi pasti akan diperlukan.

Kehadiran teknologi modern dalam dunia jurnalistik tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan stenografi. Namun, teknologi seharusnya menjadi alat utama dalam menjalankan tugas jurnalistik dan keberadaan stenografi jangan sampai diabaikan.

baca juga


Referensi:

  • https://id.wikihow.com/Menulis-Cepat-dan-Singkat-(Stenografi)
  • https://bpmbkm.uma.ac.id/2022/09/08/mengenal-apa-itu-stenografi/

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.